Ketahui Manfaat Melakukan Vaksin Campak

Ketahui Manfaat Melakukan Vaksin Campak

Penulis: Fajar | Editor: Ratna

Campak adalah salah satu penyakit yang amat menular dan disebabkan oleh virus. Namun, kini vaksin campak telah beredar luas, termasuk di Indonesia.

Penyakit campak dapat Anda cegah dengan 3 jenis vaksin, vaksin campak, vaksin MR (untuk campak dan rubella), dan vaksin MMR (untuk campak, rubella, dan gondongan). Campak sendiri pernah menjadi wabah yang mengerikan. Saking menularnya, jika ada 1 orang terinfeksi, maka 9-10 orang di sekitarnya juga kemungkinan besar akan terinfeksi.

Tak hanya gejala biasa, campak bisa memicu masalah kesehatan serius yaitu kerusakan otak. Campak pun bisa menyebabkan kematian. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat pada tahun 2018 saja terdapat lebih dari 140 ribu kematian akibat campak.

Baca Juga: Ketahui Penyebab dan Gejala Campak

Mengenal Penyakit Campak

Campak merupakan akibat dari infeksi virus dari famili paramyxovirus. Setelah seseorang terinfeksi, maka virus akan menyerang sel inang dan kemudian berkembang. Awalnya virus campak akan menyerang saluran pernapasan seseorang, kemudian mereka akan menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui aliran darah.

Virus campak sendiri dapat menular melalui udara. Partikel mikro virusnya bisa terbawa dalam aerosol yang mungkin menyembur seseorang ketika bersin, batuk, atau bahkan bernapas.

Hal tersebut membuat campak merupakan penyakit yang amat menular, mudah sekali menular dari manusia ke manusia lainnya. Jika terpapar, 90% kemungkinan orang tersebut terinfeksi campak, dan faktor risiko tersebut akan selalu seperti itu untuk orang yang tidak melakukan vaksinasi campak.

Umumnya gejala atau gangguan kesehatan muncul sekitar 10-12 hari setelah terpapar virus. Gejala campak antara lain batuk, demam, pilek, mata merah, dan sakit tenggorokan. Biasanya terdapat bercak atau bintik putih pada bagian dalam mulut penderita. Ruam kulit adalah salah satu gejala paling umum yang Anda derita oleh orang yang terinfeksi.

Baca Juga: Ketahui Cara Mengatasi dan Pencegahan Campak

Manfaat Vaksin Campak

Vaksinasi campak dari tahun 2000-2018 membuat angka kematian akibat campak di seluruh dunia turun hingga 73%. Anak-anak di seluruh dunia kini wajib menerima vaksin campak pada ulang tahun pertamanya.

Program vaksinasi campak yang dilakukan sejak tahun 2000, hingga kini telah mencegah lebih dari 23,2 juta risiko kematian di seluruh dunia. Vaksin ini merupakan salah satu vaksin yang efektif menyelamatkan kesehatan masyarakat. Vaksin campak sendiri bukanlah hal baru melainkan sudah digunakan untuk anak-anak sejak 60 tahun yang lalu. Penggunaannya sudah terbukti aman, efektif, dan harganya relatif murah.

Sama seperti prinsip vaksin pada umumnya, manfaat vaksin ini adalah untuk membentuk kekebalan kelompok. Artinya, efektivitas pencegahan penyakit akan semakin tinggi jika pada sebuah ruang lingkup tertentu, vaksinasi dilakukan secara menyeluruh dan merata.

WHO pada tahun 2010 menyebut, target cakupan vaksinasi campak adalah 90% dalam lingkup negara. Jika target tercapai, hal tersebut kemungkinan besar dapat menekan angka kematian akibat campak sebesar 95%.

Virus campak sendiri tidak hilang, untuk itu vaksinasi seharusnya Anda lakukan berkelanjutan. Wabah akan kembali meluas jika ada kelompok masyarakat atau warga negara tertentu yang abai pada kewajiban vaksin campak pada anak.

Hingga kini tak banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah campak kecuali vaksin. Vaksin campak yang kini beredar luas 97% efektif mencegah infeksi campak.

Kelompok Orang yang Tidak Boleh Divaksinasi Campak

Tak semua orang kondisi tubuhnya dapat menerima vaksin ini, sejumlah kelompok orang sebaikmya tidak melakukan vaksinasi campak, antara lain:

  • Wanita hamil
  • Penderita gangguan imun
  • Orang dengan HIV AIDS
  • Orang yang sedang berobat kanker

Efek Samping Vaksin Campak

Vaksin ini memiliki efek samping ringan pada tubuh. Efek samping dari vaksin ini antara lain demam, kulit ruam, dan kejang. Namun, efek samping tidak terjadi pada semua orang, hanya beberapa kasus saja dan itu hanya berlangsung beberapa hari.

Terdapat sejumlah rumor terkait vaksin ini, seperti menyebabkan autisme pada anak. Namun, hal tersebut terus diuji dalam penelitian dan tidak pernah terbukti ada kaitannya.

Baca Juga: Pentingnya Pemberian Vaksin Tetanus pada Anak

Sumber

Mayo Clinic. (2020). Measles. www.mayoclinic.org

Healthline. (2019). Everything You Need to Know About the Measles. www.healthline.com

Vaccine. (2020). Measles. www.vaccines.gov

WHO. (2019). Measles. www.who.int