Ketahui Jenis Sakit Kepala Terus-menerus

Ketahui Jenis Sakit Kepala Terus-menerus

Penulis: Faruq

Sakit kepala atau pusing merupakan penyakit yang sangat umum terjadi dan sangat mengganggu. Terlebih sakit kepala kronis atau sakit kepala terus-menerus, tentunya dapat mengganggu aktivitas Anda.

Sakit kepala kronis atau pusing secara terus-menerus merupakan gangguan yang bisa muncul sebanyak 15 hari dalam sebulan. Bahkan gangguan ini bisa terjadi selama 3 hari berturut-turut.

Penyebab dan jenis pusing kronis

Secara umum, sakit kepala disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:

Penyakit

Beberapa penyakit seperti infeksi, pilek, demam, sinusitis (radang pada sinus), infeksi tenggorokan, atau infeksi telinga, hingga benturan di kepala juga mungkin menjadi penyebab sakit kepala.

Stres

Kondisi emosional dan stres dapat memicu sakit kepala. Terlebih, kondisi emosional diperburuk dengan kebiasaan mengonsumsi alkohol, telat makan, perubahan pola tidur, maupun terlalu banyak mengonsumsi obat.

Kondisi lingkungan

Paparan asap rokok, bau menyengat, parfum, atau makanan tertentu bisa menyebabkan seseorang sakit kepala. Selain itu kebisingan, cahaya, dan perubahan cuaca juga berkontribusi pada sakit kepala.

Genetika

Sakit kepala juga bisa diturunkan secara genetik. Sebagian remaja mengalami migrain karena riwayat keluarga mereka yang juga mengalaminya.

Pusing kronis berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi dua.

  • Sakit kepala kronis primer merupakan sakit kepala yang tidak diketahui penyebabnya. Gangguan ini dapat muncul begitu saja.
  • Sakit kepala kronis non-primer adalah gangguan pusing yang mempunyai beberapa kemungkinan penyebab. Contoh penyebabnya seperti infeksi, peradangan, pembuluh darah yang tidak normal, tumor, gangguan tekanan darah, maupun cedera.

Baca Juga : 8 Penyebab Kepala Sering Pusing yang Harus Diwaspadai

Pusing kronis yang umumnya terjadi

Beberapa gejala sakit kepala kronis yang sering terjadi

1. Pusing tegang kronis

Pusing jenis ini umumnya menyerang remaja dan dewasa. Penyebabnya sendiri tidak diketahui dengan jelas dan mungkin muncul tanpa gejala.

Sakit kepala tegang dapat menyebabkan sakit secara terus-menerus, meski terkadang rasa sakit akan menghilang dengan sendirinya. Penderita biasanya juga akan sangat sensitif ketika kepala mereka disentuh.

2. Migrain kronis

Sakit kepala migrain mempunyai gejala nyeri dengan denyutan. Biasanya, migrain berlangsung selama 4 jam hingga 3 hari dan bisa terjadi selama 4 kali dalam sebulan.

Migrain kronis dapat dipicu oleh aktivitas fisik. Selama migrain menyerang biasanya penderitanya akan sensitif terhadap cahaya, kebisingan, dan bau menyengat, hingga merasakan mual dan sakit perut.

Seorang anak yang menderita migrain akan terlihat pucat, pusing, penglihatan kabur, demam, dan gejala pencernaan. Pada anak-anak, umumnya terjadi sebulan sekali.

3. Sindrom pasca-traumatik

Pusing ini muncul karena stres setelah trauma. Gejala umumnya muncul 2-3 hari setelah terjadi cedera kepala. Penderita akan merasakan sakit yang bertambah parah, vertigo, pusing ringan, susah berkonsentrasi, gangguan ingatan, cepat lelah, maupun mudah marah.

Gangguan ini dapat berlangsung selama beberapa bulan. Jika tidak kunjung membaik lebih baik Anda menghubungi dokter.

4. Hemicrania continua

Sakit kepala ini termasuk pusing kronis yang jarang terjadi, di mana ketika menyerang dapat memengaruhi kepala hingga wajah. Gejala yang biasanya muncul yaitu:

  • Rasa nyeri yang parah
  • Mata merah
  • Kelopak mata terkulai
  • Hidung berair dan tersumbat
  • Iris mata berkontraksi
  • Sakit menjadi lebih parah jika melakukan aktivitas fisik
  • Sakit menjadi lebih parah ketika mengonsumsi alkohol

Beberapa diantaranya mengalami gejala mirip migrain, seperti mual dan muntah serta sensitif terhadap suara maupun cahaya.

Sakit kepala jenis ini terbagi menjadi dua macam, yaitu:

  • pusing kronis, sakit kepala yang bisa terjadi setiap hari.
  • pusing remitting, sakit kepala yang menghilang beberapa waktu kemudian kembali lagi.

5. Sakit kepala yang baru timbul dan terjadi terus menerus

Gangguan pusing jenis ini bisa datang tiba-tiba dan mempunyai sakit yang bervariasi, mulai dari sedang hingga menengah. Penderita biasanya merasakan kepala mereka terasa tertekan dan mengencang.

Gangguan ini tidak mempunyai sebab yang cukup jelas serta tidak dipengaruhi oleh aktivitas tertentu. Umumnya, gangguan ini bisa menyerang selama 3 hari berturut-turut.

6. Sakit kepala yang berulang-ulang

Rebound headache lebih familiar dengan pusing yang berulang-ulang. Ketika Anda mengonsumsi pereda nyeri dengan dosis lebih berlebihan akan membuatnya menjadi lebih buruk.

Ketika efek obat sudah hilang, pusing akan datang kembali (remitting) dan memerlukan dosis pengobatan yang lebih besar. Hal ini dapat mengakibatkan pusing secara terus-menerus dan akan memburuk di pagi hari.

7. Sakit kepala karena peningkatan tekanan dalam rongga kepala

Gangguan sakit kepala ini dapat disebabkan oleh tumor otak, kista, atau volume cairan otak yang menyebabkan peningkatan tekanan darah di kepala. Gangguan ini dapat muncul secara tiba-tiba dan termasuk dalam kategori parah.

Umumnya, pusing ini muncul bertahap saat ketika tekanan intrakranial meningkat. Selain itu, gangguan muncul bersama dengan gejala saraf, seperti kejang maupun penurunan penglihatan.

8. Sakit kepala karena usia lanjut

Pusing ini merupakan sakit kepala yang dialami oleh mereka yang berumur lebih dari 60 tahun. Beberapa penyebabnya yaitu tekanan bola mata yang meningkat (disebut glaukoma), efek sembuh dari herpes, kondisi psikologis, maupun penyakit yang menyerang pembuluh darah.

Beberapa jenis pusing mungkin mempunyai gejala dan sebab tertentu dan membutuhkan perawatan khusus. Oleh karena itu, jangan remehkan sakit kepala yang terjadi pada Anda. Jika Anda mempunyai gejala yang tidak semestinya, sebaiknya Anda menghubungi dokter.

Baca Juga : Pahami Obat Sakit Kepala Sesuai Jenis dan Gejalanya

 

Sumber


Health Line. 2020 10 Types of Headaches and How to Treat Them. www.healthline.com
Mayo Clinic. 2019. Chronic daily headache. www.mayoclinic.org
Morimatsu, M. 2004. Classification of Chronic Headache. Journal of the Japan Medical Association. Vol. 128, (11)Standford Health Care. 2020. Headache. www.stanfordhealthcare.org
Web MD. 2020. Headache Basics. www.webmd.com



Add Your Comment