Ketahui Gejala Perimenopause Pada Wanita!

Ketahui Gejala Perimenopause Pada Wanita!

Penulis: Shania | Editor: Ratna

Anda mungkin sudah tidak asing dengan istilah menopause atau fase yang menandai berakhirnya sistem reproduksi pada wanita. Sedangkan, perimenopause adalah fase transisi alami yang dialami wanita dari reproduksi aktif menuju ke fase menopause. Tidak terdapat angka umur pasti yang menentukan waktu terjadinya fase perimenopause. Anda mungkin akan  mengalami gejalanya di awal umur 30 atau di umur 40-an. Cepat atau lambatnya fase perimenopause datang adalah bergantung pada kondisi tubuh setiap wanita.

Pada fase perimenopause, hormon estrogen akan mengalami ketidakseimbangan, sehingga ini akan mempengaruhi siklus menstruasi Anda. Terdapat kemungkinan, Anda tidak mengalami menstruasi pada bulan ini dan mendapatkannya kembali pada bulan berikutnya. Tubuh Anda juga akan mengalami gejala-gejala yang umum dilalui seperti rasa kering pada vagina, masalah tidur, dan lain-lain. Fase perimenopause berakhir ketika Anda telah mengalami menopause.

Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Haid Menjelang Menopause 

Penyebab Perimenopause

Perimenopause merupakan salah satu fase yang umum dialami oleh wanita. Hal ini disebabkan oleh hormon estrogen dan progesteron yang tidak stabil. Seiring bertambahnya usia Anda akan mengalami penurunan estrogen. Penurunan hormon inilah yang akhirnya membawa Anda pada fase perimenopause dan kemudian menopause.

Faktor yang Mempengaruhi Perimenopause

Perimenopause merupakan gejala yang normal dalam fase reproduksi wanita. Akan tetapi, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi proses cepat atau lambatnya fase transisi ini hadir dalam siklus tubuh Anda. Melalui beberapa kasus, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan dapat menjadi alasan mengapa perimenopause datang lebih dini, antara lain:

  • Kebiasaan merokok yang sering dan sehari-hari.
  • Riwayat wanita dalam keluarga yang juga mengalami perimenopause dini.
  • Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit kanker.
  • Proses pengangkatan rahim (histerektomi) atau sebagian ovum pada wanita

Gejala

Pada fase transisi menopause akan terdapat bermacam-macam gejala yang dapat muncul pada tubuh Anda. Setiap wanita akan mengalami gejala yang berbeda, tergantung pada keseimbangan hormon, kekuatan fisik, usia, gaya hidup, dan beberapa faktor lainnya. Anda dapat mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

1. Periode menstruasi yang tidak teratur

Hal ini dapat terjadi karena proses ovulasi menjadi tidak dapat diprediksi oleh tubuh. Anda  akan mengalami menstruasi dengan waktu sangat pendek atau sangat panjang. Beberapa wanita mengalami perubahan siklus yang ekstrim akibat berada pada fase perimenopause. Apabila, Anda memiliki jarak antara 60 hari atau lebih di antara periode, terdapat kemungkinan Anda mengalami perimenopause terlambat dari yang semestinya.

2. Hot flash dan masalah tidur

Pada fase perimenopause, sebagian besar wanita mengalami hot flashes. Hot flashes merupakan kondisi saat Anda merasa gerah dan panas sedara tiba-tiba. Intensitas terjadinya hot flashes seringkali beriringan dengan kenyamanan tidur Anda. Rasa panas dan gerah yang dirasakan seringkali mengganggu kenyamanan tidur para wanita yang berada di fase perimenopause.

3. Mood Swing yang berlebihan

Mood swing merupakan kondisi yang membuat suasana hati Anda menjadi tidak stabil. Perubahan suasana hati bisa berlangsung dengan cepat saat Anda berada pada fase perimenopause. Tak jarang banyak wanita yang lekas marah bahkan merasa depresi akibat perubahan hormonal ataupun masalah tidur yang terganggu.

4. Penurunan elastisitas vagina

Pada masa perimenopause, hormon estrogen Anda akan terus berkurang sehingga pelumasan dan elastisitas pada vagina juga akan ikut menurun. Hal ini terkadang menyebabkan infeksi pada saluran kemih atau vagina Anda.

5. Menurunkan kesuburan

Anda akan mengalami siklus ovulasi yang menjadi tidak teratur, sehingga membuat kemampuan Anda untuk hamil menurun. Namun, selama Anda masih mengalami menstruasi, kehamilan masih dapat dan mungkin terjadi.

6. Perubahan fungsi seksual

Selama perimenopause, gairah dan keinginan seksual dapat berubah. Akan tetapi jika Anda memiliki keintiman seksual yang memuaskan sebelum menopause, ini mungkin dapat membantu mengurangi resiko perubahan fungsi seksual.

7. Pengeroposan tulang

Penurunan kadar estrogen pada tahap perimenopause juga memberi dampak pada kesehatan tulang Anda. Pada tahap ini, Anda memiliki resiko yang lebih besar untuk mengalami osteoporosis.

8. Perubahan kadar kolesterol

Penurunan kadar estrogen dapat menyebabkan perubahan yang tidak menguntungkan pada kadar kolesterol darah Anda. Pada beberapa kasus, penurunan estrogen berpengaruh pada peningkatan kolesterol low-density lipoprotein (LDL). Hal ini, juga dapat meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, stroke, kolesterol, dan tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Kenali Gejala Memasuki Masa Menopause

Sumber

Healthline. (2020). Premenopause, Perimenopause, and Menopause. www.healthline.com

Healthline. (2021). 9 ‘Weird’ Perimenopause Symptoms and How to Manage Them. www.healthline.com

Mayo Clinic.(2021). Perimenopause. www.mayoclinic.org

WebMd. (2020). Perimenopause. www.webMD.com