Ketahui Dampak dari Diet DEBM bagi Kondisi Tubuh

Image : orami.co.id

Penulis : Dita Safitri | Editor : Atsa

Begitu banyak metode diet bermunculan dengan klaim yang paling efektif. Beberapa diantaranya menjadi sangat populer, salah satunya Diet Enak Bahagia Menyenangkan atau yang lebih dikenal dengan sebutan diet DEBM.

DEBM merupakan cara diet yang populer belakangan ini. Metode diet ini dilakukan dengan memotong asupan karbohidrat dan menggantinya dengan lemak serta protein. DEBM diklaim bisa menurunkan berat badan dalam waktu cepat tanpa harus menyiksa pelakunya.

Sejak awal kemunculannya, DEBM sukses menarik perhatian banyak orang. Kapan lagi Anda bisa menurunkan berat badan tapi tetap bisa makan santapan enak?

Namun, selain berat badan yang turun, konsekuensi lain ternyata mengintai di belakangnya. Apakah DEBM benar-benar aman bagi kesehatan?

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Diet DEBM

Karbohidrat dan Tubuh Manusia

Selain dari karbohidrat, tubuh manusia ternyata bisa memperoleh energi dari lemak dan protein. Meski begitu, karbohidrat tetap menjadi sumber paling efisien untuk mendapatkan energi.

Karbohidrat dapat memecah lemak menjadi energi yang digunakan untuk melatih otot dan pembakaran lemak. Protein juga dapat dipecah dan digunakan sebagai upaya terakhir saat kekurangan pembakaran dari karbohidrat. Tetapi ketika protein bekerja sendiri sebagai energi utama tanpa ada karbohidrat, maka limbah protein bisa menekankan ginjal dan membatasi kemampuan tubuh untuk membangun dan memelihara jaringan otot.

Hampir semua diet yang sedang tren seperti keto atau DEBM menggunakan pola sama yakni mengurangi karbohidrat untuk memperoleh hasil penurunan berat badan cepat. Sayangnya, tidak banyak edukasi yang disertakan mengenai efek samping yang mungkin muncul akibat memotong asupan karbohidrat.

Dampak Diet DEBM Bagi Kondisi Tubuh

Sebelum Anda memutuskan untuk ikut melakukan DEBM, ada baiknya ketahui dulu efek apa saja yang mungkin timbul pada tubuh Anda.

1. Ketosis

Karena memiliki konsep yang sama dengan diet keto, DEBM ternyata juga bisa memunculkan ketosis sebagai salah satu efek sampingnya. Ketosis merupakan kondisi yang hampir dipastikan terjadi pada siapapun yang mengurangi secara drastis asupan karbohidrat hariannya atau bahkan benar-benar menghilangkannya.

Keadaan ini terjadi ketika di dalam tubuh kita tidak ada jumlah karbohidrat yang mencukupi untuk dibakar. Meski lemak dan protein bisa diproses untuk menjadi energi, namun jika kurang asupan karbohidrat Anda akan merasa mual, pusing, lemas serta kesulitan untuk berkonsentrasi.

2. Sakit Kepala dan Brain Fog

Selain untuk energi tubuh, karbohidrat juga memasok energi ke otak. Jika Anda pernah merasakan lemas atau mengalami kabut otak (brain fog) selama berolahraga, kemungkinan karena Anda tidak mendapatkan karbohidrat yang cukup. Lebih parahnya lagi karena kurangnya karbohidrat untuk nutrisi ke otak, Anda bisa mengalami sakit kepala.

3. Gemetaran (Tremor)

Tremor merupakan getaran menggigil pada tubuh yang terjadi secara tidak sadar. Kekurangan nutrisi adalah penyebab umum dari terjadinya tremor. Tremor yang terjadi karena kukurangan nutrisi seperti karbohidrat biasanya diikuti gejala umum seperti kabut otak (brain fog), badan terasa lesu dan lelah.

Dalam buku “Functional Biochemistry in Health and Disease” karya Eric Newsholme dan Tony Leech, makan makanan yang mengandung karbohidrat atau minum jus buah seringkali dengan cepat dapat mengatasi tremor otot yang disebabkan oleh hipoglikemia akibat kurangnya nutrisi penting bagi energi tubuh. Jadi jelas sekali bahwa asupan seimbang karbohidrat juga penting bagi tubuh.

4. Gangguan Metabolisme

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat seperti DEBM memang dapat membantu orang menurunkan berat badan lebih cepat. Ketika Anda memotong bahkan menghilangkan asupan karbohidrat secara drastis, hal tersebut akan mengejutkan metabolisme tubuh Anda.

Mekanisme penurunan berat badan yang cepat dengan diet rendah karbohidrat adalah nafsu makan yang ditekan melalui protein tinggi, lemak yang aktif, dan ketiadaan komponen karbohidrat yang memang bisa bekerja untuk meningkatkan rasa lapar melalui kandungan sukrosa dan fruktosa.

Namun, jika Anda mencoba diet ketat atau diet rendah karbohidrat yang ketat atau terlalu strict, maka metabolisme tubuh tidak dapat berjalan secara normal dan hasilnya adalah kondisi seperti ketosis. Ingat, apapun nutrisinya itu sangat diperlukan oleh tubuh untuk metabolisme, yang perlu diperhatikan adalah jumlah asupannya yang seimbang supaya tidak mengganggu fungsi tubuh.

5. Kelelahan

Ketika dicerna, karbohidrat dipecah menjadi glukosa untuk menyediakan energi yang tersedia bagi tubuh untuk digunakan dengan cepat dan efektif. Tidak seperti lemak dan protein, karbohidrat mudah diubah menjadi glukosa untuk didistribusikan ke seluruh tubuh.

Jika kekurangan asupan karbohidrat, Anda mungkin merasa lelah dan kekurangan energi. Jadi, asupan karbohidrat tetap penting untuk membantu memastikan tubuh memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas.

Lima hal di atas hanya beberapa dari dampak pada tubuh yang mungkin muncul dari diet DEBM. Efek samping semacam ini pada dasarnya ada pada hampir semua metode diet cepat yang pernah menjadi tren. Diet yang dilakukan perlahan dengan mengubah pola makan seimbang, sehat diiringi olahraga teratur selalu lebih dianjurkan oleh pakar kesehatan.

Baca Juga : Diet Cepat atau Diet Sehat?

 

Sumber:
British Nutrition Foundation. Nutrition for Sport and Exercise. www.nutrition.org.uk
Verywell Fit. (2019). Why Carbohydrates Are Important for Exercise. www.verywellfit.com
The Diabetes Council (2018). Major Side Effects of Cutting out Carbohydrates. www.thediabetescouncil.com
Eric Newsholme, dan Tony Leech. (2010). Functional Biochemistry in Health and Disease. Wiley-Blackwell. New Jersey