Ketahui Ciri dan Penyebab Berat Badan Lahir Rendah

Ketahui Ciri dan Penyebab Berat Badan Lahir Rendah

Penulis: Justina | Editor: Ratna

Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah suatu klasifikasi medis untuk bayi yang saat lahir beratnya kurang dari 2500 gram atau 2,5 kilogram. Meskipun sepertinya bayi yang dilahirkan dengan berat badan rendah mungkin tampak lebih mengkhawatirkan, akan tetapi sebetulnya tidak ada perbedaan dalam perawatan bayi Anda sehari-hari. Namun, anggota keluarga dari bayi dengan tingkat kelahiran rendah tetap perlu ekstra waspada untuk memastikan anak tetap sehat.

Bayi dengan kondisi tersebut akan memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kesulitan perkembangan, komplikasi kesehatan, dan kematian dini dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan normal. Bayi tersebut kemungkinan besar akan lebih lemah jika dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal. Selanjutnya bayi tersebut mungkin juga akan mengalami kesulitan makan, menambah berat badan, menjaga tubuh tetap hangat, dan menangkal penyakit dan infeksi.

Baca Juga: Mencegah Bayi Lahir Prematur, Apa yang Harus Dilakukan Ibu Hamil?

Beberapa komplikasi kesehatan umum yang terkait dengan berat badan bayi rendah meliputi:

  • Paru-paru yang kurang berkembang atau organ lainnya
  • Masalah pernapasan
  • Gangguan pencernaan
  • Masalah neurologis
  • Masalah mata atau telinga
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Penyebab

Bayi dilahirkan dengan berat badan yang rendah bisa disebabkan karena dua faktor utama, yaitu bayi dilahirkan lebih awal atau mereka lahir tepat waktu tetapi tidak tumbuh dengan cukup selama kehamilan.

Kondisi lain juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan kondisi berat badan yang rendah. Misalnya, dapat disebabkan oleh:

  • Masalah dengan plasenta ibu kandung
  • Komplikasi dengan kehamilan ibu kandung
  • Pembatasan pertumbuhan intrauterin (IUGR)
  • Cacat lahir
  • Ibu yang mengandung bayi tersebut memiliki kehamilan ganda (kembar, kembar tiga atau lebih)
  • Terdapat masalah dengan plasenta
  • Terjadi infeksi di dalam rahim
  • Ibu memiliki kondisi kesehatan kronis, seperti tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengobati kondisi seperti epilepsi dan pembekuan darah
  • Ibu tidak memiliki berat badan yang cukup atau tidak mempertahankan berat badannya selama kehamilan
  • Kehamilan sebelumnya yang mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Kebiasaan merokok dan, minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang
  • Paparan polusi udara atau timbal
  • Bayi mengalami kelainan bawaan

Ciri Berat Badan Bayi Lahir Rendah

Bayi yang dinyatakan mengalami kondisi ini jika berat badannya kurang dari 2,5 kilogram. Bayi yang normal memiliki berat badan di atas 2,5 kilogram atau 3 kilogram. Sedangkan jika bayi lahir dengan berat badan kurang dari 1,5 kilogram, maka bayi tersebut dapat dinyatakan mengalami berat badan lahir sangat rendah.

Tak hanya berat badan lahir yang lebih rendah daripada bayi normal lainnya, bayi dengan kondisi tersebut juga memiliki ciri-ciri seperti:

  • Tampak lebih kurus
  • Memiliki sedikit lemak pada tubuh
  • Memiliki ukuran kepala yang tampak lebih besar jika dibandingkan ukuran tubuh lainnya.

Perawatan Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah

Perawatan yang direkomendasikan untuk bayi yang mengalaminya akan tergantung pada kondisi dan situasi spesifik mereka. Jika bayi lahir dengan berat badan rendah, maka kemungkinan besar bayi perlu dirawat di rumah sakit terlebih dahulu sampai berat badannya bertambah sebelum dipulangkan.

Jika bayi memiliki komplikasi lain, seperti paru-paru yang kurang berkembang atau mengalami masalah usus, bayi tersebut mungkin harus tinggal di rumah sakit sampai komplikasinya diatasi melalui perawatan medis. Bayi mungkin juga akan memerlukan perawatan di unit perawatan intensif neonatal (NICU), di mana tenaga kesehatan dapat menggunakan tempat tidur khusus yang dikontrol suhu dan memiliki teknik pemberian makan untuk merawat bayi dengan berat badan rendah.

Bayi dengan berat badan lahir rendah harus diberi ASI bila memungkinkan. Pemberian ASI atau ibu menyusui secara langsung jika memungkinkan, dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan penambahan berat badan. Jika ASI ibu kandung mereka tidak tersedia, ASI donor manusia dapat digunakan. Formula harus dianggap sebagai pilihan terakhir untuk nutrisi.

Komplikasi Berat Badan Lahir Rendah

Meskipun Anda tidak dapat mengontrol tingkat keparahan berat bayi pada kesehatannya, Anda dapat mewaspadai komplikasi yang nantinya dapat ditimbulkan akibat kondisi berat badan lahir rendah. Bayi prematur biasanya dipantau lebih teratur daripada bayi dengan berat badan normal. Oleh karena itu, harap ekstra hati-hati jika bayi dengan berat badan rendah mengalami kesulitan menyusu atau menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Seiring bertambahnya usia, bayi dengan berat badan lahir rendah justru lebih rentan terhadap kondisi gangguan kesehatan, termasuk asma, masalah penglihatan, dan keterampilan motorik halus serta koordinasi tangan dan mata.

Baca Juga: Mengenal Tes Apgar Score untuk Cek Kondisi Bayi Baru Lahir

Sumber

Healthline. (2016). Infant Low Birth Weight. www.healthline.com

March of Dimes. (2021). Low Birthweight. www.marchofdimes.org

Pregnancy Birth & Baby. (2019). Having a Small Baby. www.pregnancybirthbaby.org

Verywell Family. (2020). Low Birth Weight Baby Risks, Types, and Causes. www.verywellfamily.com