Ketahui Berbagai Pemicu Alergi yang Paling Umum

Ketahui Berbagai Pemicu Alergi yang Paling Umum

Penulis: Devita | Editor: Ratna

Alergi merupakan reaksi tubuh terhadap zat yang umumnya tidak terlalu berbahaya seperti serbuk sari, jamur, bulu binatang, lateks, makanan tertentu, dan sengatan serangga. Apabila tubuh rentan terhadap alergi, tubuh akan merespon dengan memproduksi anti alergi yang berperan untuk menyembuhkan alergi dari tubuh. Akibatnya, zat kimia yang bernama histamin tersebut akan dilepaskan menyebabkan alergi.

Gejala alergi biasanya berupa gatal-gatal, ruam, pilek, bersin, mata merah, dan berair. Anda bisa menggunakan dekongestan, antihistamin, imunoterapi, obat asma, dan steroid hidung. Untuk mengetahui pemicu alergi lebih lanjut, simaklah penjelasan berikut ini:

Baca Juga: Obat dan Treatment pada Alergi Makanan

1. Alergi Makanan

Alergi makanan berkembang terjadi ketika tubuh membentuk antibodi spesifik saat Anda mengonsumsi makanan tertentu. Reaksi alergi dapat muncul setelah beberapa menit Anda makan. Alergi makanan umumnya karena mengonsumsi kerang, udang, kacang-kacangan,telur, dan ikan. Gejala yang akan Anda rasakan diantaranya, gatal-gatal, mual, muntah, diare, kesulitan bernapas, dan pembengkakan di sekitar mulut Anda. Hindari penyebab gejala alergi makanan supaya alergi Anda tidak kambuh. Tiap orang memiliki alergi makanan yang berbeda-beda.

2. Serbuk Sari

Saat musim bunga mekar, seseorang yang alergi terhadap serbuk sari cenderung akan mengalami rhinitis dan demam. Kondisi tersebut merupakan respon terhadap serbuk sari yang menyebabkan peradangan pada lapisan hidung, konjungtiva, dan lapisan pelindung mata. Gejala yang muncul meliputi hidung tersumbat, gatal, dan mata berair. Ada juga orang yang mengalami gejala asma seperti sesak nafas, mengi, batuk, dan sesak pada dada. Anda dapat terhindar dari alergi tersebut dengan menjauhi serbuk sari seperti tetap di dalam rumah saat jumlah serbuk sari tinggi, menutup jendela dan pintu, dan menyalakan AC.

3. Tungau Debu

Tungau debu merupakan organisme yang hidup pada serat beda dan debu seperti pada kasur, karpet, bantal, dan sprei. Biasanya tungau debu hidup di daerah yang lembap dan hangat. Gejala alergi tungau debu mirip dengan gejala alergi serbuk sari. Untuk membantu mengatasi alergi tungau debu, coba gunakan penutup tungau debu di atas bantal dan kasur. Sebaiknya Anda sering membersihkan kasur dan karpet dengan menggunakan penyedot debu. Perawatan yang mungkin bisa dilakukan diantaranya mengonsumsi obat-obatan yang bisa mengontrol gejala pada hidung, mata, dan dada.

Baca Juga: 7 Tips Mengurangi Reaksi Alergi Debu

4. Kapang

Kapang adalah jamur kecil jenis Penicillium yang mengapung di udara layaknya spora. Pemicu umum alergi adalah jamur. Jamur tersebut dapat ditemukan di kamar mandi, ruang bawah tanah, ruangan yang lembap, di rumput, tumpukan jerami, dan tumpukan jerami. Dalam cuaca panas dan lembap pertumbuhan jamur tersebut akan semakin meningkat.

5. Lateks

Lateks atau getah biasanya dibuat untuk sarung tangan medis. Namun pada orang tertentu pemakaiannya bisa menyebabkan alergi berupa kulit kemerahan, gatal-gatal, ruam pada kulit, mata berair, iritasi, dan mengi. Namun, reaksi yang lebih parah menyebabkan membrane mukosa terbuka. Jika Anda memiliki alergi lateks, sebaiknya hindari menggunakan produk yang terbuat dari lateks. Alergi lateks tidak dapat diobati, jadi cara paling efektif adalah dengan mencegah alergi terjadi.

Baca Juga: Kenali Gejala, Penyebab, dan Pecegahan Alergi Dingin

Sumber

My Cleveland. Allergies Overview. my.clevelandclinic.org

NHS. Allergies. www.nhs.uk

Very Well Health. 6 Common Types of Allergies. www.verywellhealth.com

WebMd. Symptons & Types Allergies. www.webmd.com