Ketahui Apa Itu Depresi: Gejala dan Penyebabnya

Penulis: Dhiya | Editor: Atsa

Apakah Anda sedang merasa sangat sedih, galau atau kehilangan minat dalam melakukan aktivitas sehari-hari? Maka Anda perlu waspada, bisa jadi Anda mengalami depresi. Tapi sebelum mendiagnosa diri sendiri, Anda harus tahu dulu apa itu depresi. 

Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan suasana hati yang terus-menerus rendah dan perasaan sedih serta kehilangan minat dalam segala hal. Ini adalah masalah yang terus-menerus, yang dapat berlangsung selama 6 hingga 8 bulan.

Ada gejala khusus yang menentukan apakah seseorang mengalami depresi atau kesedihan biasa. Lalu apa saja gejala dan penyebab seseorang mengalami depresi? Yuk simak ulasan di bawah ini. 

Baca Juga: Kenali Gejala Depresi Ringan

Gejala Depresi

1.Emosi yang Tidak Terkontrol

Depresi dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrim. Misalnya saat sedang marah, tiba-tiba Anda menangis tak terkendali. Tidak ada faktor eksternal yang mendorong perubahan suasana hati Anda, tetapi emosi Anda akan naik turun saat itu juga. 

2.Kegelisahan / Kecemasan

Meskipun depresi belum terbukti menimbulkan kecemasan, kedua kondisi ini sering terjadi bersamaan. Gejala kecemasan yang dialami orang depresi seperti merasa gugup, gelisah, atau merasa tegang; perasaan bahaya, panik, atau takut; detak jantung dan pernapasan yang cepat; berkeringat berat; gemetar atau otot berkedut; serta kesulitan fokus atau berpikir jernih tentang hal lain selain hal yang Anda khawatirkan.

3.Sangat Lelah dan Mengalami Gangguan Tidur

Salah satu hal yang membuat Anda berhenti melakukan hal-hal yang Anda sukai adalah mungkin karena Anda merasa sangat lelah. Depresi sering kali disertai dengan kekurangan energi dan rasa lelah yang luar biasa, yang bisa menjadi salah satu gejala depresi yang paling melemahkan. Ini bisa menyebabkan tidur berlebihan. Bahkan depresi juga terkait dengan insomnia, kurangnya kualitas tidur nyenyak juga dapat menyebabkan kecemasan.

Baca Juga: 5 Efek Insomnia terhadap Kesehatan

4.Kehilangan Minat dan Putus Asa

Karena depresi adalah gangguan mood yang memengaruhi perasaan Anda tentang kehidupan, maka dari itu seseorang yang mengalami depresi akan merasa putus asa atau tidak berdaya dalam hidup. Seperti perasaan tidak berharga, membenci diri sendiri, atau rasa bersalah. 

Selain itu, depresi juga dapat menghilangkan kesenangan atau kenikmatan dari hal-hal yang Anda sukai. Kehilangan minat atau menarik diri dari kegiatan yang biasa Anda lakukan seperti melakukan olahraga, hobi, atau pergi hangout dengan teman-teman  adalah tanda lain dari depresi. Tidak hanya itu, Anda juga kemungkinan akan mengalami kehilangan minat adalah seks. 

5.Perubahan Nafsu Makan yang Ekstrim

Berat badan dan nafsu makan bisa terjadi pada penderita depresi. Perubahan nafsu makan ini mungkin berbeda pada setiap orang. Sebagian orang akan memiliki nafsu makan yang meningkat dan menambah berat badan, sementara yang lain tidak merasa lapar dan akan kehilangan berat badan.

6.Timbul Keinginan Bunuh Diri

Gejala yang paling berbahaya dari depresi adalah jika seseorang sudah timbul keinginan untuk bunuh diri. Orang yang mati karena bunuh diri biasanya menunjukkan gejala terlebih dahulu. Seringkali orang akan membicarakannya atau melakukan upaya pertama sebelum berhasil mengakhiri hidup mereka. 

Jika Anda merasa ada orang terdekat atau Anda sendiri yang  beresiko melukai diri sendiri atau menyakiti orang lain, sebaiknya tetap bersama seseorang yang dapat membantu Anda dan jauhkan benda tajam seperti pisau, senjata, atau obat-obatan. 

Penyebab Depresi

Penyebab depresi sebenarnya tidak  dapat sepenuhnya dipahami dan setiap orang memiliki penyebab yang berbeda. Kondisi seperti kehidupan yang menyedihkan, trauma anak usia dini, kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, masalah keuangan atau perceraian dapat menjadi penyebab depresi.

Kemungkinan besar juga, depresi disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, biologis, lingkungan, dan psikologis. Selain itu, kondisi medis tertentu juga dapat memicu depresi, seperti kelenjar tiroid yang kurang aktif, kanker, penyakit jantung, nyeri berkepanjangan dan penyakit signifikan lainnya. Depresi yang disebabkan oleh hormon dapat timbul setelah melahirkan atau pada saat menopause juga. 

Perubahan besar yang mungkin terjadi dalam hidup Anda, seperti berduka, kehilangan pekerjaan, atau bahkan memiliki bayi, dapat menyebabkan gejala depresi. Anda juga lebih mungkin mengalami depresi jika memiliki riwayat keluarga depresi. Namun, mungkin juga Anda depresi tanpa ada alasan yang jelas. Maka dari itu mulai sekarang jaga kesehatan mental Anda dengan selalu berpikir positif dan kelilingi diri dengan orang-orang yang positif supaya terhindar dari depresi. 

Baca Juga: Cara Tingkatkan Serotonin agar Terhindar dari Depresi

 

Sumber: 
NHS Inform. (2019). Depression. Nhsinform.scot
Live Science. (2017). Depression: Causes, Symptoms and Treatment. Livescience.com
Healthline. Everything You Want to Know About Depression. Healthline.com
Medical News Today. (2017). What is Depression and What Can I Do About It?. Medicalnewstoday.com
Healthline. Signs of Depression. Healthline.com
Help Guide. (2019). Depression Symptoms and Warning Signs. Helpguide.org