Kenali Pertanda dan Penyebab Leher Kaku yang Dapat Mengganggu Aktifitas Anda

Image: Anotomixphy.com

Penulis: Adhenda | Editor: Niahappy

Beberapa orang pastinya pernah mengalami sakit leher atau leher kaku. Apakah Anda salah satu yang pernah mengalaminya? Dalam banyak kasus, hal itu terjadi karena terlalu sering melakukan aktivitas yang berat. Leher kaku memang bukan kondisi yang serius dan dapat dihilangkan dalam beberapa hari.

Namun leher kaku dapat mengindikasikan cedera serius atau penyakit dan memerlukan perawatan dokter. Berikut ini adalah pertanda dan penyebab leher kaku yang perlu Anda ketahui:

Baca Juga : Ketahui Faktor Pemicu dan Gejala Rematik

1.   Cedera

Pada umumnya cedera disebabkan oleh kecelakaan, baik kecelakaan saat sedang berolahraga maupun kecelakan mobil, yang mana mobil itu ditabrak dari belakang saat berhenti atau melaju dengan pelan. Bahkan cedera dapat terjadi karena adanya kekerasan fisik, seperti pemukulan dan perkelahian. Salah satu gejala umum yang terjadi saat cedera adalah leher terasa nyeri dan kaku. Biasanya juga disertai penglihatan yang kabur dan mata berkunang-kunang. Jika Anda mengalami cedera, sebaiknya batasi aktivitas Anda dan beristirahatlah untuk sementara waktu.

2.  Saraf Kejepit

Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan sakit leher atau leher kaku saat sedang beraktivitas? Jika ya, maka Anda harus waspada karena bisa jadi ini pertanda saraf kejepit. Salah gerakan saat berolahraga pun bisa menyebabkan saraf leher kejepit, akan tetapi ini tidak berbahaya, namun juga jangan disepelekan. Karena dalam beberapa kasus, saraf kejepit pada leher bisa menyebabkan kelumpuhan.

Saraf kejepit biasanya ditandai dengan nyeri atau sakit pada leher, bahkan bisa mati rasa atau kebas. Saraf kejepit dapat memburuk saat Anda berusaha untuk melakukan beberapa gerakan tertentu, seperti memutar kepala atau menegangkan leher.

3.  Salah Posisi Duduk dan Tidur

Sakit leher atau leher kaku bisa disebabkan oleh posisi duduk yang salah dalam jangka waktu yang lama, contohnya saat sedang bermain HP atau komputer, membaca buku, hingga menonton TV. Jika Anda melakukan aktivitas itu dengan posisi duduk yang salah, seperti membungkuk atau tengkurap maka dapat menyebabkan risiko sakit leher.

Salah posisi tidur atau yang biasa disebut dengan salah bantal pun dapat menyebabkan leher kaku. Leher kaku akan terasa menyakitkan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Untuk itu, perhatikan kasur, bantal dan posisi tidur Anda. Pastikan kasur tidak terlalu keras, menggunakan bantal yang lembut agar terasa nyaman, usahakan posisi tidur terlentang atau menghadap kesamping, dan tubuh dalam kondisi rileks.

4.  Kolesterol

Seringkali sakit leher atau leher kaku dikaitkan dengan kadar kolesterol yang tinggi. Karena kolesterol akan menghalangi sirkulasi peredaran darah ketika lemak menumpuk di pembuluh arteri. Sehingga gangguan sirkulasi darah yang terjadi di leher dapat menyebabkan rasa sakit atau nyeri. Segera lakukan cek medis jika anda merasakan gejala tersebut, terlebih lagi untuk memeriksa kadar kolesterol Anda.

5. Meningitis

Meningitis biasanya terjadi karena adanya infeksi pada membran cairan otak dan sumsum tulang belakang yang dapat menyebabkan peradangan dan leher kaku disertai dengan gejalanya, yaitu demam secara mendadak, sakit kepala, nafsu makan menurun disertai rasa mual, dan sensitif terhadap cahaya. Meningitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus, tapi dalam beberapa kasus dapat pula disebabkan oleh bakteri atau jamur. Meningitis merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dan dapat menyerang siapa saja, maka dari itu segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami gejala tersebut.

6. Cervical Spondylosis

Cervical spondylosis adalah osteoartritis atau pengapuran sendi yang terjadi di leher. Rasa sakitnya berkisar dari ringan ke berat, biasanya membaik dengan istirahat yang cukup. Secara keseluruhan, cervical spondylosis merupakan kondisi yang sangat umum, terutama banyak dialami oleh Anda yang berusia menengah hingga yang lebih tua.

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena osteoartritis leher, yaitu usia, merokok, riwayat keluarga tentang kondisi tersebut, mengangkat barang yang berat, dan juga kegemukan. Selain rasa sakit pada leher, ada gejala lain berupa penurunan kelenturan pada sendi.

Periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami gejala tersebut dan tidak kunjung sembuh selama beberapa minggu bahkan nyeri yang dirasakan semakin parah.

Baca JugaCara Mencegah Risiko Osteoarthritis Sejak Dini

7. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis adalah gangguan peradangan kronis di persendian. Rheumatoid arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru menyerang jaringan tubuh Anda sendiri sehingga menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan yang pada akhirnya dapat menyebabkan erosi tulang dan kelainan bentuk sendi. Rheumatoid arthritis yang parah dapat menyebabkan cacat fisik. Beberapa faktor penyebab rheumatoid arthritis, yaitu usia, merokok, keturunan, bahkan faktor lingkungan.

Sedangkan leher kaku, persendian bengkak, dan kehilangan nafsu makan menjadi gejala yang biasa terjadi. Selain obat penghilang rasa sakit, ada banyak jenis obat yang dapat digunakan yang tersedia dan dapat dibeli di apotek untuk meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh rheumatoid arthritis.

Leher kaku yang berkepanjangan, apabila disertai dengan gejala lainnya memang sangat berbahaya dan dapat mengganggu aktivitas Anda. Oleh karena itu, segera periksakan ke dokter agar mendapat diagnosis yang tepat dan dapat segera diobati.

 

Sumber:
Mayoclinic (2018). Neck Pain. www.mayoclinic.org
Medicalnewstoday (2019). What to know about a stiff neck. www.medicalnewstoday.com
Medicinenet (2018). Stiff Neck: Symptoms & Signs. www.medicinenet.com
Mydr (2018). Neck pain: symptoms and causes. www.mydr.com.au
Spine-health (2017). Stiff Neck Causes, Symptoms, and Treatment. www.spine-health.com
Teen (2018). Leher Sakit Karena Salah Bantal? Yuk Atasi Dengan Tips Ini! www.teen.co.id
Verywellhealth (2019). Causes of Neck Pain and Treatment Options. www.verywellhealth.com