Kenali Perbedaan Depresi dan Stres

Kenali Perbedaan Depresi dan Stres

Penulis: Dita | Editor: Umi

Banyaknya kasus bunuh diri perlahan-lahan meningkatkan kesadaran publik terhadap depresi. Sayangnya, masih banyak yang gagal mendeteksi masalah depresi dalam dirinya, bahkan salah menganggap jika stres yang mereka alami adalah bentuk depresi. Lantas, apakah sebenarnya perbedaan antara stres dengan depresi?

Stres

Stres biasanya ditandai dengan perasaan kewalahan. Perasaan ini mungkin disebabkan oleh kemampuan Anda mengatasi tekanan berlebihan atau terlalu lama berada di bawah tekanan. Tekanan tersebut bisa berupa hal kecil seperti macet di jalan, wawancara kerja hingga kehilangan orang yang dicintai.

Stres dalam tingkat rendah sebenarnya tidak membawa masalah, bahkan dalam beberapa kasus, stres bisa menjadi dorongan bagi seseorang untuk melakukan hal positif. Namun dalam tingkat yang parah, stres bisa mengganggu kesehatan Anda.

Gejala Umum Stres

Stres dapat memengaruhi semua kehidupan Anda, termasuk emosi, perilaku, kemampuan berpikir, dan kesehatan fisik Anda. Tetapi, gejala stres dapat bervariasi karena setiap orang menangani stres secara berbeda. Berikut ini gejala umum yang biasanya dirasakan oleh seseorang yang mengalami stres:

  • Jerawat
  • Sulit berkonsentrasi, menjadi pelupa, dan menunda/menghindari tanggung jawab
  • Susah tidur (insomnia) dan penurunan tingkat energi
  • Masalah pencernaan (termasuk sembelit, diare, dan mual)
  • Sakit kepala dan nyeri tubuh
  • Perubahan nafsu makan. Sebagian ada yang makan lebih banyak atau kehilangan selera makan karena stres
  • mudah marah dan tersinggung
  • Sulit beraktivitas secara normal
  • Sering menunjukkan perilaku gugup atau gelisah (seperti menggigit kuku atau mondar-mandir)
  • Merasa tertekan, menjadi pesimis atau hanya melihat sisi negatifnya
  • Hilangnya hasrat atau kemampuan seksual
  • Detak jantung yang cepat, gemetar, berdenging di telinga, tangan dan kaki dingin, serta berkeringat

Stres biasanya hilang ketika tekanan atau masalah terselesaikan atau menghilang. Namun, stres kronis dapat meningkat menjadi kecemasan atau depresi, jadi penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi atau menghilangkan stres jika memungkinkan.

Baca Juga : 7 Tips Atasi Hilangkan Stres Agar Hidup Lebih Nyaman

Depresi

Depresi mengacu pada pengalaman di mana Anda merasa sedih dalam waktu lama yang disebut “mood rendah” dan Anda juga kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya Anda nikmati. Meski secara umum kedua kondisi ini terlihat sama, tetapi depresi merupakan keadaan yang lebih serius sehingga memerlukan terapi dan perawatan khusus untuk dapat disembuhkan.

Gejala Umum Depresi

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang membuat penderita mengalami kesulitan melakukan aktivitas. Kondisi ini dapat digambarkan sebagai perasaan sedih, kehilangan, atau kemarahan yang mengganggu aktivitas sehari-hari penderita. Gejala umum yang biasa dialami saat seseorang mengalami depresi antara lain:

  • Merasa sedih, kehilangan harapan (putus asa), tidak berharga, membenci diri sendiri, atau rasa bersalah yang tidak pantas
  • Menarik diri dari pergaulan atau orang lain
  • Kehilangan minat
  • Mudah marah, hingga kemarahan yang meluap-luap
  • Makan sedikit atau lebih banyak dari biasanya
  • Kelelahan dan masalah tidur meningkat
  • Kehilangan semangat dan motivasi dalam hidup
  • Merasa tidak tenang, kecemasan atau gelisah
  • Merasa bersalah tanpa sebab, merasa diri tidak cukup baik
  • Berpikir untuk bunuh diri/suicidal thoughts

Meskipun beberapa gejala dan efeknya tampak serupa, ada perbedaan besar antara stres dan depresi. Stres adalah respon terhadap tekanan harian atau situasi yang mengancam, sementara depresi dapat terjadi bahkan jika segala sesuatu dalam hidup tampak baik-baik saja dan dapat bertahan selama bertahun-tahun.

Lalu, apa sebenarnya yang membedakan keduanya? Stres bukanlah masalah kesehatan mental karena penyebabnya jelas dan bisa diketahui. Stres biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring waktu. Meskipun stres bisa berdampak pada kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan dan depresi jika dibiarkan berlangsung lama.

Sementara depresi adalah masalah kesehatan mental yang memerlukan diagnosa medis. Seseorang tidak bisa memvonis dirinya sendiri depresi tanpa adanya pendapat dari tenaga ahli kesehatan mental. Depresi bisa sembuh dengan beberapa penanganan termasuk terapi dan pemberian obat-obatan.

Jika Anda tidak yakin apakah Anda menderita stres atau depresi, jangan menunda berbicara dengan penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan bantuan yang Anda butuhkan. Langkah pemulihan dimulai dengan menentukan penyebab masalah Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca Juga : Cara Tingkatkan Serotonin Agar Terhindar Dari Depresi

Sumber


Harley Therapy Counseling Blog (2015). Stress vs Depression-Do You Know the Difference? www.harleytherapy.co.uk
Inspire Malibu (2019). Is There a Difference Between Stress and Depression? www.inspiremalibu.com
Alvarado Parkway Institute (2019). What is the Difference Between Stress and Depression? www.apibhs.com
Mental Health America (2020). Stressed or Depressed? www.mhanational.org
Premier Health (2017). Anxiety, Depression, Stress: Why the Differences Matter. www.premierhealth.com



Add Your Comment