Kenali Jenis Kulitmu dan Skincare yang Sesuai

www.stylenanda.com

Banyak orang menentukan jenis kulitnya sendiri hanya dengan menebak-nebak berdasar ciri-ciri umumnya saja. Sehingga, kulit masih terasa sama saja walaupun sudah menghabiskan banyak rangkaian skincare.

Mengetahui jenis kulit sendiri merupakan faktor penting untuk menentukan produk skincare wajah yang tepat bagi kulit. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Apa Jenis Kulitmu?

Leslie Baumann membagi jenis-jenis kulit wajah menjadi tiga dasar yaitu, hidrasi kulit, sensitifitas kulit, pigmentasi kulit, dan penuaan atau skin aging.

1. Hidrasi kulit

Hidrasi kulit dapat digolongkan menjadi 4 yaitu kulit kering, berminyak, normal, dan kombinasi. Kulit kering punya ciri-ciri pertahan kulit (barrier) yang terganggu, kurangnya kelembapan pada kulit wajah, dan menurunnya produksi sebum atau minyak alami kulit wajah. Kulit berminyak punya ciri-ciri meningkatnya produksi sebum atau minyak kulit wajah.

Sedangkan kulit kombinasi biasanya berminyak di daerah T zone, dan cenderung kering di daerah yang lain. Untuk kulit normal, artinya kulit memiliki kadar hidrasi yang seimbang dan resisten. Sedikit atau sama sekali tidak berjerawat, dan kulit tidak sensitif.

2. Sensitifitas kulit

Parameter untuk mengukur jenis kulit selanjutnya adalah sensitifitas kulit. Sensitifitas kulit dibagi menjadi dua yaitu kulit sensitif dan resisten.

Kulit sensitif adalah kulit yang mudah mengalami inflamasi seperti mudah berjerawat, alergi, mudah merasa clekit-clekit (stinging), dan kulit rosacea. Kulit sensitif punya keuntungan yaitu mudah menyerap bahan aktif skincare, jadi kerja skincare bisa lebih optimal. Namun, kekurangan kulit sensitif adalah mudah reaktif dan inflamasi.

Sebaliknya, kulit resisten memiliki ambang penetrasi bahan aktif yang tinggi. Kulit resisten tidak mudah menyerap bahan-bahan aktif. Jadi dibutuhkan waktu lama supaya bahan-bahan aktif ini bisa bekerja. Kulit resisten punya keuntungan mudah cocok dengan produk, tidak mudah inflamasi.

Baca JugaLangkah Tepat Membersihkan Wajah untuk Kulit Berjerawat

3. Pigmentasi kulit

Pigmentasi kulit adalah kecenderungan kulit untuk membentuk hiperpigmentasi atau gampang menimbulkan bintik noda wajah. Seperti saat terkena matahari kulit wajah mudah muncul frackles, mudah flek, atau setelah jerawat sembuh justru meninggalkan bekas bintik cokelat. Pigmentasi kulit bisa dibagi jadi dua, yaitu pigmented dan non-pigmented.

4. Skin aging

Skin aging digolongkan menjadi kulit yang kencang (tight) dan mudah berkerut (wrinkle). Hal tersebut bukan dilihat dari keadaan kulit saat ini saja, tapi pola hidup dan usia kronologis seseorang.

Dilihat dari pola hidup. Jika anda punya kebiasaan seperti merokok, kurang tidur, kurang olahraga, kurang minum air putih, makan tidak bergizi, sering stress, dan aktivitas sehari-hari sering terpapar matahari, maka kecenderungan kulit untuk mudah berkerut akan lebih besar.

Cara Memilih Skincare

Dari pembahasan di atas, ada banyak sekali indikator untuk menentukan jenis kulit. Namun, anda bisa memilih skincare berdasar satu atau dua masalah yang paling dominan. Contohnya, jika anda berusia 23 tahun memiliki jenis kulit kering, resisten, pigmented, aging, maka anda cukup memilih skincare untuk kulit kering.

1. Pilih sesuai jenis kulit

Kulit kering sebaiknya memilih skincare yang dapat mencegah transepidermal water loss atau penguapan air. Pastikan memilih produk yang memiliki agen pelembab seperti propylene glycol dan butylene glycol.

Orang dengan kulit berminyak disarankan memilih skincare khusus kulit berminyak yang berbentuk gel atau serum. Kedua tekstur skincare tersebut sangat ringan, tanpa minyak, dan cepat menyerap tanpa meninggalkan rasa lengket. Meski memiliki kulit berminyak, skincare harus memiliki kandungan pelembab ringan seperti glycerin.

Sedangkan kulit berjerawat disarankan memilih skincare dengan bahan penangkal jerawat seperti salicylic acid dan benzoyl acid. Gunakan juga skincare bertekstur ringan untuk kulit sensitif berjerawat.

Bagi kulit yang memiliki masalah hiperpigmentasi, gunakan serum dengan kandungan vitamin C, niacinamide, kojic acid, glycolic acid, atau retinol. 5 kandungan tersebut dapat mengikis noda dan flek pada wajah.

Baca Juga4 Tips Membersihkan Wajah untuk Kulit Berminyak

2. Tentukan rangkaiannya

Minimal rangkaian skincare yang harus digunakan terdiri dari cleanser, pelembab, dan tabir surya. Anda juga dapat melengkapinya sesuai kebutuhan dan kemampuan anda.

Untuk berbagai permasalahan kulit yang ada, salah satu jenis skincare terbaik yang perlu ditambahkan adalah serum. Kelebihan dari serum wajah adalah produk ini bisa lebih cepat diserap oleh kulit. Anda juga bisa menambahkan toner, krim wajah, essence, dan eye cream. Eksfoliator dan masker juga bisa digunakan seminggu sekali.

Rangkaian perawatan yang berlayer-layer memang bisa memberikan nutrisi lebih pada kulit. Namun, hal tersebut belum tentu cocok atau berpangaruh pada kulit setiap orang. Perhatikan juga kebutuhan kulit anda yang sesungguhnya.

3. Periksa kandungannya

Selain memeriksa kandungan bahan aktif pada skincare yang berfungsi untuk melawan permasalah kulit yang ada, perhatikan juga bahan yang mungkin menyebabkan kulit tidak cocok atau berbahaya bagi kulit.

Memilih kosmetik hanya berdasar informasi iklan atau tren sungguh tidak objektif. Anda harus jeli dan teliti dalam memilih kosmetik yang aman sehingga terhindar dari efek samping yang akan merugikan.

Baca Juga : Perawatan Wajah yang Wajib Dilakukan Setiap Hari

 

Sumber :
Benscrub. What is Your Skin Type. www.benscrub.com
Clarin Hayes. (2018). Apa Itu Skincare Diet. www.youtube.com
Clarin Hayes. (2018). Tentukan Jenis Kulitmu untuk Skincare yang Cocok. www.youtube.com
Leslie Baumann (2008). Understanding and Treating Various Skin Types : The Baumann Skin Type Indicator. www.derm.theclinics.com
Simple Skincare. How to Identify Your Skin Type. www.simpleskincare.com