Waspadai Gejala Kanker Getah Bening

Waspadai Gejala Kanker Getah Bening

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Kanker getah bening (limfoma) berawal ketika sel kanker pada sistem kekebalan tubuh melawan infeksi sel darah putih yang disebut limfosit. Sel-sel ini berada di kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus, sumsum tulang, dan bagian tubuh lainnya. 

Ketika seseorang menderita kanker getah bening, limfosit tumbuh di luar kendali. Sel-sel tersebut berkembang dengan cepat dan berkembang biak. Mutasi juga memungkinkan sel untuk terus hidup ketika sel normal lainnya akan mati. Hal ini menyebabkan terlalu banyak limfosit dan menjadi tidak efektif di kelenjar getah bening Anda dan menyebabkan kelenjar getah bening, limpa dan hati membengkak.

Kanker ini berbeda dengan leukimia. Kedua sel kanker tersebut memiliki tipe yang berbeda. Kanker getah bening dimulai pada limfosit yang melawan infeksi. Sedangkan, leukemia dimulai pada sel pembentuk darah di dalam sumsum tulang.

Baca Juga: Perbedaan Leukemia dan Kanker Getah Bening

Faktor Risiko

Faktor-faktor berikut ini meningkatkan risiko terjadinya kanker getah bening :

  • Beberapa jenis limfoma lebih sering terjadi pada dewasa muda, sementara yang lain paling sering didiagnosis pada orang berusia di atas 55 tahun. 
  • Laki-laki sedikit lebih berisiko terkena daripada perempuan. 
  • Memiliki sistem kekebalan yang bermasalah, atau pada orang yang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh. 

Gejala

Berikut beberapa gejala yang dirasakan orang dengan kanker getah bening:

  • Pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening), biasanya di leher, ketiak, atau selangkangan.
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Demam
  • Berkeringat saat malam
  • Kelelahan 
  • Penurunan berat badan 
  • Gatal

Meski demikian, jika Anda mengalami gejala di atas pun belum tentu mengidap kanker getah bening, gejala di atas juga bisa menjadi tanda peringatan dari penyakit lain. Karena itu, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui dengan pasti penyakit Anda.

Diagnosa

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan kelenjar getah bening yang membengkak. Pembengkakan kelenjar getah bening tidak selalu berhubungan dengan kanker, berbagai masalah kesehatan lain juga bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. 

Anda mungkin mendapatkan biopsi untuk memeriksa sel kanker. Untuk tes ini, dokter akan mengangkat semua atau sebagian dari kelenjar getah bening, atau menggunakan jarum untuk mengambil sedikit jaringan dari kelenjar yang terkena. Anda mungkin juga menjalani salah satu tes berikut untuk membantu mendiagnosis, menentukan stadium, atau mengelola penyakit Anda:

  • Aspirasi atau biopsi sumsum tulang. Dokter akan mengambil cairan atau jaringan dari sumsum tulang Anda -untuk mencari sel limfoma. 
  • Rontgen dada untuk melihat gambar kondisi dalam tubuh Anda.
  • MRI untuk mendapatkan gambar organ dan struktur di dalam tubuh Anda.
  • Pemindaian PET dengan zat radioaktif untuk mencari sel kanker di tubuh Anda. 
  • Tes molekuler untuk menemukan perubahan pada gen, protein, dan zat lain dalam sel kanker untuk membantu dokter mengetahui jenis limfoma yang Anda miliki.
  • Tes darah untuk memeriksa jumlah sel tertentu, kadar zat lain, atau bukti infeksi dalam darah Anda.

Baca Juga: 12 Langkah Awal Mendeteksi Kanker Sejak Dini

Sumber

Mayoclinic. 2019. Lymphoma. www.mayoclinic.org

WebMD. 2020.  What is Lyphoma?. www.webmd.com

HealthLine. 2015. Everything You Need to Know About Lymphoma. www.healthline.com