Pentingnya Jumlah Trombosit Normal dalam Darah

Pentingnya Jumlah Trombosit Normal dalam Darah

Penulis: Dita | Editor: Umi

Darah yang bersirkulasi di tubuh kita memiliki beberapa bagian yang memiliki fungsi berbeda. Salah satu dari bagian darah itu adalah trombosit. Trombosit merupakan sel darah yang bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah. Jika terjadi kerusakan pada dinding pembuluh darah, trombosit akan menuju ke lokasi cedera untuk membentuk jaring atau gumpalan yang akan menghentikan pendarahan.

Trombosit memiliki ukuran yang sangat kecil dengan bentuk mirip piringan dan tidak berwarna. Tugas trombosit adalah mengaktifkan serangkaian proses di dalam plasma darah yang memicu proses penyembuhan luka.

Karena kemampuannya mengontrol perdarahan, trombosit sangat penting bagi pasien yang sedang melakukan pembedahan jantung, mengalami luka bakar, pasien yang sedang melakukan operasi transplantasi sumsum tulang belakang, bayi prematur hingga pasien kanker.

Baca Juga : Sistem Peredaran Darah pada Manusia

Karena perannya yang penting ini, jumlah trombosit harus normal. Jika terlalu rendah, risiko pendarahan yang tidak terkontrol dan berkepanjangan akan meningkat. Sementara trombosit yang terlalu banyak bisa mengakibatkan terbentuknya gumpalan darah yang tidak normal. Kedua kondisi ini bisa menjadi serius dan mengancam jiwa.

Berapa Jumlah Trombosit yang Normal?

Jumlah trombosit dikatakan normal jika berkisar antara 150.000 hingga 450.000 trombosit per mikroliter darah. Apabila jumlah trombosit di dalam tubuh Anda lebih dari 450.000, Anda akan mengalami trombositosis.

Sementara bila jumlahnya kurang dari 150.000, maka Anda akan mengalami trombositopenia. Untuk bisa mengetahui berapa jumlah trombosit dalam darah, Anda bisa melakukan pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/CBC).

Apa yang Akan Terjadi Jika Jumlah Trombosit di Dalam Tubuh Terlalu Banyak?

Ketika seseorang mengalami trombositosis, gejala yang muncul berupa terjadinya pembekuan darah secara spontan di lengan dan kaki. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Pada kasus yang parah, pasien harus menjalani prosedur yang disebut apheresis trombosit. Metode ini dilakukan dengan mengeluarkan darah, memisahkan trombositnya kemudian mengembalikan lagi darah tersebut ke tubuh. Tujuannya adalah untuk ‘menghilangkan’ trombosit yang berlebih.

Ada dua jenis trombositosis yakni trombositosis primer (esensial) dan sekunder (reaktif). Trombositosis primer terjadi karena adanya sel abnormal di sumsum tulang belakang yang menyebabkan produksi trombosit menjadi terlalu banyak. Penyebab pasti dari trombositosis primer ini tidak diketahui dengan jelas.

Sedangkan trombositosis sekunder adalah kondisi meningkatnya jumlah trombosit karena berbagai penyakit. Anemia, kanker, radang atau infeksi bisa menyebabkan seseorang mengalami trombositosis.

Baca Juga : Cermati Tinggi Rendahnya Kadar Gula Darah dalam Tubuh

Apa yang Akan Terjadi Jika Jumlah Trombosit di Dalam Tubuh Terlalu Sedikit?

Trombosit yang terlalu sedikit atau trombositopenia disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik, efek pengobatan, jenis kanker tertentu (seperti leukemia atau limfoma), efek kemoterapi untuk kanker, gangguan disfungsi ginjal hingga konsumsi alkohol yang terlalu banyak.

Orang yang mengalami infeksi virus (seperti hepatitis dan HIV), memiliki masalah autoimun (seperti lupus) dan kehamilan juga bisa menyebabkan produksi trombosit menurun. Trombositopenia bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti mudah memar, sering mengalami perdarahan di gusi, hidung dan saluran pencernaan, mudah lelah, serta mata tampak kuning.

Dibanding komponen darah yang lain, trombosit memiliki usia yang lebih pendek. Setiap satu sel trombosit hanya bertahan selama 10 hari. Artinya, kita memerlukan trombosit dalam jumlah tepat setiap saat agar tidak mengalami berbagai risiko kesehatan.

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk menjalani operasi atau prosedur lain yang bisa menyebabkan perdarahan dan pembekuan, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu. Apabila trombosit Anda terlalu banyak atau terlalu rendah, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengatur strategi sehingga prosedurnya bisa berlangsung dengan aman dan tidak membahayakan jiwa.

Baca Juga : Fakta Penting Trombosit dalam Darah dan Kelainannya

 

Sumber

John Hopkins Medicine (2020). What are Platelets and Why are They Important? www.hopkinsmedicine.org
Medical News Today (2020). What do high or low platelet count levels mean?. www.medicalnewstoday.com
Miller-Keystone Blood Center (2020). What are Platelets? www.giveapint.org
Scene Direct (2011). Thrombocyte. www.sciencedirect.com
Verywell Health (2019). The Function of Blood Platelets or Thrombocytes. www.verywellhealth.com