Ibu Hamil Wajib Tahu, Begini Cara Menghitung Usia Kehamilan dan Manfaatnya

Ibu Hamil Wajib Tahu, Begini Cara Menghitung Usia Kehamilan dan Manfaatnya

Penulis: Marizka | Editor: Handa

Janin tumbuh dan berkembang di dalam rahim selama masa kehamilan. Memastikannya dalam keadaan baik adalah tugas Anda sebagai orang tua. Salah satu cara untuk  memantau perkembangan janin adalah dengan cara menghitung usia kehamilan. Meski terdengar sepele, hal ini penting untuk dilakukan.

Sayangnya, tidak semua ibu dapat menghitung dengan benar usia kehamilannya, apalagi pada kehamilan pertama. Berikut ini beberapa cara menghitung usia kehamilan yang bisa Anda gunakan.

1. Perhitungan Neagele’s

Perhitungan Naegele’s adalah cara populer saat ini untuk menetapkan tanggal persalinan. Metode ini berpedoman pada hari terakhir menstruasi sebelum hamil. Cara menghitungnya, sebagai berikut:

  • Catat tanggal haid pertama haid terakhir (HPHT) Anda
  • Tambahkan satu tahun
  • Tambahkan tujuh hari
  • Mundurkan ke tiga bulan sebelumnya

Misalnya, jika HPHT Anda adalah 11 Agustus 2020, perhitungannya menjadi :

  • Tambah 1 tahun ( jadikan tanggal 11 Agustus 2021)
  • Tambahkan 7 hari ( menjadi 18 Agustus 20201)
  • Mundurkan ke tiga bulan sebelumnya (hingga 18 Mei 2021)
  • Hari Kelahiran bayi Anda adalah 18 Mei 2021

Jika Anda menemukan perbedaan tanggal antara aplikasi kehamilan dan perhitungan tanggal dari dokter, kemungkinan besar perbedaan tersebut didasarkan pada tanggal ovulasi dan bukan tanggal haid terakhir Anda. Pasalnya, tanggal ovulasi dapat terjadi lebih awal atau lebih lambat dari hari ke-14 siklus menstruasi.

2. USG

USG transvaginal bisa menjadi pilihan untuk Anda yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Hasil USG untuk menghitung usia kehamilan, sebaiknya dilakukan pada awal masa kehamilan agar lebih akurat. Pasalnya, pada masa ini, janin aktif dan berkembang dengan kecepatan sama.

USG dapat dilakukan antara usia kehamilan 9 minggu dan 13 minggu. Prosedur ini akan mengukur panjang janin dari mahkota hingga bokong. Begitulah cara mereka memperkirakan berapa usia janin, dan memberikan perkiraan tanggal kelahiran

3. Menghitung Tinggi Fundus

Tinggi fundus adalah ukuran dalam sentimeter dari tulang kemaluan sampai bagian atas rahim Anda. Setelah 20 minggu, tinggi fundus Anda biasanya akan sama dengan jumlah minggu  kehamilan. Misalnya, jika usia kehamilan Anda adalah 21 minggu, tinggi fundus Anda juga akan mengikuti yaitu sekitar 21 sentimeter.

4. Deteksi Gerakan Janin

Cara menghitung usia kehamilan berikutnya yaitu dengan mendeteksi gerakan janin. Cara melakukannya, Anda hanya perlu merasakan gerakan janin. Jika Anda merasa bahwa janin sudah mulai bergerak, diperkirakan usia kehamilan Anda adalah 18-20 minggu bagi wanita yang baru pertama kali hamil.

Namun, bagi Anda yang sudah pernah hamil, jika sudah merasakan gerakan janin, diperkirakan usia kehamilannya adalah 16-18 minggu. Perlu diketahui bahwa cara ini tidak 100 persen akurat. Meski begitu, cara ini bisa dijadikan patokan untuk persiapan kelahiran.

Baca Juga : 10 Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Janin dalam Kandungan

Manfaat Menghitung Usia Kehamilan

Setelah mengetahui cara menghitung usia kehamilan, mungkin Anda bertanya-tanya apa manfaatnya. Simak ulsan di bawah ini untuk mengetahui manfaat menghitung usia kehamilan.

1. Berguna Untuk Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)

HPL dihitung 40 minggu (280 hari) setelah hari pertama menstruasi terakhir atau 38 minggu (266 hari) setelah ovulasi. Meskipun USG awal dapat digunakan untuk menentukan atau mengubah tanggal kelahiran, namun pada dasarnya, perhitungannya tetap sama berdasarkan periode kehamilan, yaitu 280 hari.

Mengetahui HPL adalah hal penting yang tidak boleh terlewatkan oleh Anda, sebagai calon orang tua. Pasalnya, Anda dapat mempersiapkan segala kebutuhan bayi dan ibu yang diperlukan setelah melahirkan. Selain itu pula, hal ini dapat mengurangi kepanikan menjelang persalinan.

2. Memberikan Asupan Gizi yang Tepat Sesuai Usia Kehamilan

Mengonsumsi makanan yang bervariasi dan seimbang dari masa prakonsepsi sangat penting. Hal ini untuk memastikan kesehatan ibu dan janin yang ada di dalam kandungan.

Pasalnya, kebutuhan asupan gizi pada setiap usia kehamilan berbeda beda. Oleh sebab itu, ibu hamil perlu mengetahui usia agar dapat menyesuaikan asupan gizi yang dibutuhkan.

Baca Juga : Dampak Ibu Hamil Kekurangan Kalsium (Hipokalsemia)

3. Membatasi Aktivitas Sesuai yang Diperbolehkan

Mengetahui usia kehamilan juga memiliki manfaat untuk beraktifitas sesuai dengan yang diperbolehkan oleh dokter kandungan. Sebab, ada beberapa aktivitas yang jika dilakukan dapat mengganggu perkembangan janin.

Apalagi pada trimester awal kehamilan sangat rentan. Beberapa aktivitas yang mungkin harus dihindari, seperti menaiki roller coaster, melakukan aktivitas berat, dan merokok.

4. Mengetahui Berat Badan Bayi Sesuai Usia Kandungan

Bayi yang sehat bisa dalam berbagai ukuran, tetapi perkembangannya cenderung bisa diprediksi melalui berat badan sesuai usia kandungan. Kondisi ini juga merupakan salah satu faktor penentu kelancaran persalinan Anda. Untuk itu penting bagi Anda mengetahui usia kandungan.

Menghitung usia kehamilan tidak hanya berguna bagi Anda. Namun juga penyedia layanan kesehatan, untuk memeriksa kehamilan dan merencanakan persalinan. Walaupun sudah diperkirakan, sebaiknya Anda tidak terpaku pada tanggal tersebut, karena bisa saja, Anda melahirkan sebelum atau setelah perkiraan tanggal tersebut.

Baca Juga : 8 Penyebab Umum Keguguran yang Perlu Diwaspadai Ibu Hamil

Sumber


Healthline. 2018. How to Calculate Your Due Date. www.healthline.com
Verywell Health. 2020. How to Calculate Your Pregnancy Due Date. www.verywellhealth.com  
Verywell Health. 2020. Average Baby Weight and Length in the First Year. www.verywellhealth.com
American Pregnancy Association. Calculating Conception. americanpregnancy.org
Medical News Today. 2018. What to avoid during pregnancy. www.medicalnewstoday.com