Hubungan Sering Bersendawa dengan Masalah Pencernaan dan Enzim

Image : malangtoday.net

Penulis : Dita Safitri | Editor : Atsa

Bersendawa atau yang dalam istilah kesehatan disebut eruktasi merupakan hal biasa terjadi, terutama ketika kita selesai makan. Sama seperti flatus (kentut), bersendawa terjadi saat tubuh ingin mengeluarkan gas berlebih.

Bersendawa sebenarnya adalah hal yang normal. Tapi ketika frekuensinya terlalu sering disertai nyeri, perut kembung dan rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda patut waspada. Sendawa berlebih ternyata bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan terutama pencernaan Anda.

Berapa kali sendawa itu bisa dikatakan sering? Rabia De Latour, MD, ahli gastroenterologi dan endoskopi lanjut di Sekolah Kesehatan, Universitas New York mengatakan, “Jika Anda bersendawa sampai itu terasa mengganggu dan terjadi lebih dari 3 hari dalam seminggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.”

Baca Juga : 6 Makanan Penyebab Perut Kembung

Bagaimana Sendawa Bisa Terjadi?

Ketika kita menelan makanan, ia akan melewati kerongkongan yang disebut esophagus kemudian masuk ke perut. Di dalam perut, tubuh kita aka  menggunakan asam, bakteri dan bahan kimia yang disebut enzim untuk memecahnya menjadi nutrisi yang digunakan sebagai sumber energi.

Jika Anda menelan udara bersama makanan itu, atau meminum minuman bersoda yang mengandung gelembung, gas-gas itu bisa naik lagi ke kerongkongan. Inilah yang kita kenal dengan istilah sendawa. Minuman bersoda merupakan alasan paling umum yang menyebabkan seseorang bersendawa. Tapi biasanya, gas yang terbawa oleh minuman bersoda ini tidak masuk sampai ke perut. Gas ini hanya tertahan di esofagus sebelum akhirnya keluar menjadi sendawa.

Kapan Sendawa Harus Ditanggapi dengan Serius?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sendawa yang terjadi lebih dari 3 hari dalam seminggu atau sampai mengganggu aktivitas itu wajib diwaspadai. Pakar kesehatan menyebut bahwa sendawa berlebih adalah pertanda adanya masalah serius pada pencernaan Anda. Apalagi jika disertai dengan gejala lanjutan sebagai berikut :

1. Mendadak Muntah

Jika tiba-tiba Anda bersendawa disertai mual dan muntah, ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa. Ketika tubuh tidak bisa menahan apa yang ada dalam perut, bisa jadi ada penyumbatan usus. Ini juga bisa menjadi gejala flu perut, infeksi bahkan kanker.

2. Kembung

Kembung sebenarnya tidak selalu jadi pertanda adanya masalah kesehatan yang serius. Ini bisa jadi karena Anda mengalami sindrom iritasi usus, intoleransi laktosa atau sekadar terlalu banyak menelan udara. Tapi jika kembung sampai terasa menyakitkan diikuti sendawa terus menerus, segera periksakan diri Anda ke unit kesehatan terdekat.

3. Kerongkongan Terasa Seperti Terbakar

Ketika Anda bersendawa terus menerus setelah makan, Anda akan merasakan asamnya cairan perut di kerongkongan dan dada seperti terbakar. Jika ini terjadi, Anda mungkin mengalami refluks gastroesofagus atau biasa kita kenal dengan sebutan tukak lambung. Jika asam perut terus menerus naik ke kerongkongan, ini bisa menjadi gejala awal munculnya kanker dan harus diwaspadai.

4. Terjadi Penurunan Berat Badan yang Tidak Diinginkan

Turunnya bobot tubuh secara drastis diiringi dengan kebiasaan bersendawa adalah tanda lain adanya penyumbatan usus. Jika penurunan terjadi perlahan-lahan padahal Anda tidak diet atau berolahraga keras, bisa berarti tubuh tidak mampu mencerna makanan dengan baik. Periksakan diri ke dokter untuk menemukan adanya kondisi penyakit khusus seperti IBS (Irritable Bowel Syndrom), Crohn atau alergi makanan.

Jika bersendawa muncul bersama dengan masalah pencernaan lain seperti diare, sembelit dan buang angin, itu bisa jadi pertanda adanya masalah dasar seperti IBS, intoleransi laktosa atau alergi makanan.

Baca Juga : Daftar Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Maag

Hubungan Bersendawa dengan Enzim Pencernaan

Sendawa berlebih ternyata ada hubungannya dengan enzim dalam tubuh. Agar pencernaan berjalan dengan baik, perut kita dibantu oleh beberapa jenis enzim. Enzim-enzim pencernaan itu tersebar mulai dari mulut, lambung, pankreas hingga usus. Kekurangan salah satu dari enzim-enzim ini bisa mengakibatkan masalah pencernaan.

Kurangnya pasokan enzim ini akan memunculkan gas berlebih di dalam perut. Akibatnya Anda akan merasa kembung terutama setelah makan. Untuk mengeluarkan gas berlebih ini, tubuh kita bereaksi dengan buang angin melalui mulut (sendawa) atau melalui anus yakni dengan cara flatus (kentut).

Masalah enzim pencernaan ini bisa muncul akibat pola makan yang tidak sehat. Kebiasaan jarang makan, terlalu sedikit mengonsumsi kalori hingga makanan yang nutrisinya rendah bisa memicu masalah enzim. Selain itu faktor usia juga bisa menjadi salah satu penyebabnya karena semakin tua seseorang, semakin berkurang produksi enzim di dalam tubuh.

Jika Anda mengalami masalah sendawa berlebihan yang mengganggu, tidak ada salahnya waspada. Lakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan terbaik.

Baca Juga : Manfaat Probiotik Bagi Kesehatan Tubuh

 

Sumber :
Kompas (2010). Waspadai Gangguan Enzim Pencernaan. www.lifestyle.kompas.com
Today (2016). Burping Too Much? 5 Surprising Things Your Body May Be Trying to Tell You. www.today.com
Women’s Health (2018). 6 Signs Your Excessive Burping Might Not Be Totally Normal. www.womenshealthmag.com
Mayo Clinic (2017). Belching, Intestinal Gas And Bloating: Tips for Reducing Them. www.mayoclinic.com
Webmd (2017). Why Am I Burping? www.webmd.com