Gigantisme: Pahami Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Gigantisme: Pahami Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penulis: Umi Fatimah

Gigantisme adalah suatu kondisi yang sangat langka yang terjadi ketika seorang anak atau remaja memiliki tingkat hormon pertumbuhan (GH) yang tinggi dalam tubuhnya. Kondisi ini menyebabkan penderita gigantisme tumbuh sangat tinggi.

Gigantisme terjadi ketika kelenjar pituitari anak Anda memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan. diagnosis dan pengobatan dini sangat penting dalam kasus gigantisme.

Perawatan yang tepat bagi penderita gigantisme dapat menghentikan atau memperlambat tinggi badan berlebihan dan komplikasi lainnya. Namun, kondisi ini masih sulit dideteksi oleh orang tua karena gejala gigantisme tampak seperti pertumbuhan normal pada masa kanak-kanak pada awalnya.

Baca Juga: Pahami Akromegali, Kondisi yang Terjadi Karena Kelebihan Hormon Pertumbuhan

Perbedaan antara Gigantisme dan Akromegali

Gigantisme dan akromegali adalah kondisi yang disebabkan oleh kelebihan hormon pertumbuhan (GH). Meski serupa, keduanya memiliki perbedaan mencolok. Perbedaannya terletak pada siapa yang terkena kondisi ini.

Gigantisme terjadi pada anak-anak. Kelebihan produksi hormon pertumbuhan terjadi pada masa pubertas, saat seorang anak masih dalam masa pertumbuhan alami. Hal ini menyebabkan peningkatan tinggi dan ukuran untuk usia anak.

Di sisi lain, akromegali menyerang orang dewasa paruh baya. Akromegali disebabkan oleh kelebihan produksi hormon pertumbuhan, bahkan setelah masa pubertas. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan yang tidak lazim di masa dewasa, khususnya tangan, kaki, dan fitur wajah membesar. Tak hanya itu, gigantisme lebih jarang terjadi dibandingkan akromegali.

Gejala Gigantisme

Jumlah hormon pertumbuhan (GH) yang berlebihan menyebabkan tanda dan gejala gigantisme. Anak-anak dengan gigantisme juga dapat mengalami gejala-gejala tertentu karena tumor hipofisis memberikan tekanan pada otak dan jaringan saraf di sekitarnya.

Tanda utama gigantisme adalah pertumbuhan yang berlebihan. Anak-anak dengan gigantisme tumbuh tinggi dengan cepat.

Selain sangat tinggi/besar untuk usianya, ciri-ciri fisik gigantisme antara lain:

  • Dahi sangat menonjol dan rahang menonjol
  • Celah di antara gigi
  • Penebalan fitur wajah
  • Tangan dan kaki besar dengan jari tangan dan kaki tebal.

Selain itu, gejala gigantisme lainnya meliputi:

  • Pembesaran organ dalam terutama jantung anak
  • Keringat berlebihan (hiperhidrosis)
  • Penglihatan ganda atau kesulitan dengan penglihatan samping (perifer)
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Pubertas tertunda
  • Menstruasi tidak teratur
  • Masalah tidur, seperti sleep apnea
  • Kelemahan otot.

Jika anak Anda mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Berbagai Perubahan yang Terjadi pada Anak Ketika Pubertas Dini

Penyebab Gigantisme

Penyebab paling umum dari gigantisme adalah tumor jinak (bukan kanker) pada kelenjar hipofisis anak (adenoma hipofisis) yang melepaskan kelebihan hormon pertumbuhan (GH).

Anak-anak dengan gigantisme hampir selalu memiliki tumor hipofisis besar yang disebut makroadenoma (adenoma hipofisis yang berdiameter 10 milimeter atau lebih besar) saat didiagnosis. Gigantisme juga bisa disebabkan oleh hiperplasia hipofisis, yaitu ketika kelenjar pituitari Anda membesar.

Banyak anak penderita gigantisme mengalami mutasi genetik yang menyebabkan terbentuknya tumor hipofisis. Mutasi genetik paling umum yang terkait dengan gigantisme adalah mutasi atau penghapusan gen AIP, yang mencakup sekitar 29% populasi penderita gigantisme.

Gigantisme dapat terjadi sebagai bagian dari beberapa kelainan genetik langka yang menyebabkan peningkatan risiko berkembangnya tumor hipofisis yang memicu kelebihan hormon pertumbuhan, termasuk:

  • Carney complex: Kelainan genetik yang memengaruhi warna kulit (pigmentasi) dan menyebabkan tumor jinak pada kulit, jantung, dan kelenjar endokrin.
  • McCune-Albright syndrome: Penyakit genetik yang memengaruhi pigmentasi tulang dan kulit.
  • Multiple endocrine neoplasia (MEN) tipe 1 atau tipe 4: Kelainan genetik di mana satu atau lebih kelenjar endokrin terlalu aktif atau membentuk tumor.
  • Familial isolated pituitary adenomas (FIPA): Penyakit genetik yang membentuk tumor hipofisis.
  • Neurofibromatosis: Penyakit dimana tumor terbentuk pada saraf otak dan tulang belakang.

Diagnosis Gigantisme

Gigantisme sulit didiagnosis karena jarang terjadi dan karena tingkat pertumbuhan dapat sangat bervariasi dari satu anak ke anak lainnya karena faktor genetik dan lingkungan.

Secara umum, dokter akan mencurigai gigantisme ketika tinggi badan anak tiga kali lebih tinggi di atas rata-rata tinggi badan normal untuk jenis kelamin dan usianya atau dua kali lebih tinggi di atas rata-rata yang disesuaikan berdasarkan badan orang tuanya.

Jika dokter mengira anak Anda menderita gigantisme, dokter akan merujuk anak Anda ke dokter spesialis endokrin (dokter yang berspesialisasi dalam kondisi terkait hormon). Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan riwayat kesehatan dan keluarga anak Anda, evaluasi tahap pubertas anak, dan tes khusus, seperti tes darah dan tes pencitraan.

Pengobatan Gigantisme

Pengobatan gigantisme harus dimulai sedini mungkin. Jika tidak menjalani pengobatan, anak penderita gigantisme dapat mengalami masalah kesehatan yang serius, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan radang sendi.

Adapun pengobatan untuk gigantisme meliputi:

  • Pembedahan, untuk mengangkat atau mengecilkan tumor hipofisis.
  • Radioterapi, untuk memperlambat pertumbuhan tumor dan menurunkan kadar hormon pertumbuhan.
  • Terapi obat, untuk mengontrol kadar hormon pertumbuhan, meringankan gejala, dan mengecilkan tumor.

Pasien dengan gigantisme perlu rutin melakukan kontrol ke dokter untuk memantau pengobatan dan memastikan kadar hormon berada dalam kisaran normal.

Jika Anda melihat perubahan pada tingkat pertumbuhan anak Anda dan/atau perubahan pada ciri fisiknya, penting untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sesegera mungkin. Meskipun kemungkinan besar gigantisme bukanlah penyebabnya, perubahan apa pun yang terkait dengan pertumbuhan anak patut dievaluasi.

Baca Juga: Pahami Cara Memaksimalkan Pertumbuhan dan Tinggi Badan Anak

 

Sumber

Cleveland Clinic. Gigantism. my.clevelandclinic.org

Healthline. Gigantism. healthline.com

Health Direct. Gigantism. healthdirect.gov.au

Medline Plus. Gigantism. medlineplus.gov

Medical News Today. Gigantism vs. acromegaly: What is the difference?. medicalnewstoday.com