Gejala yang Mungkin Dirasakan Jika Terkena Kanker Rahim

Gejala yang Mungkin Dirasakan Jika Terkena Kanker Rahim

Penulis: Dita | Editor: Atsa

Di antara sekian banyak jenis kanker yang ada di dunia ini, kanker rahim atau kanker serviks adalah penyebab kematian wanita terbesar nomor 2 di dunia. Menurut data dari Kementerian Kesehatan (per Januari 2019), ada setidaknya 23,4 kasus kanker serviks yang terjadi di Indonesia per 100.000 penduduk.

Dianggap sebagai momok mengerikan, kanker rahim pada stadium awal umumnya tidak disadari oleh penderitanya. Kanker biasanya baru terdiagnosis setelah pasien menunjukkan gejala pada stadium lanjut. Lantas, pertanda apa saja yang patut diwaspadai sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal?

1. Perdarahan yang Tidak Normal

Dalam kebanyakan kasus kanker serviks, perdarahan yang tidak biasa adalah gejala yang umum dialami. Perdarahan tersebut terjadi antara lain ketika sedang atau setelah berhubungan seks, perdarahan yang terjadi di antara periode menstruasi atau perdarahan yang terjadi setelah pasien melewati masa menopause.

2. Menstruasi yang Tidak Normal

Munculnya bercak-bercak darah di luar periode menstruasi, durasi datang bulan yang lebih lama dengan jumlah darah yang lebih banyak dari biasanya juga sebaiknya diwaspadai.

3. Sakit Saat Berhubungan Seksual

Perasaan sakit dan tidak nyaman selama berhubungan seksual juga menjadi salah satu gejala awal dari kanker rahim yang tidak banyak disadari.

4. Nyeri Pinggul dan Punggung

Nyeri di sekitar pinggul dan punggung biasanya hanya dianggap sebagai sakit sendi. Namun ketika gejala yang muncul ini tidak bisa dijelaskan dan berlangsung dalam waktu lama, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebabnya. Dalam beberapa kasus, nyeri pinggul dan sakit di bagian punggung juga merupakan gejala kanker rahim.

Gejala Kanker Rahim Tingkat Lanjut

Ketika sel kanker sudah menyebar dan keluar dari area serviks, biasanya jaringan dan organ yang ada di sekitarnya juga akan terdampak. Hal tersebut bisa menimbulkan berbagai gejala lain seperti:

  • Nyeri di bagian punggung atau pinggul yang disebabkan oleh ginjal penderita
  • Konstipasi (susah buang air besar)
  • Buang air besar dan buang air kecil dengan frekuensi yang lebih dari normal
  • Kehilangan kontrol terhadap kantung kemih dan usus besar. Keduanya bisa menyebabkan pasien mengalami kesulitan menahan buang air besar atau buang air kecil
  • Urin yang mengandung darah
  • Pembengkakan pada sebelah atau kedua kaki
  • Perdarahan hebat pada vagina
  • Nyeri pada tulang
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Penurunan berat badan dan berkurangnya selera makan.

Kapan Harus ke Dokter?

Pada dasarnya semua wanita sebaiknya melakukan skrining kanker secara berkala. Namun apabila pasien sudah mengalami salah satu dari berbagai gejala di atas, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Jika sel kanker terdeteksi di awal dan belum menyebar, pengobatan akan lebih mudah dan tentu saja peluang kesembuhan pasien juga akan lebih tinggi.

Perlu diingat bahwa perdarahan yang terjadi setelah masa menopause bukanlah hal yang normal. Jadi, pastikan Anda segera memeriksakan diri jika mengalaminya. Bagi Anda yang masih mengalami menstruasi, jika darah yang keluar lebih banyak atau bukan pada waktu yang seharusnya, konsultasikan segera dengan tenaga kesehatan terdekat.

Beberapa wanita memang mengalami perdarahan saat melakukan hubungan seksual. Dalam beberapa kasus ini tidak perlu dikhawatirkan. Tapi jika hal tersebut membuat Anda cemas, tidak ada salahnya bertanya kepada ahlinya. Apabila terjadi perdarahan hebat yang menyebabkan tubuh menjadi lemas apalagi pingsan, segera hubungi unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kanker Ovarium dan Gejalanya

Sumber

Cancer (2019). Cervical Cancer: Symptoms and Signs. www.cancer.net

NHS (2018). Cervical Cancer: Symptoms. www.nhs.uk

Mayo Clinic (2019). Cervical Cancer. www.mayoclinic.org

Webmd (2020). Cervical Cancer. www.webmd.com