5 Gangguan Telinga Akibat Penumpukan Kotoran Telinga dan Cara Mengatasinya

5 Gangguan Telinga Akibat Penumpukan Kotoran Telinga dan Cara Mengatasinya

Penulis: Novi | Editor: Handa

Kotoran telinga yang menumpuk dapat menyebabkan penyumbatan pada telinga. Tidak hanya itu, penumpukan kotoran telinga juga dapat menyebabkan gangguan pada pendengaran, bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kotoran pada telinga sebenarnya memiliki peran untuk melindungi telinga dari benda-benda asing, seperti masuknya hewan. Hanya saja, kotoran tersebut harus tetap dibersihkan secara rutin. Tujuannya adalah untuk menghindari penumpukan kotoran di dalam telinga.

Pasalnya, penumpukan kotoran di dalam telinga dapat menyebabkan penyumbatan pada lubang telinga. Saat kotoran telah menyumbat telinga, Anda akan merasakan gangguan pada telinga. Untuk mengetahui apa saja gangguan yang disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga, simak penjelasan berikut.

Gangguan Akibat Penumpukan Kotoran Telinga

Seringkali, penumpukan kotoran telinga ditandai dengan rasa gatal, mengganjal, dan tidak nyaman pada telinga. Bahkan dalam keadaan tertentu, penumpukan kotoran telinga juga dapat menyebabkan gangguan lain pada telinga, di antaranya:

1. Telinga Berdengung (Tinnitus)

Penumpukan kotoran telinga dapat menyebabkan telinga Anda berdengung. Hal ini karena kotoran yang menumpuk di dalam telinga mampu menimbulkan iritasi pada gendang telinga. Oleh sebab itu, penumpukan kotoran telinga bisa membuat Anda mengalami telinga berdengung atau tinnitus.

2. Menghambat Pemeriksaan pada telinga

Penumpukan kotoran telinga pun dapat membuat dokter kesulitan untuk memeriksa bagian dalam telinga Anda. Akibatnya, dokter akan kesulitan mendeteksi ataupun mendiagnosis penyakit yang mungkin terdapat pada telinga.

3. Rasa Sakit pada Telinga

Kotoran telinga yang dibiarkan menumpuk, lama kelamaan akan mengering. Jika tidak segera diatasi, hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya iritasi dan infeksi pada telinga bagian dalam. Iritasi dan infeksi tersebut menjadi penyebab sakit telinga yang akan Anda rasakan.

4. Pusing dan Sakit Kepala

Saat telinga dipenuhi oleh kotoran, keseimbangan pada telinga pun akan terganggu. Gangguan keseimbangan tersebut juga dapat berdampak pada organ tubuh Anda yang lain, salah satunya pada saraf pusat.

Akibatnya, Anda akan mengalami rasa pusing, bahkan rasa sakit pada bagian kepala. Rasa sakit yang ditimbulkan juga beragam, mulai rasa sakit yang ringan hingga parah, bahkan vertigo.

5. Menurunnya Kemampuan Mendengar

Menumpuknya kotoran pada telinga dapat menimbulkan penyumbatan pada lubang telinga. Akibatnya, getaran suara tidak dapat sampai pada gendang telinga karena terhalang oleh kotoran.

Hal ini berakibat pada proses pembuatan bunyi di telinga tidak berjalan dengan baik sehingga Anda akan kesulitan dalam mendengar. Jika tidak segera diatasi, besar kemungkinan Anda akan kehilangan kemampuan untuk mendengar.

Baca Juga : Kenali 7 Penyebab Sakit Telinga

Cara Mengatasi Penumpukan Kotoran Telinga

Ada beberapa cara untuk mengatasi penumpukan kotoran pada telinga, di antaranya:

1. Menyemprotkan Air Hangat

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi penumpukan kotoran telinga adalah dengan menyemprotkan air hangat. Penyemprotan air hangat pada telinga bagian dalam dapat membantu melunakan kotoran telinga sehingga bisa keluar dengan sendirinya ke telinga bagian luar.

Setelah kotoran telinga keluar, Anda dapat menyekanya dengan menggunakan kapas bersih yang dibasahi dengan air. Penyemprotan air hangat menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan oleh penderita gendang telinga berlubang.

Hal ini karena air hangat tidak akan memberikan efek yang berbahaya pada gendang telinga. Berbeda dengan obat tetes telinga yang berbahan kimia.

2. Menggunakan Minyak Zaitun atau Baby Oil

Selain menyemprotkan air hangat untuk membersihkan telinga, Anda juga dapat menggunakan minyak zaitun ataupun baby oil untuk membersihkan kotoran telinga yang menumpuk. Caranya adalah dengan meneteskan beberapa tetes minyak zaitun ataupun baby oil ke dalam telinga, lalu diamkan selama beberapa saat.

Setelah didiamkan, kotoran telinga akan menjadi lunak dan akan keluar dengan sendirinya. Selain menggunakan minyak zaitun atau baby oil, Anda juga bisa menggunakan minyak kelapa dan air garam untuk membersihkan telinga Anda.

Baca Juga : Cara Penggunaan Obat Tetes Telinga yang Tepat dan Aman

3. Menggunakan Obat Tetes Telinga

Penggunaan obat tetes telinga yang dijual bebas dapat membantu Anda mengatasi penumpukan kotoran di dalam telinga. Obat tetes telinga umumnya dijual di seluruh apotek secara bebas, tanpa perlu menggunakan resep dokter.

Penggunaan obat tetes telinga juga cukup mudah. Caranya dengan meneteskan obat tetes tersebut ke dalam telinga. Lalu, biarkan beberapa saat hingga cairan tersebut mengalir keluar dengan sendirinya dari dalam telinga. Hanya saja, cara ini tidak dianjurkan untuk penderita gendang telinga berlubang.

4. Melakukan Perawatan Medis ke Dokter THT

Melakukan perawatan medis ke dokter adalah cara terakhir yang dapat ditempuh, jika upaya membersihkan kotoran menumpuk secara mandiri gagal dilakukan. Dokter THT dapat melakukan beberapa tindakan untuk membersihkan telinga dari penumpukan kotoran, seperti pengangkatan serumen kering dengan alat khusus, melakukan microsuction, ataupun melakukan irigasi.

Microsuction adalah cara membersihkan telinga dengan menggunakan alat khusus untuk menyedot kotoran telinga. Sementara irigasi adalah cara membersihkan kotoran telinga dengan memasukkan cairan natrium klorida (NaCl) steril ke dalam telinga. Tujuannya adalah agar kotoran bisa keluar dengan sendirinya.

Penumpukan kotoran telinga memang dapat diatasi dengan berbagai cara yang tidak berbahaya bagi tubuh. Namun, alangkah baiknya jika Anda melakukan upaya pencegahan terjadinya penumpukan kotoran telinga sehingga tidak menyebabkan gangguan pada pendengaran Anda.

Baca Juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Telinga Tersumbat

Sumber

Cleveland Clinic. (2017). Earwax Buildup & Blockage. my.clevelandclinic.org
Emedicine Health. (2020). Earwax Buildup and Blockage. www.emedicinehealth.com
Healthline. (2019). Earwax Buildup and Blockage. www.healthline.com
Mayo Clinic. (2021). Earwax Blockage. www.mayoclinic.org
NHS Inform. (2020). Earwax Build-up. www.nhsinform.scot
NHS UK. (2017). Earwax Build-up. www.nhs.uk
Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada. (2015). Gangguan Pendengaran Akibat Sumbatan Kotoran Telinga. rsa.ugm.ac.id
Louis Children’s Hospital. Earwax Buildup. www.stlouischildrens.org
WebMD. (2020). Earwax Buildup. www.webmd.com