Fungsi Omeprazole, Cara Penggunaan, dan Efek Samping

Fungsi Omeprazole, Cara Penggunaan, dan Efek Samping

Penulis: Ratna

Omeprazole merupakan obat yang berfungsi untuk membantu mengatasi masalah pada lambung seperti asam lambung atau GERD dan tukak lambung. Cara kerja obat ini adalah dengan menurunkan jumlah produksi asam dalam perut. Omeprazole tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dan cairan.

Selain mengobati masalah lambung, obat ini juga dapat digunakan untuk penyakit langka yang disebabkan oleh tumor di pankreas atau usus yang disebut sindrom Zollinger-Ellison dan membantu menyembuhkan esofagitis erosif yaitu kerusakan pada kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Faktor Risiko GERD

Sebelum Pemakaian Omeprazole

Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum mengonsumsi obat ini, antara lain:

  • Pastikan tidak memiliki alergi terhadap omeprazole dan obat-obatan lain seperti esomeprazole, lansoprazole, pantoprazole, rabeprazole, Nexium, Prevacid, Protonix.
  • Hindari penggunaan obat ini jika Anda sedang mengonsumsi rilpivirine (Edurant, dalam Complera, Odefsey) yaitu obat-obatan untuk penyembuhan HIV.
  • Konsultasikan pada dokter jika sedang atau berencana menggunakan obat-obatan lain termasuk suplemen, vitamin, dan obat herbal.
  • Beritahu dokter jika Anda memiliki penyakit osteoporosis, penyakit autoimun, dan penyakit hati.
  • Beritahu dokter jika Anda akan melakukan endoskopi atau prosedur pemeriksaan fisik. Obat ini dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan.

Baca Juga: 9 Gejala GERD yang Perlu Anda Waspadai

Dosis dan Cara Penggunaan

Pastikan Anda telah mengetahui dosis dan cara penggunaan obat ini sebelum mengonsumsinya.

Berikut ini dosis pemakaian berdasarkan penyakit yang diderita, antara lain:

  • Asam lambung (GERD): 20-40 mg per hari.
  • Tukak lambung: 20-40 mg per hari, waktu pemakaian selama 4 sampai 8 minggu.
  • Sindrom Zollinger-Ellison: 60-360 mg per hari, diminum dalam 3 kali setiap 8 jam.
  • Ulkus duodenum: 20 mg per hari, waktu pemakaian selama 4-8 minggu.
  • Infeksi Helicobacter pylori: 20 mg, 2 kali sehari, waktu pemakaian selama 10 hari.
  • Esofagitis erosif: 20 mg per hari, waktu pemakaian selama 4-8 minggu.

Dosis untuk anak-anak dan penderita penyakit hati akan lebih rendah sesuai dengan saran dokter.

Selain itu, berikut ini cara penggunaan obat yang benar, antara lain:

  • Minum omeprazole sesuai dosis yang diberikan oleh dokter tanpa menambah atau mengurangi.
  • Jika Anda lupa meminumnya hingga mendekati waktu selanjutnya, maka Anda dapat melewatkannya saja dan lanjutkan untuk waktu setelahnya.
  • Anda dapat mengonsumsinya dengan atau tanpa makanan.

Efek Samping

Pemakaian obat ini dapat menimbulkan beberapa efek samping. Berikut ini efek samping umum yang mungkin muncul, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Pusing

Selain gejala diatas, obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang serius. Segera hentikan pemakaian dan hubungi dokter jika mengalami gejala berikut ini, antara lain:

  • Sakit perut yang parah disertai diare yang berair atau berdarah
  • Nyeri pada pergelangan tangan, paha, pinggul, atau punggung
  • Kejang
  • Masalah ginjal, seperti sedikit atau tidak buang air kecil, terdapat darah dalam urin, bengkak, penambahan berat badan yang cepat
  • Gejala hipomagnesemia atau kekurangan magnesium, seperti pusing, detak jantung tidak teratur, perasaan gelisah, kram otot, kejang otot, dan batuk
  • Gejala lupus, seperti nyeri sendi, dan ruam kulit di pipi atau lengan dan akan semakin memburuk jika terpapar sinar matahari.

Segeralah hubungi dokter apabila gejala yang Anda alami tidak kunjung hilang atau kondisi penyakit yang Anda derita semakin parah.

Baca Juga: 10 Cara Alami Mengatasi GERD

Sumber

Drugs.com. 2019. Omeprazole. www.drugs.com

Medlineplus. 2020. Omeprazole. www.medlineplus.gov

NHS. 2018. Omeprazole. www. nhs.uk

WebMD. Omeprazole. www.webmd.com



One Comment Hide Comments

Add Your Comment