Ketahui Fungsi dan Permasalahan pada Kornea Mata

Ketahui Fungsi dan Permasalahan pada Kornea Mata

Penulis: Ossy | Editor: Opie

Salah satu bagian mata adalah kornea, sebuah membran transparan berbentuk kubah berdiameter sekitar 12 mm (0,5 inci) yang menutupi bagian depan mata.

Kecuali bagian tepinya, kornea tidak mengandung pembuluh darah, tetapi terdapat banyak saraf yang sangat sensitif terhadap rasa sakit atau sentuhan.

Bersama dengan sklera (bagian putih mata Anda), kornea berfungsi sebagai penghalang kotoran, kuman, dan hal-hal lain yang dapat menyebabkan kerusakan. Kornea membantu mata untuk dapat fokus dan memberikan kekuatan untuk melakukan pembiasan.

Baca Juga: Jenis Infeksi Mata dan Cara Mengatasinya

Struktur dan fungsi lapisan kornea

Kornea memiliki lima lapisan. Tiap lapisan memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Berikut adalah penjelasan mengenai lapisan dan fungsinya masing-masing:

1. Epitel

Epitel adalah lapisan terluar dari kornea mata.

Lapisan epitel berperan sebagai pelindung, penyerap oksigen dan pengangkut nutrisi untuk disalurkan ke seluruh lapisan kornea.

2. Lapisan Bowman

Lapisan Bowman terletak di belakang jaringan epitel, dan terbentuk dari serat kolagen yang kuat dan transparan.

Apabila lapisan ini terluka, maka akan muncul jaringan parut yang mungkin mengganggu penglihatan,

3. Stroma

Stroma adalah lapisan tertebal dan terletak di tengah kornea mata.

Bagian ini terletak di belakang lapisan Bowman.

Stroma tersusun dari air dan kolagen, sehingga berbentuk lebih padat dan elastis. Bentuk dan susunan protein kolagen dalam stroma berfungsi menjaga kejernihan kornea.

4. Membran descemet

Merupakan lapisan tipis yang berada di belakang stroma.

Membran descemet adalah lapisan yang kuat dan mampu melindungi kornea dari cedera dan infeksi.

5. Endotelium

Lapisan endotelium berfungsi menjaga kejernihan kornea dengan mengeluarkan cairan berlebih pada stroma.

Jika ada gangguan pada fungsi bagian ini, maka stroma akan kelebihan cairan dan menimbulkan penglihatan menjadi kabur.

Kornea cenderung untuk memperbaiki dirinya sendiri dengan cepat dari lecet kecil.

Namun, lecet yang lebih dalam dapat menyebabkan bekas luka terbentuk pada kornea, yang menyebabkan kornea kehilangan transparansi, yang menyebabkan gangguan penglihatan

Gejala Masalah kornea

Masalah atau penyakit pada kornea mengacu pada kondisi yang mempengaruhi bagian kornea mata Anda ini.

Ini termasuk infeksi, kerusakan jaringan, dan gangguan lain yang bersifat keturunan.

Berikut adalah beberapa gejala umum adanya masalah pada kornea mata Anda:

  • Rasa sakit atau nyeri di area mata
  • Penglihatan kabur
  • Kemerahan pada mata
  • Sensitivitas yang ekstrim terhadap cahaya

Gejala-gejala tersebut juga dapat disertai dengan masalah mata lainnya.

Jika Anda memilikinya, pergilah ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan.

Kerusakan pada Kornea

Gejala-gejala masalah dan kerusakan pada kornea dapat disebabkan beberapa kondisi seperti penyakit, kelainan bawaan, atau infeksi. Berikut beberapa penyebab kerusakan pada kornea.

1. Cedera

Adanya lecet kecil (goresan) pada kornea biasanya sembuh dengan sendirinya.

Goresan yang lebih dalam atau cedera lain dapat menyebabkan jaringan parut pada kornea dan mengakibatkan timbulnya masalah penglihatan.

2. Alergi

Alergi terhadap serbuk sari dapat mengiritasi mata dan menyebabkan konjungtivitis yang membuat mata Anda merah, gatal, dan berair.

Alergi juga dapat disebabkan oleh debu atau kotoran yang masuk ke mata.

Baca Juga: Blefaritis, Peradangan Kronis pada Kelopak Mata

3. Mata kering

Mata kering terjadi ketika mata Anda tidak cukup mengeluarkan air mata untuk tetap basah.

Ketika mata Anda kering, Anda mungkin merasa tidak nyaman dan dapat menyebabkan masalah penglihatan.

4. Keratoconus 

Penyakit ini mengencerkan kornea dan mengubah bentuknya. Kondisi ini terjadi ketika kornea menonjol keluar.

Keratoconus terjadi pada sekitar satu dari 2.000 individu, biasanya dimulai pada masa pubertas dan berkembang hingga pertengahan 30-an.

Penyebabnya adalah genetik, peradangan mata kronis, menggosok mata atau usia.

5. Distrofi Kornea 

Distrofi kornea adalah kelainan bentuk dari kornea mata Anda dan umumnya bersifat genetik.

Terdapat lebih dari 20 jenis dari penyakit ini. Keadaan menyebabkan masalah struktural di dalam kornea, seperti adanya penumpukan bahan asing pada lapisan kornea.

Seiring waktu berjalan, penglihatan Anda mungkin menjadi keruh atau buram.

Beberapa jenisnya distrofi kornea seperti Distrofi Fuchs, distrofi kornea posterior atau distrofi kisi.

6. Keratitis 

Keratitis adalah peradangan (kemerahan dan pembengkakan) pada kornea.

Keratitis paling umum disebabkan karena pemakaian lensa kontak.

Keratitis terbagi atas keratitis menular yang disebabkan oleh virus seperti herpes atau bakteri, dan keratitis tidak menular yang disebabkan penggunaan lensa kontak terlalu lama, benda asing di mata atau kekeringan.

Cara Mencegah Cedera Kornea

Beberapa kondisi kornea, seperti distrofi kornea memang diturunkan dalam keluarga.

Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk menurunkan risiko cedera dan infeksi kornea.

Salah satunya dengan menggunakan kacamata.

Guna menjaga kornea, kenakan kacamata pelindung saat Anda:

  • Olahraga yang menggunakan bola atau keping, seperti baseball atau hoki
  • Berkebun dan bercocok tanam, seperti memotong rumput atau menggunakan mesin pemotong rumput
  • Melakukan kegiatan bertukang seperti mengecat atau memalu
  • Menggunakan mesin, seperti bor
  • Menggunakan bahan kimia, seperti pemutih atau pestisida
  • Jika Anda memakai lensa kontak, selalu ikuti petunjuk untuk membersihkan, dan menyimpan lensa kontak Anda

Baca Juga: Ketahui 4 Jenis Kelainan Refraksi Mata

Sumber

Very Well Health. 2022. Function of the Cornea. verywellhealth.com 

WebMd. 2020. Common Cornea Problems. webmd.com 

NEI. 2019. Corneal Conditions www.nei.nih.gov

Hopkins Medicine. nd. Keratoconus www.hopkinsmedicine.org

Hopkins Medicine. nd. Keratitis www.hopkinsmedicine.org

Encyclopedia Britannica. 2013. “cornea.” www.britannica.com