7 Fakta Tentang Sianida yang Wajib Anda Ketahui

7 Fakta Tentang Sianida yang Wajib Anda Ketahui

Penulis: Anggita | Editor: Opie

Apakah Anda pernah mendengar kata ‘sianida’? Sianida merupakan sebuah zat kimia beracun dan bisa menyebabkan kematian. Sianida sangat mudah dijumpai di mana saja, baik pada makanan yang Anda konsumsi, audara yang Anda hirup, bisa jadi mengandung sianida.

Bentuk sianida adalah gas yang tidak berwarna. Kadang, racun sianida memiliki aroma seperti kacang almond yang pahit, namun seringkali juga tidak memiliki bau sehingga sianida sulit untuk dideteksi.

Baca Juga: Makanan Berisiko Tinggi Menyebabkan Keracunan

Gejala Jika Anda Terpapar Racun Sianida

Walau sulit untuk dilihat secara langsung, ketika Anda terkena racun sianida maka Anda akan merasakan beberapa gejala. Gejala langsung dari kontaminasi sianida adalah:

  • Pusing dan sakit kepala
  • Mual
  • Napas yang cepat
  • Jantung berdetak cepat
  • Gelisah
  • Lemah

Sedangkan, jika Anda terpapar sianida dalam jumlah yang cukup besar maka hal tersebut bisa sangat membahayakan. Gejala-gejala yang bisa Anda rasakan adalah:

  • Kejang
  • Pingsan
  • Tekanan darah rendah
  • Cedera
  • Kerusakan pada sistem pernapasan
  • Detak jantung melambat

Racun sianida pernah digunakan sebagai senjata untuk membunuh orang pada saat perang. Saat ini, Anda bisa menemukannya dalam berbagai bentuk. Berikut adalah beberapa fakta mengenai racun sianida yang perlu Anda tahu dan pahami.

1. Biji Apel Memiliki Kandungan Sianida

Buah-buahan seperti apel, aprikot, dan buah persik atau peach, dapat menghasilkan zat sianida jika bertemu dengan zat lain di tubuh Anda.

Pada apel, zat sianida dapat Anda temui di dalam bijinya. Namun, Anda tidak perlu takut jika tidak sengaja menelan biji apel saat memakannya.

Jumlah biji apel yang dibutuhkan hingga Anda bisa keracunan sianida adalah berkisar 200 biji, atau sekitar 40 butir buah apel, sehingga menelan beberapa biji apel saja tidak akan membahayakan nyawa Anda.

2. Racun Sianida dalam Cairan Pembersih Cat Kuku

Aseton atau pembersih cat kuku juga bisa menghasilkan sianida jika berkontraksi dengan zat di tubuh Anda, sehingga Anda perlu berhati-hati saat menggunakan aseton dan jangan sampai menelannya.

Sianida bisa sangat berbahaya dan memberikan reaksi yang cepat pada tubuh Anda.

Baca Juga: 9 Manfaat Apel untuk Ibu Hamil dan Menyusui

3. Sianida Terdapat di Singkong Mentah

Selain keras untuk dimakan mentah-mentah, singkong merupakan sumber karbohidrat yang mengandung sianida alami.

Jika Anda ingin mengonsumsi singkong, pastikan untuk membersihkannya dengan baik, merendam, dan memasaknya hingga matang agar Anda tidak keracunan.

4. Asap Rokok dan Asap Pembakaran Bisa Menghasilkan Sianida

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa asap rokok memiliki banyak zat beracun, salah satunya adalah racun sianida.

Selain asap rokok, asap lain seperti hasil pembakaran sampah dan plastik juga bisa menghasilkan sianida.

Bagi Anda yang rentan, mulailah untuk menghindari asap rokok, serta beralih mengolah sampah dengan metode daur ulang, alih-alih dengan membakarnya dan menimbulkan polusi udara yang mampu memberi dampak buruk pada kesehatan Anda.

5. Anda Bisa Terpapar Sianida Dengan Berbagai Cara

Sianida bisa meracuni tubuh Anda dengan berbagai cara dan bentuk. Tak hanya bisa mengontaminasi tubuh Anda melalui hirupan udara yang mengandung sianida seperti asap pembakaran atau asap rokok.

Anda juga bisa keracunan jika menelan zat sianida. Bahkan, Anda bisa terpapar sianida hanya dengan menyentuh barang tertentu yang terkena sianida.

6. Anda Bisa Menyelamatkan Diri Dari Paparan Sianida

Jika Anda tidak sengaja terpapar gas sianida, Anda bisa mencegahnya masuk ke tubuh Anda dengan mencari udara segar.

Anda juga bisa langsung melakukan beberapa langkah penting seperti melepaskan pakaian, mencuci tubuh, dan membuang pakaian yang telah terkontaminasi sianida.

7. Meski Selamat dari Sianida, Anda Tetap Berisiko Mengalami Kerusakan di Tubuh

Meski Anda telah selamat dari keracunan sianida yang sangat fatal, Anda tetap bisa berisiko terkena berbagai penyakit.

Efek jangka panjang yang ditimbulkan dari keracunan sianida adalah kerusakan pada jantung, kerusakan di otak, dan di saraf tubuh Anda.

Prosedur Jika Terkena Sianida

Berikut adalah langkah yang harus Anda lakukan jika terpapar racun sianida.

  1. Lepaskan baju dan celana yang Anda pakai dengan mengguntingnya langsung. Untuk baju, jangan dibuka melewati wajah dan kepala Anda. Tujuannya agar sianida tidak menyebar ke bagian tubuh Anda yang lain.
  2. Jika Anda mengenakan kacamata, cuci dengan sabun dan air. Sedangkan jika Anda menggunakan lensa kontak, lepas dan buanglah lensa kontak tersebut bersama dengan pakaian yang terkontaminasi tadi.
  3. Segera mandi dengan sabun antiseptik dan bilas dengan banyak air,
  4. Simpan pakaian terkontaminasi Anda di dalam kantong plastik atau tas tertutup agar sianida tidak menyebar. Jangan sampai tangan Anda terkena sianida, maka gunakan sarung tangan karet atau alat untuk mengambil baju yang sudah terkontaminasi tadi.
  5. Kantong tadi harus Anda simpan di tempat yang tertutup seperti laci agar tidak menyebar.
  6. Laporkan ke departemen kesehatan dan biarkan mereka yang menangani pakaian terkontaminasi tersebut.
  7. Jika Anda mengalami gejala-gejala berat, segera cari pertolongan medis untuk menyelamatkan Anda.

Baca Juga: Ciri – Ciri Keracunan Makanan dan Penyebabnya

Sumber

Centers for Disease Control and Prevention. (2018). CDC | Facts About Cyanide. emergency.cdc.gov

Healthline. (2020). healthline | Are Apple Seeds Poisonous?. www.healthline.com

Medical News Today. (2021). Cassava: Benefits, toxicity, and how to prepare. www.medicalnewstoday.com

Centers for Disease Control and Prevention. (2018). Facts About Personal Cleaning and Disposal of Contaminated Clothing|Preparation & Planning . emergency.cdc.gov