Etoricoxib: Cara Kerja, Manfaat, dan Petunjuk Pemakaiannya

Etoricoxib: Cara Kerja, Manfaat, dan Petunjuk Pemakaiannya

Penulis: Heldania | Editor: Opie

Etoricoxib adalah obat non-steroidal anti-inflammatory (NSAID), atau disebut juga obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS).

Obat yang dapat Anda beli tanpa resep dokter ini dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit.

Obat anti-inflamasi ini sangat efektif. Sebab, NSAID cenderung bekerja dengan cepat dan umumnya memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada kortikosteroid (jenis obat lain yang juga membantu menurunkan peradangan).

Namun, sebelum menggunakan NSAID, penting untuk mengetahui mengenai kemungkinan efek samping dan interaksi obat.

Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat antiinflamasi lainnya.

Baca Juga: Lisinopril: Dosis dan Efek Samping

Cara Kerja Etoricoxib

Etoricoxib dapat membantu meredakan nyeri dan pembengkakan dengan cara menghambat enzim yang memproduksi prostaglandin.

Prostaglandin sendiri merupakan jenis senyawa yang dilepas tubuh saat mengalami cedera dan menyebabkan peradangan.

Etoricoxib menawarkan risiko lebih kecil dalam menimbulkan beberapa efek samping, seperti tukak lambung dan sakit maag.

Manfaat Etoricoxib

Etoricoxib berfungsi meredakan nyeri dan pembengkakan pada beberapa penderita kondisi berikut ini:

  • Osteoarthritis – Kondisi peradangan kronis pada sendi yang dipicu oleh kerusakan tulang rawan.

Jenis radang sendi yang paling sering terjadi ini dapat memicu berbagai keluhan, termasuk sendi-sendi bengkak, kaku, dan terasa sakit.

  • Rheumatoid arthritis – Kondisi peradangan jangka panjang di sendi ini disebabkan oleh gangguan yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh.

Jika tidak segera mendapat pengobatan, memburuknya radang sendi dapat menyebabkan fungsi sendi terganggu dan berubahnya bentuk sendi.

  • Ankylosing spondylitis – ​​Kondisi bernama lain spondilitis ankilosa ini merupakan jenis peradangan kronis yang memicu menutupnya celah antara ruas tulang belakang.

Akibatnya, gangguan ini dapat memicu penderitanya bungkuk.

  • Radang sendi akut yang disebabkan oleh penyakit asam urat – Penyakit yang juga dikenal dengan nama gout ini merupakan salah satu jenis peradangan pada sendi yang terjadi akibat menumpuknya kristal asam urat.

Bagian sendi mana pun di dalam tubuh dapat mengalami kondisi ini, mulai dari sendiri pada lutut, jari kaki, pergelangan kaki, dan yang paling sering terjadi di jempol kaki.

Dosis Etoricoxib

Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari mengonsumsi etoricoxib, penting untuk memerhatikan dosis obat ini bagi orang dewasa yang umumnya disarankan oleh dokter.

Berikut informasinya berdasarkan penyakit yang diderita:

  • Dosis etoricoxib untuk ankylosing spondylitis dan rheumatoid arthritis – 60–90 mg yang dikonsumsi sebanyak sekali sehari.
  • Dosis etoricoxib untuk osteoarthritis – 30–60 mg yang dikonsumsi sebanyak sekali sehari.
  • Dosis etoricoxib untuk kondisi radang sendi akut yang disebabkan oleh penyakit asam urat – 120 mg yang dikonsumsi sebanyak sekali sehari dengan durasi pengobatan maksimal 8 hari.

Baca Juga: Enoxaparin: Fungsi, Cara Pakai, dan Efek Samping

Catatan Sebelum Menggunakan Etoricoxib

Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan etoricoxib:

  • Obat ini tidak boleh digunakan secara sembarangan – Pastikan Anda tidak mengonsumsi etoricoxib jika Anda alergi terhadap obat ini
  • Penting untuk berdiskusi dengan dokter mengenai riwayat kesehatan Anda – Misalnya jika Anda menderita asma, tukak lambung, perdarahan saluran cerna, radang usus, diabetes, edema, penyakit jantung, stroke, kolesterol tinggi, hingga hipertensi.
  • Gangguan fungsi hati – Jika Anda mengalami beberapa kondisi  gangguan fungsi hati, seperti Crohn’s disease, gangguan pembekuan darah, gangguan ginjal, atau kekurangan cairan tubuh akibat dehidrasi, Anda perlu berhati-hati menggunakan etoricoxib.
  • Seputar kehamilan – Sebelum mengonsumsi etoricoxib, Anda juga perlu memberitahu dokter jika Anda tengah mengandung, menyusui, atau punya rencana untuk hamil.
  • Seputar usia dan kebiasaan – Etoricoxib tidak diperuntukkan bagi anak-anak berusia di bawah 16 tahun.

Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi etoricoxib jika sudah berusia lanjut dan memiliki beberapa kebiasaan, seperti aktif merokok atau tengah mengonsumsi obat herbal, suplemen, dan obat-obatan lainnya.

  • Reaksi alergi – Jangan ragu untuk segera menemui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi etoricoxib.

Efek Samping Mengonsumsi Etoricoxib

Berikut beberapa efek samping yang mungkin Anda alami setelah mengonsumsi etoricoxib:

  • Pusing
  • Esofagitis
  • Sakit maag
  • Sariawan
  • Rasa mual, muntah, mulas
  • Diare, sembelit, gangguan pencernaan
  • Masuk angin, sakit atau nyeri perut
  • Kondisi tungkai, pergelangan, dan telapak kaki membengkak
  • Meningkatnya tekanan darah (hipertensi) sehingga dokter mungkin akan memantau tekanan darah Anda selama mengonsumsi etoricoxib

Jika Anda mengalami beberapa efek samping di atas yang tak kunjung mereda, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.

Pastikan Anda segera menemui dokter jika mengalami sejumlah reaksi alergi obat atau efek samping lebih serius berikut ini:

  • Keluar darah saat muntah
  • Jantung berdebar
  • Sesak saat bernapas
  • Dada terasa nyeri
  • Warna tinja menghitam atau mengandung bercak darah
  • Mengalami penyakit kuning yang ditandai dengan mata atau kulit berwarna kekuningan

Baca Juga: Ketahui Fungsi Telmisartan dan Efek Sampingnya

Sumber

Patient. (2019). Etoricoxib for pain and inflammation. patient.info

Healthline. (2020). Guide to Over-the-Counter (OTC) Anti-Inflammatories. www.healthline.com

NetDoctor. (2019). Arcoxia (etoricoxib): uses, dosage and side effects. www.netdoctor.co.uk

1MG. (2021). Genericart Etoricoxib+Paracetamol 60mg/325mg Tablet. www.1mg.com

PubMed. (2007). Etoricoxib: new drug. Avoid using cox-2 inhibitors for pain. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov