Dehidrasi : Bahaya, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Dehidrasi : Bahaya, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Ditinjau oleh: dr. Putri Purnamasari 

Terakhir ditinjau: 14 Oktober 2022

Dehidrasi terjadi ketika Anda kehilangan cairan lebih banyak daripada yang Anda konsumsi, dan tubuh Anda tidak memiliki cukup air dan cairan lain untuk menjalankan fungsi normalnya.

Jika Anda tidak mengganti cairan yang hilang dalam tubuh, Anda berisiko mengalami dehidrasi. Siapa pun bisa mengalami dehidrasi, tetapi kondisinya sangat berbahaya bagi anak kecil dan orang dewasa yang lebih tua.

Penyebab dehidrasi pada anak kecil umumnya karena diare dan muntah yang parah. Orang dewasa yang lebih tua secara alami memiliki volume air yang lebih rendah di tubuh mereka, dan mungkin memiliki kondisi medis tertentu, atau minum obat tertentu yang meningkatkan risiko dehidrasi.

Penyebab Dehidrasi

Seringkali dehidrasi terjadi karena alasan yang sederhana: Anda tidak minum cukup karena sakit atau sibuk, atau karena Anda kekurangan akses ke air minum saat bepergian, mendaki, atau berkemah. 

Dehidrasi juga dapat terjadi pada semua kelompok usia jika Anda tidak minum cukup air selama cuaca panas atau selama berolahraga. Penyebab dehidrasi lainnya, yaitu:

Diare & Muntah

Diare akut yang parah, yaitu diare yang datang secara tiba-tiba dan hebat, dapat menyebabkan kehilangan banyak air dan elektrolit dalam waktu singkat. Jika Anda muntah bersamaan dengan diare, Anda kehilangan lebih banyak cairan dan mineral.

Demam

Secara umum, semakin tinggi demam Anda, Anda akan semakin mengalami dehidrasi. Masalahnya bertambah parah jika Anda mengalami demam bersamaan dengan diare atau muntah.

Peningkatan Buang Air Kecil

Ini mungkin karena diabetes yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol. Obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan beberapa obat tekanan darah, juga dapat menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil. Jika air yang Anda konsumsi juga kurang, maka dehidrasi bisa terjadi.

Komplikasi

Dehidrasi dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

Cedera Panas

Jika Anda tidak minum cukup cairan saat berolahraga dengan berat dan banyak berkeringat, Anda mungkin akan mengalami cedera panas. Kondisi ini merupakan gangguan terhadap sistem pengaturan suhu dan sistem kardiovaskuler. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini bisa berpotensi mengancam jiwa.

Masalah Urin dan Ginjal

Dehidrasi yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, batu ginjal, dan bahkan gagal ginjal.

Kejang

Ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam cairan bisa menyebabkan gangguan fungsi organ tubuh. Pada kasus yang lebih parah, hal ini bahkan bisa mengakibatkan kejang, hingga gagal jantung.

Hipovolemia

Ini adalah salah satu komplikasi dehidrasi yang paling serius, dan terkadang mengancam jiwa. Ini terjadi ketika volume darah (plasma) terlalu rendah, sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen dalam tubuh Anda.

Cara Mencegah Dehidrasi

Untuk mencegah dehidrasi, banyak minum cairan dan makan makanan tinggi air seperti buah dan sayuran. Seseorang perlu minum lebih banyak cairan jika mereka mengalami kondisi seperti muntah, diare, demam, dan sakit. Bahkan jika Anda dalam kondisi sehat, Anda butuh minum lebih banyak air saat berolahraga, dan saat cuaca sedang panas maupun dingin.

Anda perlu minum air tambahan dalam cuaca panas atau lembab untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan mengganti apa yang hilang melalui keringat. Anda mungkin juga membutuhkan air ekstra dalam cuaca dingin untuk mengatasi hilangnya kelembapan dari udara kering, terutama di tempat dengan dataran yang lebih tinggi

Baca Juga:Ketahui Manfaat Minum Air Minum Hangat di Pagi Hari

 

Sumber

WebMD. What is Dehydration? What Causes It?. www.webmd.com

Mayo Clinic. 2019. Dehydration. www.mayoclinic.org

Medical News Today. 2017. What you should know about dehydration. www.medicalnewstoday.com