Dampak Kelebihan Vitamin (Hipervitaminosis) Terhadap Kesehatan

Dampak Kelebihan Vitamin (Hipervitaminosis) Terhadap Kesehatan

Penulis: Umi Fatimah

Kelebihan vitamin atau hipervitaminosis terjadi ketika seseorang mengonsumsi suplemen vitamin lebih dari jumlah normal atau yang direkomendasikan. Hal ini bisa terjadi secara tidak sengaja atau disengaja.

Vitamin memang memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh. Selain dari makanan, vitamin juga bisa didapatkan melalui suplemen.

Meskipun vitamin penting untuk kesehatan tubuh kita, vitamin harus dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Pasalnya, mengonsumsi terlalu banyak vitamin atau melebihi asupan harian yang disarankan dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Hipervolemia, Tubuh Kelebihan Cairan

Jenis Vitamin dan Cara Penyerapannya

Secara umum, vitamin dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu vitamin larut lemak dan vitamin larut air. Vitamin yang larut dalam air mudah dikeluarkan dari tubuh (melalui urin dan feses) dan tidak disimpan di dalam tubuh untuk jangka waktu yang lama. Vitamin yang larut dalam air meliputi vitamin C dan vitamin B kompleks.

Berbeda dengan vitamin yang larut dalam air, vitamin yang larut dalam lemak tidak larut dalam air dan disimpan di jaringan tubuh (termasuk hati, lemak, dan otot). Ada empat vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K.

Pada dasarnya masing-masing vitamin dapat mengakibatkan masalah kesehatan bila dikonsumsi dalam dosis tinggi atau berlebihan. Namun, vitamin yang larut dalam lemak memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan efek samping serius jika dikonsumsi secara berlebihan.

Karena vitamin-vitamin ini larut dalam lemak, yang berarti tubuh memiliki kemampuan untuk menyimpannya dalam jaringan lemak dan hati. Sehingga ketika dikonsumsi dalam dosis yang tinggi, vitamin-vitamin ini dapat menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan keracunan atau hipervitaminosis.

Dampak Kelebihan Vitamin

Adapun bahaya kesehatan yang dapat terjadi akibat kelebihan mengonsumsi vitamin antara lain:

1. Kelebihan Vitamin A

Vitamin A merupakan jenis vitamin yang larut dalam lemak, yang mendukung sistem kekebalan tubuh, penglihatan, kesehatan reproduksi, dan pertumbuhan janin. Meskipun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, mengonsumsi terlalu banyak vitamin A bisa berbahaya.

Mengonsumsi terlalu banyak vitamin A dapat menyebabkan kebingungan, rambut rontok, kerusakan hati, dan pengeroposan tulang. Dalam kasus yang parah, hipervitaminosis vitamin A dapat menyebabkan peningkatan risiko koma dan kematian.

Kelebihan vitamin A juga dapat membahayakan janin selama kehamilan dan menyebabkan perkembangan abnormal pada mata, jantung, paru-paru, dan tengkorak.

2. Kelebihan Vitamin B

Vitamin B sangat penting untuk menjaga metabolisme sel tubuh. Salah satu jeni vitamin yang larut dalam air ini terdiri dari vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan B12.

Meskipun mendapatkan jumlah Vitamin B yang dibutuhkan membantu menjaga fungsi tubuh yang baik dan manfaat kesehatan lainnya, asupan suplemen vitamin B kompleks dosis tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Beberapa kemungkinan gejala overdosis vitamin B meliputi ruam kulit, masalah saluran pencernaan (seperti mual, sakit perut, dan diare), insomnia, sensasi mati rasa atau kesemutan pada satu sisi tubuh, hipertensi atau hipotensi, serta perubahan suasana hati (termasuk paranoia, kebingungan, atau brain fog).

3. Vitamin C

Disebut juga asam askorbat, vitamin C merupakan salah satu vitamin penting yang larut dalam air bagi tubuh yang secara alami tersedia di semua sayuran dan buah-buahan.

Vitamin C merupakan antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta mencegah peradangan dan meningkatkan kandungan kolagen pada kulit.

Namun, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C dalam bentuk suplemen dapat menyebabkan mual, kram perut, sakit kepala, kelelahan, batu ginjal, dan diare. Asupan vitamin C dosis tinggi juga dapat mengganggu cara tubuh Anda menyerap nutrisi penting lainnya, seperti zat besi.

4. Vitamin D

Hipervitaminosis D biasanya disebabkan oleh konsumsi suplemen vitamin D dosis besar, bukan karena pola makan atau paparan sinar matahari. Hal ini karena tubuh kita mengatur jumlah vitamin D yang diproduksi oleh paparan sinar matahari dan bahkan makanan yang mengandung vitamin D pun tidak mengandung vitamin D dalam jumlah besar.

Dampak utama dari kelebihan vitamin D adalah penumpukan kalsium dalam darah (hiperkalsemia), yang dapat menyebabkan mual dan muntah, lemas, dan sering buang air kecil. Gejala hipervitaminosis D ini dapat berkembang menjadi nyeri tulang dan masalah ginjal, seperti pembentukan batu ginjal.

Bahkan orang dengan hiperkalsemia akibat kelebihan vitamin D biasanya memiliki gejala, seperti kebingungan, depresi, dan dalam kasus ekstrim mengakibatkan koma.

5. Vitamin E

Vitamin E merupakan antioksidan dan nutrisi yang sangat penting untuk membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat paparan zat berbahaya di lingkungan, seperti asap rokok dan radiasi. Vitamin E juga berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat, serta meningkatkan kesehatan penglihatan dan kulit.

Namun, asupan vitamin E yang berlebihan dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama bagi orang dewasa yang mengonsumsi antikoagulan (terutama warfarin). Penggunaan vitamin E juga dapat berinteraksi dengan banyak kondisi.

Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan suplemen vitamin E secara oral dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Penelitian lain menunjukkan bahwa penggunaan vitamin E berlebihan dapat meningkatkan risiko kematian pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung parah, seperti serangan jantung atau stroke.

Itulah dampak kelebihan vitamin bagi kesehatan tubuh. Penting untuk diingat bahwa suplemen vitamin sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti makanan utama.

Bagaimanapun cara terbaik untuk memastikan tubuh mendapat nutrisi yang cukup adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan bervariasi setiap harinya. Suplemen hanya boleh digunakan jika terjadi diperlukan dan atas saran dari dokter.

Jika Anda memilih untuk mengonsumsi suplemen untuk membantu Anda memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, sebaiknya konsultasikan penggunaan suplemen vitamin dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain.

Baca Juga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Overdosis Obat-obatan

 

Sumber

Cleveland Clinic. Yes, You Can Take Too Many Vitamins. health.clevelandclinic.org

Eating Well. These 7 Supplements Can Be Toxic If You Take Too Much. eatingwell.com

Healthline. What Are the Symptoms of Too Much Vitamin D?. healthline.com

News Medical Life Science. Can You Take Too Much Vitamin B?. news-medical.net

Verywell Health. What Is Vitamin Toxicity?. verywellhealth.com

WebMD. Getting Too Much of Vitamins And Minerals. webmd.com