Croup: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Croup: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penulis: Umi Fatimah

Croup adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada tenggorokan (trakea) dan pita suara (laring). Pembengkakan tersebut menyebabkan saluran napas menjadi sempit dan membuat sesak napas hingga batuk keras seperti menggonggong.

Penyakit yang sangat menular ini, paling umum terjadi pada anak-anak berusia antara 6 bulan dan 3 tahun, tetapi dapat menyerang anak-anak dari segala usia.

Croup sering kali menimbulkan gejala ringan yang cepat membaik. Namun, beberapa anak dapat mengalami kesulitan bernapas yang mengancam jiwa sehingga memerlukan bantuan medis darurat.

Baca Juga: Ketahui Penyebab dan Gejala Batuk Rejan (Pertusis)

Gejala Croup

Gejala Croup biasanya diawali dengan gejala flu, seperti hidung tersumbat, pilek, dan demam. Kemudian, ketika pita suara (laring) dan tenggorokan (trakea) mengalami pembengkakan dan teriritasi, suara anak akan menjadi serak dan mengalami batuk keras yang terdengar seperti menggonggong.

Gejala lain juga dapat muncul, termasuk:

  • Demam ringan
  • Suara bising bernada tinggi saat menarik napas (stridor)
  • Bernapas sangat cepat atau mengalami retraksi  (ketika kulit di antara tulang rusuk tertarik ke dalam saat bernapas)
  • Mata merah(konjungtivitis)
  • Ruam kulit
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Biasanya gejala croup akan memburuk pada malam hari, dan berlangsung sekitar 3 sampai 5 hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan anak Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas, gejala yang dialami bertambah parah, atau kondisinya tidak membaik dalam 3 hingga 5 hari.

Gejala croup bisa berkembang menjadi kondisi serius sehingga memerlukan perawatan medis. Segera bawa anak Anda ke IGD jika mengalami gejala berikut:

  • Memiliki stridor yang semakin parah
  • Kesulitan bernapas
  • Meneteskan air liur atau kesulitan menelan
  • Mengalami tarikan otot leher dan dada saat bernapas
  • Tidak bisa berhenti batuk
  • Tampak sangat lelah, tidak berenergi, atau sulit dibangunkan
  • Tampak cemas, kesal, rewel, dan gelisah
  • Bernapas lebih cepat dari biasanya
  • Dehidrasi
  • Pucat atau kebiruan di sekitar mulut di sekitar hidung, mulut, dan kuku.

Penyebab dan Faktor Risiko Croup

Anak-anak berusia antara 6 bulan hingga 3 tahun memiliki risiko paling tinggi terkena croup. Mereka juga dapat mengalami gejala yang lebih parah.

Pada umumnya, croup disebabkan oleh infeksi virus. Namun, terdapat dua jenis croup lainnya, yaitu spasmodic croup dan bacterial croup.

Viral croup

Viral croup merupakan jenis croup yang disebabkan oleh infeksi virus. Ada beberapa virus yang dapat menyebabkan croup. Namun, virus parainfluenza, adenovirus, dan virus pernapasan syncytial (RSV) adalah jenis virus paling umum yang menyebabkan croup.

Spasmodic croup

Croup jenis ini diduga disebabkan oleh alergi atau refluks lambung (kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan). Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba, sering kali di tengah malam.

Sama seperti viral croup, anak dengan spasmodic croup juga mengalami suara serak, stridor saat bernapas, dan batuk keras seperti menggonggong, tetapi tidak mengalami demam. Croup jenis ini bisa kambuh lagi.

Bacterial croup

Sebagian besar kasus bacterial croup disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri lain yang menyebabkan croup termasuk S. pyogenes, S. pneumonia, Haemophilus influenza, dan Moraxella catarrhalis.

Pada bacterial croup, infeksi bakteri biasanya menyerang area yang sama dengan infeksi virus, tetapi biasanya lebih parah dan memerlukan pengobatan berbeda.

Apakah Croup Menular?

Ya, croup sangat menular, terutama pada 3 hari pertama setelah gejala muncul atau hingga demam anak Anda hilang. Penyakit ini dapat menyebar melalui percikan ludah yang tertinggal di udara ketika seseorang dengan infeksi virus atau bakteri yang dapat menyebabkan croup bersin atau batuk.

Partikel virus atau bakteri dalam percikan ludah ini juga dapat bertahan hidup di mainan dan permukaan lainnya. Jika anak Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi kuman penyebab croup tersebut, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut, maka penularan infeksi dapat terjadi.

Diagnosis Croup

Dokter biasanya dapat mendiagnosis croup selama pemeriksaan fisik dengan mendengarkan batuk, mengamati pernapasan, dan menanyakan gejalanya. Meski begitu, dokter mungkin memerlukan tes penunjang lainnya, seperti rontgen dan tes laboratorium, untuk menyingkirkan penyebab lain yang memiliki gejala serupa.

Pengobatan Croup

Pengobatan croup akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan umum anak Anda. Hal ini juga tergantung pada seberapa parah kondisinya.

Kebanyakan kasus croup bersifat ringan dan Anda dapat mengobatinya di rumah. Adapun langkah pengobatan anak yang mengalami croup antara lain:

Perawatan di rumah

Untuk kasus croup yang lebih ringan, Anda dapat melakukan beberapa hal untuk membantu anak Anda bernapas lebih mudah dan merasa lebih baik:

  • Cobalah untuk menenangkan anak Anda karena menangis dapat membuat pernapasan menjadi lebih sulit dan memperburuk batuknya
  • Jaga agar kepala anak Anda tetap tinggi dengan bantal tambahan saat tidur malam. (Saran ini tidak dianjurkan untuk untuk bayi berusia kurang dari 1 tahun)
  • Gendong bayi dalam posisi tegak di pangkuan Anda atau letakkan di kursi bayi agar Si Kecil lebih muda bernapas
  • Pastikan anak tetap terhidrasi dengan memenuhi asupan cairannya. Untuk bayi, Anda bisa memberikan ASI atau susu formula. Sementara untuk anak yang berusia lebih besar, berikan air putih, sup, dan buah-buahan
  • Pastikan anak banyak beristirahat
  • Berikan paracetamol untuk membantu meredakan demam atau sakit tenggorokan. Namun, pastikan Anda memberikan dosis yang tepat dan hanya sesuai anjuran dokter
  • Tidurlah di kamar yang sama dengan anak Anda untuk segera membantunya jika ia mulai kesulitan bernapas
  • Jangan merokok di dalam rumah. Asap dapat membuat batuk anak Anda semakin parah.
  • Jangan memberikan obat batuk dan pilek yang dijual bebas karena tidak akan menyembuhkan croup.

Penanganan di rumah sakit

Untuk croup sedang hingga berat, sebaiknya segera bawa anak Anda ke instalasi gawat darurat (IGD) terdekat. Perawatan untuk croup sedang hingga parah meliputi:

  • Obat kortikosteroid
  • Cairan IV untuk dehidrasi
  • Oksigen, untuk membantu anak bernapas lebih mudah
  • Pemberian obat tambahan menggunakan nebuliser untuk mengurangi pembengkakan saluran napas
  • Antibiotik, khusus untuk menangani croup yang disebabkan oleh bakteri.

Pastikan untuk memeriksakan anak ke dokter jika Anda khawatir tentang kondisi anak Anda atau jika gejala yang dialami semakin memburuk. Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan anak dengan Croup akan pulih sepenuhnya dalam beberapa hari.

Baca Juga: Tips Ampuh Redakan dan Cegah Batuk Akibat Polusi

 

Sumber

Cleveland Clinic. Croup. clevelandclinic.org

Healthy Children. Croup in Young Children. healthychildren.org

Mayo Clinic. Croup. mayoclinic.org

Verywell Family. What Is Croup?. verywellfamily.com

WebMD. What Is Croup? What Causes It?. webmd.com