Ciri-ciri Prediabetes yang Harus Anda Ketahui

Ciri-ciri Prediabetes yang Harus Anda Ketahui

Image : www.eatright.org

Penulis : Dita Safitri | Editor : Atsa

Diabetes merupakan penyakit yang diakibatkan oleh komposisi gula darah atau glukosa yang terlalu tinggi. Glukosa sendiri merupakan sumber utama energi yang diolah dari makanan. Insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas bertugas membantu glukosa agar diproses masuk ke dalam sel dan diubah menjadi energi.

Sebelum seseorang mengalami diabetes, ada kondisi khusus yang disebut pradiabetes. Pradiabetes sendiri merujuk kepada level gula darah yang melebih batas gula darah normal, namun belum menyentuh kriteria diabetes  tipe 2. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 10% atau sekitar 24 juta penduduk Indonesia yang menderita pradiabetes.

Biasanya, tubuh Anda membuat hormon yang disebut insulin untuk membantu mengendalikan gula darah Anda. Ketika Anda memiliki prediabetes, sistem itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Anda mungkin tidak dapat membuat insulin yang cukup setelah makan, atau tubuh Anda mungkin tidak merespons insulin dengan baik.

Prediabetes bisa mengarah kepada tiga kondisi yakni tetap pradiabetes, kedua berkembang menjadi diabetes mellitus dan yang ketiga bisa kembali ke kondisi normal dengan perubahan gaya hidup dan pola makan.

Untuk mengetahui bagaimana kondisi kadar glukosa Anda dengan menggunakan tes GDP, acuannya adalah sebagai berikut :

– Kadar gula di bawah 108 mg/dL artinya normal
– Kadar gula antara 108 – 125 mg/dL artinya dalam kondisi pradiabetes
– Kadar gula di atas 125 mg/dL artinya Anda sudah terkena diabetes

Penyebab Pradiabetes

Penyebab pasti pradiabetes belum diketahui hingga saat ini. Tapi riwayat diabetes anggota keluarga dan faktor gen sangat berperan penting. Tidak aktif dan berlebihnya jumlah lemak (terutama lemak perut) juga diduga sebagai salah satu penyebabnya.

Singkatnya, dalam kondisi pradiabetes, penderitanya tidak bisa memproses gula darah dengan baik sebagaimana mestinya. Hasilnya, glukosa akan terakumulasi di dalam peredaran darah. Ini bisa terjadi ketika insulin tidak tersedia dalam jumlah cukup atau sel tubuh tidak merespon insulin sebagaimana mestinya.

Pemeriksaan

Ada tiga rangkaian tes yang akan dilakukan dokter untuk mengetahui apakah gula darah Anda stabil atau tidak.

1. Tes glukosa darah puasa

Anda tidak akan makan selama 8 jam sebelum melakukan tes darah ini. Hasilnya adalah :

  • Normal jika gula darah Anda kurang dari 100
  • Prediabetes jika gula darah Anda 100-125
  • Diabetes jika gula darah Anda 126 atau lebih tinggi

2. Tes toleransi glukosa oral

Pertama, Anda akan mengambil tes glukosa puasa. Maka Anda akan minum larutan gula. Dua jam setelah itu, Anda akan menjalani tes darah lagi. Hasilnya adalah :

  • Normal jika gula darah Anda kurang dari 140 setelah tes kedua
  • Prediabetes jika gula darah Anda 140-199 setelah tes kedua
  • Diabetes jika gula darah Anda 200 atau lebih tinggi setelah tes kedua

3. Tes Hemoglobin A1C (atau gula darah rata-rata)

Tes darah ini menunjukkan tingkat gula darah rata-rata selama 2 hingga 3 bulan terakhir. Dokter dapat menggunakannya untuk mendiagnosis prediabetes atau diabetes atau, jika Anda sudah tahu Anda menderita diabetes, ini membantu menunjukkan apakah itu terkendali. Hasilnya adalah:

  • Normal : 5,6% atau kurang
  • Prediabetes : 5,7 hingga 6,4%
  • Diabetes : 6,5% atau lebih

Perawatan terhadap Pradiabetes

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada kondisi dimana kadar glukosa penderita pradiabetes bisa kembali normal. Dalam sebuah penelitian yang disebut “The Diabetes Prevention Program” (Program Pencegahan Diabetes), perubahan berikut ini mengurangi kemungkinan terkena diabetes :

  1. Kontrol berat badan. Bagi Anda yang memiliki kelebihan berat badan, kurangi berat badan Anda sekitar 5% – 10% dari berat tubuh Anda membuat perbedaan.
  2. Olahraga teratur. Lakukan olahraga ringan selama 30 menit sehari, seperti bersepeda, berenang, atau jalan-jalan pagi. Atau lakukan jalan sehat selama satu jam paling tidak 3 kali seminggu. Ini membantu mencegah dan mengelola diabetes,
  3. Lengkapi Nutrisi dan Kurangi Manis. Kurangi makanan atau minuman manis yang dapat memicu peningkatan glukosa atau gula darah. Batasi kalori dan karbohidrat, pilih makanan kaya serat dan seimbang nutrisi yang membantu Anda merasa kenyang dan tidak makan terlalu banyak.

Dokter mungkin akan meresepkan beberapa macam obat untuk membantu Anda menghadapi pradiabetes. Namun olahraga dan menyantap makanan sehat dengan gizi seimbang lebih efektif mengembalikan kadar gula dalam darah Anda kembali ke titik normal.

Baca Juga : 3 Bahan Alami Bantu Obati Diabetes

 

Sumber :
Prodia (2016). Cara Mengetahui Prediabetes. www.prodia.co.id
Mayo Clinic (2017). Prediabetes. www.mayoclinic.org
WebMD. (2018). What Is Prediabetes?. www.webMD.com
Family Doctor (2018). Prediabetes. www.familydoctor.org
CNN Indonesia (2017). Delapan Cara Sederhana Deteksi Gejala Prediabetes. www.cnnindonesia.com



Add Your Comment