Cara Mengobati Luka Lecet dengan Tepat

Cara Mengobati Luka Lecet dengan Tepat

Penulis: Siska | Editor: Opie

Ditinjau oleh: dr. Tommy

Terakhir ditinjau: 12 Oktober 2022

 

Kulit merupakan organ tubuh terluar dan paling besar pada tubuh kita, tak heran kulit memiliki kerentanan terhadap kerusakan yang bisa disebabkan oleh cedera karena luka.

Terdapat beberapa jenis luka, salah satunya adalah luka abrasi. Luka abrasi terjadi ketika kulit bergesekan atau tergores permukaan yang kasar. Biasanya kita menyebut luka ini dengan luka lecet.

Meskipun luka lecet menghasilkan sedikit darah, penting bagi Anda untuk membersihkan luka dan menghilangkan kotoran untuk mencegah infeksi. Lalu, bagaimana cara mengobati luka lecet?

Baca Juga: Tips Merawat Jahitan Luka

Cara Mengobati Luka Lecet

Pengobatan luka lecet yang ringan dan tidak terlalu parah dapat dilakukan di rumah. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah:

  • Hentikan pendarahan, yaitu dengan menggunakan kain bersih atau perban, tekan luka dengan lembut untuk mengontrol perdarahan.
  • Bersihkan luka, menggunakan air bersih dan larutan garam untuk menghilangkan kotoran atau bakteri yang menempel. Setelah luka terlihat bersih, keringkan dengan kain bersih.
  • Rawat luka dengan antibiotik. Setelah luka dibersihkan, oleskan salep antibiotik tipis-tipis untuk mencegah infeksi.
  • Balut Luka. Menutup dan membalut luka yang sebelumnya sudah dibersihkan dapat membantu mempercepat penyembuhan. Perban dan kain kasa tahan air bekerja dengan baik untuk luka ringan.
  • Jangan balut luka yang tekena infeksi. Perban memang dapat mempercepat penyembuhan, namun biarkan luka yang sudah terinfeksi terbuka sampai infeksi tersebut hilang.
  • Ganti balutan secara rutin, yaitu dengan melepas perban lama dan memeriksa tanda-tanda infeksi setiap 24 jam.
  • BIarkan luka tetap kering. Desinfeksi dan keringkan luka sebelum memakaikan kembali perban atau kain kasa yang bersih dan baru. Ingatlah untuk menjaga luka agar tetap kering selama masa penyembuhan.

Berbagai Faktor yang Memengaruhi Penyembuhan Luka

Ada beberapa alasan mengapa luka Anda tidak bisa sembuh dengan baik. Usia dapat mempengaruhi proses penyembuhan. Orang dewasa yang lebih tua mungkin memiliki penyembuhan luka yang lebih lambat.

Selain itu, ada beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan sirkulasi darah menjadi buruk. Kondisi yang dapat menyebabkan terhambatnya proses penyembuhan luka antara lain:

  • Diabetes
  • Kegemukan
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit pembuluh darah

Tak hanya itu, luka Anda juga bisa sembuh dengan lebih lambat jika luka mengalami infeksi. Hal ini karena tubuh Anda sibuk membersihkan dan melindungi luka, sehingga tidak dapat mencapai tahap pemulihan dengan benar.

Baca Juga: Berbagai Jenis Luka Bakar dan Cara Menanganinya

Tanda-Tanda Infeksi pada Luka

Infeksi terjadi ketika bakteri, jamur, dan kuman lain masuk ke dalam luka sebelum luka tersebut mengalami kesembuhan total. Tanda-tanda infeksi meliputi:

  • Penyembuhan luka yang lambat atau sepertinya tidak sembuh sama sekali
  • Luka mengalami pembengkakan
  • Luka yang kemerahan
  • Timbulnya rasa sakit pada luka
  • Suhu tubuh panas atau hangat untuk disentuh
  • Luka mengeluarkan nanah atau cairan

Penanganan Luka yang Terinfeksi

Luka yang sudah terlanjur terinfeksi dapat ditangani agar tidak menjadi semakin parah. Perawatan untuk luka yang terinfeksi meliputi:

  • Membersihkan luka
  • Menghilangkan jaringan mati atau rusak di sekitar luka
  • Mengonsumsi obat antibiotik
  • Mengaplikasikan salep kulit antibiotik untuk luka

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun Anda merasa sudah mendapatkan perawatan di rumah, Anda tetap harus ke dokter jika mendapati kondisi-kondisi berikut:

  • Luka terbuka lebih dalam dari 1/2 inci
  • Terjadi pendarahan yang berlangsung lebih dari 20 menit
  • Terjadi pendarahan karena kecelakaan serius

Catatan Penting

Penyembuhan luka terjadi dalam beberapa tahap. Luka Anda mungkin akan terlihat kemerahan, bengkak, dan berair pada awalnya. Tetapi ini merupakan suatu hal yang normal dari proses penyembuhan.

Selain itu, Anda mungkin memiliki bekas luka merah atau merah muda setelah luka tersebut menutup. Penyembuhan pada kondisi kulit ini akan berlanjut selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun hingga akhirnya bekas luka tersebut akan berubah warna menjadi lebih kusam dan akhirnya rata dengan warna dan permukaan kulit Anda.

Baca Juga: Cara Cepat Menyembuhkan Luka di Lutut

Sumber

UNAIR. (2012).  Karakterisasi In Vitro dan In Vivo Komposit Alginat – Poli Vinil Alkohol – ZnO Nano Sebagai Wound Dressing Antibakteri. repository.unair.ac.id

Medline Plus. (2014). Wound and Injuries.medlineplus.gov

WHO. (2013). Prevention and management of wound infection. www.who.int

Healthline. (2018). Open Wound. www.healthline.com

Medical News Today. (2019). What to know about open wound care. www.medicalnewstoday.com

Web MD. (2020). Slideshow: Caring for Wounds. www.webmd.com

Healthline. (2019). What to Expect During the 4 Stages of Wound Healing. www.healthline.com