Cara Melatih Keterampilan Motorik pada Anak Berdasarkan Usia

Image : momjunction.com

Penulis : Ardien | Editor : Atsa

Menstimulasi perkembangan motorik anak sangat penting di masa pertumbuhan mereka, sejak bayi hingga usia 6 tahun. Latihan dan permainan yang menstimulasi motorik kasar dan halus akan berhubungan dengan kualitas saraf dan otot pada anak.

Nantinya latihan tersebut mempengaruhi kepekaan sensorik dan keseimbangan motorik anak, seperti kelincahan, ketangkasan, dan kreativitas anak. Berbagai kegiatan dan permainan akan memicu perkembangan motorik pada anak. Tapi tidak semua permainan dan kegiatan baik untuk anak.

Anda harus menyesuaikan kegiatan dan permainannya dengan usia anak Anda. Berikut beberapa cara untuk melatih perkembangan motorik anak berdasarkan usia anak.

Baca Juga : Pentingnya Melatih Kemampuan Motorik Anak

0-1 Tahun

Untuk bayi baru lahir biarkan dia terlentang di kasur, terlalu sering menggendong bayi membuat ruang geraknya menjadi sempit. Biarkan dia bergerak semaunya agar kekuatan ototnya berkembang dengan baik.

Berbaring telentang kemudian berguling, tengkurap, dan merangkak. Beri mainan dengan warna yang mencolok agar menarik perhatian anak. Anak bayi suka bunyi-bunyian, berikan mainan sederhana yang bisa berbunyi saat bayi menggoyang-goyangkan mainannya.

Ketika sudah mulai merangkak, ciptakan suasana rumah yang tidak berbahaya. Misalkan tutup sudut meja dengan alat penutup sudut agar si kecil aman main-main di sekitar meja. Simpan benda-benda yang berbahaya untuk anak di tempat yang sulit dijangkau anak. 

Mainkan permainan sederhana seperti “cilukba” atau kejar-kejaran untuk mendorong anak bergerak dan melatih otot-ototnya untuk lebih aktif. Jangan lupa dengarkan musik dan berjoget bersama anak, selain menimbulkan kesenangan pada anak badannya juga terlatih untuk bergerak.

Ajak anak Anda untuk berenang sejak bayi. Berenang sangat baik untuk motorik bayi, koordinasi sensorik dangan tangan dan kaki, serta melatih otot di seluruh tubuh bayi. Berenang juga membuat bayi menjadi lebih percaya diri karena keberanian mereka terhadap air.

Baca Juga : 9 Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

1-2 Tahun

Saat anak berusia 1-2 tahun, anak mulai bisa mengangkat badannya ke posisi berdiri. Latih motorik anak Anda dengan menuntunnya berjalan, belajar berdiri, mengulurkan tangan untuk mengambil banda.

Latih juga motorik halus anak dengan memberikan finger food dengan tekstur yang beragam dan warna yang menarik. Saat anak memegang finger food, otot-otot kecil pada jari anak akan lebih peka dan terlatih untuk menggenggam dan mengenal tekstur. Selain itu latihan ini juga aman bagi bayi karena aman jika dimasukan dalam mulut.

3-4 tahun

Ketika anak memasuki usia presekolah mereka lebih tertarik dengan ketrampilan. Mulai suka menirukan kegiatan atletik orang dewasa seperti bermain bola, berlarian kemudian berhenti dengan cepat.

Untuk melatih motoriknya ajak anak main ke lapangan terbuka, kenalkan berbagai macam jenis olah raga. Usia 3-4 tahun anak sudah bisa menggenggam bolpoin atau krayon antara dua jari dan jempol (seperti orang dewasa), menggambar lingkaran, silang, dan awal tahapan desain yang lebih rumit di sebuah kertas besar.

Ajak mereka melakukan kegiatan bersama seperti menggambar atau sekedar mencoret-coret kertas. Bagi orang tua yang hobi membuat kue, ajak anak ikut serta karena di usia 3-4 tahun mereka menikmati kegiatan seperti menepuk, memecah, meremas serta mencetak adonan. Jika membuat anda takut berantakan ajak saja anak main di halaman dan mencetak pasir seolah-olah itu adonan kue.

Bermain clay dan balok juga baik untuk melatih motorik halus anak, selain itu juga dapat mengembangkan kreativitas anak dengan membentuk berbagai hal yang menarik dengan clay dan balok susun. Di usia ini, anak juga sudah memahami benda yang boleh dan tidak boleh dimakan, jadi mainan-mainan tersebut juga aman digunakan pada anak usia di atas 3 tahun.

Jangan lupa selalu mengajarkan anak untuk makan sendiri dan mencuci peralatan makan setelah makan, karena di usia 3-4 tahun mereka sudah bisa melakukan kegiatan tersebut dengan baik. Mereka umumnya sudah bisa menyendok sayur dan mencuci peralatan makan setelahnya.

4-5 tahun

Di usia ini kemampuan fisik berkembang dengan pesat, tidak ada salahnya mengajarkan permainan tradisional kepada anak. Beraneka ragam, permainan tradisional lebih hemat karena umumnya memanfaatkan peralatan yang sederhana dan tempat yang fleksibel. Beberapa permainan tradisional yang bisa membantu melatih motorik anak.

  • Lompat Tali : melatih konsentrasi dan koordinasi fisik
  • Congklak/Dakon : melatih motorik halus pada jari tangan, kemampuan menyusun strategi, dan berhitung
  • Bekel : melatih koordinasi sensor mata dan motorik tangan serta jari, dan meningkatkan konsentrasi
  • Petak Umpet dan Sepak Bola: mampu meningkatkan perkembangan motorik kasar anak

Baca Juga : Pengertian DHA & EPA, Apa Manfaatnya bagi Perkembangan Anak?

 

Sumber :
The Asia Parent. Panduan lengkap perkembangan anak 2 tahun (Milestone). id.theasianparent.com
Nutriclub. Mengenal Motorik Pada Balita. www.nutriclub.co.id
BrainFit. (2018). Usia & Tahapan: Bagaimana Anak-Anak Mengembangkan Keterampilan Motorik. www.brainfit.co.id
Sahabat Nestle. Melatih Motorik Anak dengan beragam Permainan Tradisional. www.sahabatnestle.co.id
PopMama. (2018). Sudah Tahu Belum? Ini Daftar Manfaat Berenang Bagi Bayi. www.popmama.com