Bromocriptine: Dosis dan Efek Samping

Bromocriptine: Dosis dan Efek Samping

Penulis: Dita | Editor: Umi

Bromocriptine merupakan obat jenis agonis reseptor dopamin yang digunakan untuk mengatasi kondisi tertentu yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Ketidakseimbangan hormon yang dimaksud adalah terlalu banyaknya kandungan prolaktin di dalam darah (hiperprolaktinemia).

Selain itu, bromocriptine juga dipakai untuk mengobati gangguan tumor otak yang membuat produksi prolaktin meningkat.

Bromocriptine juga kadang digunakan bersamaan dengan pembedahan atau radiasi untuk mengobati akromegali (hormon pertumbuhan yang terlalu tinggi) juga digunakan untuk mengobati gejala Parkinson termasuk tremor, kejang otot, kekakuan, dan kontrol otot yang buruk.

Baca Juga: Diethylpropion: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Bromocriptine

Anda sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini jika memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, termasuk memiliki masalah tekanan darah tinggi karena kehamilan (baik karena eklampsia atau preeklampsia).

Obat ini juga sebaiknya tidak diminum oleh ibu yang baru melahirkan dengan riwayat gangguan atau penyakit jantung. Pasien yang hamil selama masa pengobatan dengan bromocriptine juga sebaiknya menghentikan penggunaan obat.

Bromocriptine mungkin bisa menyebabkan Anda tertidur tiba-tiba meskipun sebelumnya Anda tidak mengantuk sama sekali. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk tidak menyetir sebelum memastikan bagaimana dampak obat ini pada diri Anda. Selama mengonsumsi bromocriptine, Anda juga dilarang menyusui.

Sampaikan juga pada dokter jika Anda pernah atau sedang memiliki beberapa masalah sebagai berikut:

  • Tekanan darah rendah, tekanan darah tinggi, penyakit jantung. atau pernah mengalami serangan jantung
  • Masalah pada organ hati dan ginjal
  • Tumor pada kelenjar pituitari
  • Masalah tukak lambung, perdarahan lambung atau usus
  • Penyakit mental atau psikosis.

Dosis dan Cara Penggunaan Bromocriptine

Bromocriptine oral tersedia dalam 2 jenis sediaan yakni kapsul (5 mg) dan tablet dengan dosis 0,8 mg dan 2,5 mg. Dosis obat ini akan berbeda untuk setiap pasien.

Pastikan Anda mengonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter atau keterangan yang tertera pada label. Jika dosis Anda berbeda, jangan mengubahnya kecuali dokter Anda yang memintanya.

Penting untuk Anda ketahui bahwa jumlah obat yang Anda minum tergantung pada kekuatan obatnya. Begitu juga dengan jumlah dosis yang Anda minum setiap hari, waktu yang diperbolehkan antara dosis dan lamanya waktu Anda harus mengonsumsi obat, tergantung pada masalah medis yang Anda alami.

Berikut ini dosis Bromocriptine berdasarkan kondisi medis yang ditangani:

Untuk menghentikan produksi ASI karena alasan medis

Dewasa: 2,5 mg setiap hari selama 2-3 hari, meningkat menjadi 2,5 mg sehari selama 14 hari.

Untuk mencegah produksi ASI setelah melahirkan karena alasan medis

Dewasa: 2,5 mg pada saat melahirkan, dosis dilanjutkan sebesar 2,5 mg 2 kali sehari selama 14 hari.

Untuk kondisi penyakit Parkinson (sebagai pengobatan tambahan bersamaan dengan levodopa)

Dewasa: Minggu pertama: 1–1,25 mg pada malam hari. Minggu ke-2: 2–2,5 mg pada malam hari. Minggu ke-3: 2,5 mg diminum 2 kali sehari. Minggu ke-4: 2,5 mg diminum 3 kali sehari, kemudian dosis dapat ditingkatkan 2,5 mg setiap 3–14 hari sesuai kebutuhan. Dosis pemeliharaan: 10–30 mg setiap hari.

Untuk mengatasi gejala hiperprolaktinemia, seperti hipogonadisme, galaktorea (keluarnya cairan seperti ASI dari puting payudara yang tidak berhubungan dengan kehamilan), atau infertilitas/kemandulan.

Dewasa: Dosis awal sebesar 1–1,25 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 2–2,5 mg setelah 2–3 hari, dan selanjutnya dosis ditingkatkan sebesar 1–2,5 mg setiap 2–3 hari sekali. Dosis Maksimal 30 mg/hari.

Untuk kondisi: Prolaktinoma

Dewasa: Dosis awal sebesar 1–1,25 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi 2–2,5 mg setelah 2–3 hari, kemudian 2,5 mg setiap 8 jam sekali, 2,5 mg setiap 6 jam, dan 5 mg setiap 6 jam. Dosis maksimal sebesar 30 mg/hari.

Anak usia 7–17 tahun: Dosis awal 1 mg 2–3 kali sehari, dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai respons tubuh pasien. Dosis maksimal untuk anak usia 7–12 tahun sebesar 5 mg sehari, sementara untuk anak usia di atas 13 tahun adalah 20 mg per hari.

Untuk kondisi: Akromegali

Dewasa: Dosis awal sebesar 1–1,25 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi 2–2,5 mg setelah 2–3 hari, kemudian 2,5 mg setiap 8 jam, 2,5 mg setiap 6 jam, dan 5 mg setiap 6 jam sekali.

Anak usia 7–17 tahun: Dosis awal sebesar 1,25 mg 2 atau 3 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap. Dosis maksimal anak usia 7–12 tahun 10 mg/hari, sementara anak usia di atas 13 tahun dosis maksimal 20 mg/hari.

Efek Samping Bromocriptine

Segera hubungi unit gawat darurat jika Anda mengalami reaksi alergi, seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Bromocriptine bisa menyebabkan sejumlah efek samping serius. Beberapa reaksi yang membutuhkan penanganan dari dokter antara lain:

  • Mati rasa, nyeri, dan pucat (perubahan warna pada jari kaki dan tangan, terutama saat suhu udara sedang dingin)
  • Pilek terus-menerus
  • Masalah pada penglihatan
  • Nyeri dada, nyeri saat bernapas, detak jantung yang cepat, napas cepat, dan sesak napas (terutama saat sedang berbaring)
  • Sakit punggung, bengkak di pergelangan kaki atau pada kaki
  • Buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau tidak buang air kecil sama sekali
  • Kebingungan, halusinasi, dan perasaan seperti akan pingsan
  • Gerakan otot yang tidak bisa dikendalikan, kehilangan koordinasi dan keseimbangan
  • Tinja berdarah, batuk darah, atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

Beberapa efek samping yang lebih umum mencakup pusing, sakit kepala, halusinasi, mual, konstipasi, serta gerakan otot yang tidak disengaja.

Perlu Anda ketahui bahwa berbagai efek samping yang sudah disebutkan di atas bukan daftar lengkap. Berbagai efek samping lain mungkin muncul selama penggunaan obat. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi, saat mengonsumsi, atau ketika Anda mengalami efek samping yang mengganggu.

Baca Juga: Apa Itu Neurologi?

 

Sumber

Drugs (2021). Bromocriptine. www.drugs.com

Mayo Clinic (2022). Bromocriptine (Oral Route). www.mayoclinic.org

MedlinePlus (2022). Bromocriptine. www.medlineplus.gov

RXList (2022). Bromocriptine. www.rxlist.com