Betis Nyeri Setelah Berlari, Penyebab dan Cara Mengatasi

Betis Nyeri Setelah Berlari, Penyebab dan Cara Mengatasi

Penulis: Emy | Editor: Atsa

Otot betis yang terasa nyeri setelah berlari memang sering terjadi pada sebagian orang. Atau setidaknya siapapun pelari baru pernah mengalaminya. Kondisi ini terjadi secara alami saat tubuh merespons tekanan yang ditempatkan pada otot (dikenal sebagai otot gastrocnemius dan soleus) saat berlari. Gejala otot betis yang tegang yang paling umum adalah munculnya rasa nyeri, atau sensasi kencang dan tertarik saat menggerakan atau menekuk kaki.

Penyebab

Berlari adalah aktivitas yang memberikan tekanan berulang pada otot betis. Penyebab spesifik nyeri otot betis akibat berlari biasanya bervariasi tergantung pada tingkat keparahan nyeri. Berikut penyebab paling umum.

1. Kurang Pemanasan

Penyebab paling umum nyeri betis ringan setelah berlari adalah karena kurangnya pemanasan. Hal ini sering kali dapat menyebabkan kram betis saat berlari atau rasa sakit yang umum pada betis setelah berlari.

Khususnya sebelum olahraga, pemanasan yang baik dan cukup sangat penting untuk menghindari cedera. Jika tendon achilles (otot betis) tidak dihangatkan secara memadai, tendon achilles akan kurang elastis dan lebih banyak beban yang harus diambil oleh betis.

2. Dehidrasi

Kurangnya cairan tubuh juga bisa menyebabkan berus terasa nyeri setelah berlari. Tingkat keparahan rasa sakit akan bervariasi tergantung pada sejauh mana Anda mengalami dehidrasi.

Air memainkan peran kunci dalam membantu tubuh mengeluarkan racun dan mencegah pembentukan asam laktat di otot. Ini sangat penting selama dan setelah olahraga, termasuk berlari.

3. Posisi Lari Salah

Posisi lari yang tidak tepat adalah alasan lain mengapa betis Anda mungkin sakit setelah berlari. Perubahan sekecil apapun, seperti membungkuk atau langkah kaki terlalu jauh, dapat menambah ketegangan pada otot betis dan dapat menyebabkan betis Anda terasa sangat kencang.

Cara Mengatasi

Meskipun perawatan otot betis yang kencang dapat bervariasi berdasarkan penyebabnya, peregangan cenderung paling efektif untuk mengatasi masalah nyeri otot jika dilakukan dengan benar. Untuk melakukannya dengan aman, jangan terburu-buru melakukan peregangan. Regangkan perlahan dan tahan selama 15 hingga 30 detik. Jangan meregangkan dengan paksa, hindari rasa sakit.

Jika Anda merasakan nyeri saat melakukan peregangan, kendurkan punggung dan pertahankan tekanan lembut hingga otot mengendur dengan sendirinya. Jika rasa sakit terus berlanjut, hentikan. 

Pada rasa sakit yang sedikit lebih parah, kompres es dapat membantu mengurangi peradangan, diikuti dengan obat antiinflamasi non-steroid yang dijual bebas seperti ibuprofen atau naproxen untuk anti peradangan.

Baca Juga: Sakit dan Nyeri pada Betis, Ketahui Apa Saja Penyebabnya

 

Sumber

Verywellfit. 2019. How to Treat Tight Calf Muscles After Running. www.verywellfit.com

Openfit. 2020. How to Prevent and Relieve Tight or Sore Calves. www.openfit.com

Kinetic Revolution. 2020. HOW TO TREAT CALF PAIN AFTER RUNNING. www.kinetic-revolution.com



Add Your Comment