7 Penyebab Munculnya Bercak Putih Pada Kulit

7 Penyebab Munculnya Bercak Putih Pada Kulit

Penulis: Meimei | Editor: Opie

Bercak putih pada kulit adalah mimpi buruk bagi orang yang berniat tampil putih, bersih dan mulus. Kondisi ini bukan saja mengganggu penampilan namun juga dapat memicu rasa gatal, iritasi maupun keluhan lainnya.

Oleh sebab itu, Anda harus waspada apabila mendadak muncul bercak putih di sekujur tubuh.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab kemunculan bercak putih di kulit Anda.

Untuk memudahkan Anda ketika nantinya harus berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kulit Anda, pastikan Anda memperhatikan lokasi, waktu kemunculan, gejala dan ukuran bercak tersebut.

Baca Juga: Kulit Manusia: Fungsi, Struktur dan Perawatannya

Penyebab Bercak Putih pada Kulit

Bercak putih terjadi ketika protein atau sel-sel mati terperangkap di bawah permukaan kulit Anda.

Hal ini juga mungkin disebabkan oleh depigmentasi, atau kehilangan warna yang dipicu berbagai alasan.

Sebenarnya, kondisi ini tidak berbahaya namun ada baiknya Anda memahami berbagai hal yang mungkin menjadi penyebabnya. Tujuannya agar bisa memberikan penanganan yang tepat sebelum harus memeriksakan diri ke dokter.

1. Mikosis

Salah satu penyebab utama bercak putih pada kulit adalah mikosis alias pityriasis versicolor atau tinea versikolor.

Biasanya, ini juga dibarengi dengan rasa gatal dan dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Mikosis disebabkan oleh jamur kulit yang secara alami bisa berdiam di tubuh Anda. Karena berbagai faktor, jamur ini berkembang biak dan membentuk koloni.

Umumnya, bercak putih karena mikosis muncul di leher dan punggung.

2. Paparan Sinar Matahari

Bercak putih juga bisa disebabkan karena kebiasaan Anda yang terlalu sering terpapar sinar matahari.

Hal ini khususnya dialami oleh orang berkulit putih atau terang yang lebih sensitif terhadap terik matahari. Biasanya, ini dialami dengan pengelupasan kulit baru kemudian bercak tersebut muncul.

Lokasi yang paling sering adalah di bagian lengan, dada dan punggung.

Oleh sebab itu, pastikan untuk selalu mengenakan tabir surya sebagai perlindungan kulit. Idealnya, Anda harus melembapkan kulit dengan baik sekitar 10 hari jika harus terpapar matahari secara intens.

Konsumsi makanan tinggi vitamin A seperti wortel, tomat, telur rebus, pepaya dan mangga.

3. Dermatitis Atopik / Eksem Atopik

Dermatitis atopik dulu dipahami hanya dialami oleh bayi yang kulitnya masih sensitif. Faktanya, orang dewasa seperti Anda juga bisa mengalaminya bahkan hingga usia tua nanti.

Kondisi kulit ini menyebabkan bercak merah, plak atau benjolan pada area tertentu. Namun, area tersebut akan menjadi lebih putih ketika sudah sembuh, baik dengan pengobatan maupun dengan sendirinya.

Tak perlu khawatir, sebab ada banyak jenis krim, salep atau obat yang bisa dipakai untuk mengobatinya.

Selain itu, Anda juga harus menjaga diri tetap terhidrasi dengan mengkonsumsi air putih yang cukup dan makan makanan bergizi.

4. Bintik putih

Bintik putih yang dimaksud di sini terjadi pada orang dengan kulit putih atau terang yang berusia di atas 40 tahun.

Kondisi ini umumnya muncul di area lengan, tangan maupun kaki.

Hal ini disebabkan kondisi pigmen yang berubah maupun kebiasaan terpapar sinar matahari selama bertahun-tahun tanpa tabir surya.

Baca Juga: Kulit Kepala Bersisik? Waspadai Gejala Tinea Capitis

5. Vitiligo

Penyakit kulit vitiligo juga bisa menyebabkan kemunculan bercak putih pada kulit. Seringkali, ukurannya cukup besar dan amat mencolok sekaligus dapat mempengaruhi bagian dalam kulit.

Sejauh ini, dunia kesehatan belum bisa memastikan penyebab vitiligo pada seseorang. Namun, kondisi ini  diduga terjadi karena perubahan genetik atau perubahan dalam sistem kekebalan Anda, ketika tubuh mulai melawan melanosit.

Belum ada metode yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit ini. Namun Anda bisa melakukan perawatan kulit untuk menjaga kondisinya tidak memburuk misalnya dengan  fototerapi, mengoleskan krim dan salep dengan kortikosteroid dan/atau imunosupresan.

Salah satu obat yang mungkin direkomendasikan dokter adalah Melagenina Plus, yang dikenal mampu merangsang produksi melanosit dan melanin dan meratakan warna kulit Anda.

6. Hipomelanosis

Bercak putih karena hipomelanosis tidak dipicu karena adanya jamur, melainkan disebabkan karena karakteristik kulit seseorang.

Masyarakat Brazil adalah contoh ras yang memiliki kecenderungan kondisi ini.

Kondisi ini sendiri ditandai dengan adanya beberapa bagian tubuh yang lebih terang daripada warna kulit umum orang tersebut.

Meskipun sudah berjemur, bagian tersebut akan selalu lebih terang dibandingkan area lainnya.

Perubahan pada kulit ini khususnya lebih sering terjadi pada orang yang memiliki beberapa jenis alergi.

7. Sklerosis tuberosa

Bercak putih pada kulit juga bisa menjadi pertanda sklerosis tuberosa atau dikenal juga dengan penyakit bourneville atau epiloia.

Kondisi ini bisa diidentifikasi pada bayi dan anak-anak hingga usia enam tahun.

Awalnya hanya ada satu bercak putih yang signifikan, namun jumlahnya bisa bertambah dan menyebar di bagian tubuh lainnya.

Meski demikian, bercak tersebut biasanya paling banyak berada di area tubuh utama seperti punggung atau dada.

Jika mengalami gejala ini, pastikan untuk segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pengobatan yang tepat dapat mencegah sejumlah komplikasi termasuk kejang atau bahkan masalah ginjal.

Baca Juga: Hiperpigmentasi Kulit: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Sumber

Tuasaude. (2021). White Spots On Skin: 7 Causes & How To Get Rid of Them. www.tuasaude.com

Medical News Today. (2018). What are these white spots on my skin?. www.medicalnewstoday.com

Healthline. (2019). What’s Causing Spots on My Skin and How Can I Treat Them?. www.healthline.com

Healthline. (2018). What’s Causing White Spots on My Face and How Can I Treat Them?. www.healthline.com