Berbagai Jenis dan Cara Mengatasi Alergi pada Kulit

Berbagai Jenis dan Cara Mengatasi Alergi pada Kulit

Penulis: Anggita | Editor: Opie

Orang yang memiliki gangguan pada kekebalan tubuh bisa mengalami reaksi alergi pada kulit.

Selain itu, alergi juga bisa disebabkan oleh infeksi, maupun obat-obatan yang Anda konsumsi.

Umumnya, alergi kulit tidak berbahaya dan bisa disembuhkan. Agar Anda lebih paham, simak penjelasan berbagai jenis alergi dan cara mengobatinya berikut ini.

Baca Juga: Vitamin Terbaik Untuk Kulit Sehat dan Glowing

1. Eksem atau dermatitis atopik

Eksem adalah salah satu jenis alergi kulit yang sering terjadi pada anak-anak.

Meski demikian, orang dewasa juga tetap bisa terkena eksem.

Biasanya, eksem disertai dengan gejala bawaan seperti asma atau rinitis alergi.

Tetapi secara umum, eksem akan menimbulkan tanda-tanda seperti:

  • Kulit merah dan kering bagian tangan, kaki, leher, dada, belakang lutut dan sikut, wajah, dan kepala
  • Benjolan kecil yang jika digaruk mengeluarkan cairan dan berkerak
  • Kulit bersisik, pecah-pecah

Berikut adalah sejumlah penanganan eksem:

  • Mengobati infeksi dengan obat-obatan seperti antibiotik jika Anda mengalami infeksi bakteri
  • Mengoleskan krim atau salep khusus yang bisa mengendalikan rasa gatal Anda, dan bisa juga membantu memperbaiki kulit
  • Menggunakan sabun yang lembut saat mandi
  • Mengeringkan kulit dengan benar lalu mengoleskan krim saat kulit masih lembap

2. Biduran

Biduran atau kaligata adalah jenis alergi yang terjadi saat kulit Anda mengalami benjolan banyak dalam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, namun setiap benjolan memiliki bagian tengah berwarna pucat.

Penyebab biduran cukup beragam, mulai dari alergi makanan, obat-obatan, gigitan serangga, bahkan paparan udara.

Berikut adalah sejumlah penanganan biduran:

  • Mengompres kulit dengan air dingin
  • Berada di ruang yang sejuk
  • Pakai pakaian yang longgar
  • Menggunakan obat antihistamine yang diresepkan oleh dokter
  • Pada kondisi yang lebih parah, Anda mungkin diberikan kombinasi obat yang lebih kuat dari antihistamine
  • Pemberian suntikan epinefrin jika terjadi reaksi alergi yang sangat serius dan membahayakan

3. Dermatitis kontak

Walaupun hampir mirip dengan dermatitis atopik, ini adalah kedua kondisi yang berbeda.

Perbedaannya adalah, dermatitis atopik bisa muncul saat kekebalan tubuh Anda sedang menurun, sementara dermatitis kontak terjadi ketika kulit terpapar oleh pemicu alergi, atau bisa juga barang-barang yang bersentuhan dengan sumber iritasi.

Biasanya, dermatitis kontak bisa muncul pada kaki, tangan, leher, wajah, dan kelopak mata Anda.

Pemicu dermatitis kontak di antaranya seperti:

  • Kosmetik
  • Krim antibiotik
  • Karat
  • Bahan atau zat pada sepatu
  • Perhiasan
  • Tanaman beracun

Berikut adalah sejumlah penanganan pada dermatitis kontak:

  • Jauhi atau minimalisir kontak dengan pemicu alergi, atau gunakan pakaian yang tertutup
  • Pakai sarung tangan jika Anda tak bisa menahan untuk menggaruk kulit yang sedang iritasi
  • Berendam dengan oatmeal untuk mengurangi rasa gatal di kulit, selain itu oatmeal juga bisa membuat kulit terasa lebih lembut
  • Aplikasikan krim pelembap emolien, yaitu pelembap yang bisa digunakan untuk menahan kadar air pada kulit, serta menutupinya dengan lapisan proteksi
  • Gunakan kortikosteroid topikal yang diresepkan dokter untuk mengurangi peradangan pada kulit
  • Konsumsi steroid dalam bentuk tablet

Baca Juga: Obat Tradisional untuk Mengurangi Gejala Eksem

4. Angioedema

Angioedema adalah pembengkakan pada lapisan dalam kulit Anda, dan biasanya muncul bersama dengan biduran.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada wajah.Walaupun begitu, ini juga bisa terjadi pada tangan, kaki, kelamin, hingga di dalam tenggorokan atau perut.

Sensasi yang dirasakan saat mengalami angioedema adalah rasa menyengat atau kesemutan yang tak wajar.

Penyebab dari angioedema bisa berasal dari makanan, obat-obatan, gigitan serangga, atau penggunaan alat-alat berbahan dasar lateks.

Berikut adalah sejumlah penanganan pada angioedema:

  • Hindari pemicu alergi, seperti kacang-kacangan, susu, telur, atau kerang
  • Menggunakan antihistamine oral untuk mengontrol gatal dan ruam saat sedang kambuh
  • Pada gejala yang parah, Anda bisa diberikan obat steroid jangka pendek.
  • Penyuntikan injektor otomatis adrenalin apabila muncul anafilaksis atau reaksi alergi berat

Catatan Penting

Meskipun kebanyakan bisa diatasi, terkadang anafilaksis atau reaksi alergi yang parah juga bisa terjadi.

Apabila hal tersebut muncul, maka anafilaksis bisa menyebar ke seluruh tubuh dan membuat Anda sulit bernapas.

Sehingga, Anda membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin.

Selain itu, apabila Anda mengalami kondisi alergi kulit yang tak bisa hilang sendiri, Anda mungkin butuh berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan obat-obat tertentu.

Hubungilah dokter jika penanganan secara tradisional tak bisa meredakan gejala alergi.

Baca Juga: 10 Jenis Penyakit Kulit yang Sering Terjadi pada Anak

Sumber

Mayo Clinic. (2020). Atopic dermatitis (eczema) – Sympoms and Causes – Mayo Clinic. www.mayoclinic.org

Mayo Clinic. (2020). Atopic dermatitis (eczema) – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. www.mayoclinic.org

Web MD. (2021). Hives and Your Skin. www.webmd.com

Very Well Health. (2022). An Overview of Skin Allergies. www.verywellhealth.com

NHS. (2019). Contact dermatitis – Treatment – NHS. www.nhs.uk

AAAAI. Skin Allergy Symptoms, Diagnosis, Treatment & Management | AAAAI. www.aaaai.org

NHS. (2019). Angioedema – Treatment – NHS. www.nhs.uk

Web MD. (2020). Skin Allergies: Contact Dermatitis Causes, Tests and Treatment. www.webmd.com