Benzalkonium Chloride: Kegunaan, Petunjuk Penggunaan, dan Efek Samping

Benzalkonium Chloride: Kegunaan, Petunjuk Penggunaan, dan Efek Samping

Penulis: Umi Fatimah

Benzalkonium klorida merupakan senyawa amonium yang digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan pengawet antimikroba, antiseptik, desinfektan, dan bahan pelarut. Zat ini adalah bahan pengawet yang banyak digunakan dan sering ditemukan dalam obat tetes mata, obat tetes telinga, dan semprotan hidung.

Selain itu, benzalkonium klorida dapat digunakan dalam kombinasi dengan bahan pengawet atau bahan lain untuk menghentikan pertumbuhan beberapa jenis virus, bakteri, dan jamur. Benzalkonium klorida juga digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik, sampo, atau losion.

Baca Juga: Waspada! Bahaya Menenggak Insto

Peringatan Penggunaan Benzalkonium Klorida

  • Jangan menggunakan produk yang mengandung benzalkonium klorida jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap bahan ini.
  • Obat ini mungkin berinteraksi dengan obat lain. Beri tahu dokter tentang semua obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan produk herbal),  sebelum Anda menggunakan produk benzalkonium klorida
  • Sampaikan pada dokter jika Anda sedang menyusui, hamil, atau merencanakan kehamilan.
  • Jangan menggunakan benzalkonium klorida untuk membersihkan lensa kontak
  • Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter (atau dokter gigi) Anda tentang semua obat yang Anda gunakan termasuk produk benzalkonium klorida
  • Jika gejala yang Anda rasakan semakin memburuk atau berlangsung lebih dari 7 hari, bicarakan dengan dokter.
  • Jangan gunakan benzalkonium klorida dalam jumlah besar. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu jika Anda ingin menggunakan produk benzalkonium klorida pada area luka terbuka, luka bakar, luka lecet, atau gigitan hewan
  • Hindari penggunaan produk yang mengandung benzalkonium klorida pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun sebelum berkonsultasi dengan dokter
  • Obat ini dapat berbahaya jika tertelan. Segera hubungi dokter atau dapatkan pertolongan medis jika tertelan benzalkonium klorida secara tidak sengaja.

Petunjuk Penggunaan Benzalkonium Klorida

Selalu baca petunjuk penggunaan pada kemasan obat dan pastikan Anda menggunakan benzalkonium klorida sesuai dengan petunjuk dokter. Jika ada bagian yang tidak Anda pahami, jangan ragu untuk bertanya pada dokter atau apoteker.

Cuci tangan Anda sebelum dan sesudah menggunakan benzalkonium klorida. Untuk membersihkan luka, tempelkan pada kulit yang terkena dan bersihkan dengan kain kasa steril.

Simpan obat pada suhu kamar jauh dari panas dan kelembapan, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Dosis Benzalkonium Klorida

Cara penggunaan dan dosis berbagai produk yang mengandung benzalkonium klorida akan berbeda sesuai dengan tujuan dan aturan penggunaan yang tertera pada kemasan produk.

Bacalah petunjuk penggunaan pada label kemasan sebelum Anda menggunakan produk yang mengandung benzalkonium klorida. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kegunaan obat lebih lanjut, tanyakan pada dokter.

Umumnya, benzalkonium klorida dapat ditemukan dalam obat tetes dan berbagai jenis produk pembersih. Berikut ini beberapa jenis produk yang mengandung benzalkonium klorida:

  • Produk pembersih kulit, selaput lendir, dan luka: 0,01–0,1%
  • Pembersih kandung kemih dan uretra: 0,005-0,02%
  • Pembersih luka dalam: 0,005%
  • Disinfeksi dan penyimpanan instrumen bedah: 0,13%, yang dapat digunakan dengan Na nitrit untuk menghindari korosi
    Sampo untuk mengobati dermatitis seboroik: 0,2-0,5%
  • Krim untuk mengatasi ruam serbet dan penyakit kulit lainnya: 0,13%
  • Pembersih vagina: 0,02-0,05%
  • Pengawet pada obat tetes mata: 0,01%-0,02%
  • Pengawet pada obat tetes hidung dan telinga: 0,002-0,2%.

Efek Samping Benzalkonium Klorida

Pada dasarnya semua obat dapat menimbulkan efek samping. Namun, tidak semua orang mengalami efek samping yang sama atau beberapa orang mungkin hanya mengalami efek samping ringan.

Penggunaan benzalkonium klorida biasanya akan menimbulkan sensasi perih ringan, iritasi kulit, kemerahan dan bengkak di kulit saat pertama kali diaplikasikan. Beberapa efek samping tersebut mungkin hilang dalam jangka waktu tertentu. Beri tahu dokter jika efek samping tidak kunjung hilang atau semakin parah.

Meski jarang terjadi, penggunaan benzalkonium klorida juga bisa menimbulkan reaksi alergi. Segera dapatkan bantuan medis, jika Anda memiliki salah satu tanda dari reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Pahamilah bahwa informasi dalam artikel ini bukan pengganti nasihat medis. Obat bisa memengaruhi setiap orang secara berbeda. Selalu diskusikan dengan dokter mengenai kemungkinan efek samping.

Baca Juga: Seberapa Amankah Penggunaan Kotak Makan dan Botol Minum Plastik?

 

Sumber

Drugs. Benzalkonium Chloride. drugs.com

Cleveland Clinic. Benzalkonium Chloride topical aqueous solution. my.clevelandclinic.org

Novo Nordisk Pharmatech. What is Benzalkonium Chloride (BKC)?. novonordiskpharmatech.com