Begini Cara Mengatasi Susah Buang Angin

Begini Cara Mengatasi Susah Buang Angin

Penulis: Shania | Editor: Ratna

Susah buang angin seringkali diawali dengan kondisi perut kembung. Perut kembung adalah rasa tidak nyaman pada perut akibat penumpukan gas di sistem pencernaan. Ini sering terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman tertentu, tetapi Anda juga bisa mengalami susah buang angin sebagai tanda kondisi yang lebih serius.

Dalam kebanyakan kasus, perubahan pola makan dan gaya hidup dapat membantu mengontrol gas berlebih dalam sistem pencernaan kita. Hal ini dikarenakan pada saat Anda makan, minum atau menelan air liur, Anda juga menelan sedikit udara. Udara yang tertelan ini terakumulasi di usus, dan saat udara tersebut terperangkap, maka Anda akan merasakan ketidaknyamanan pada perut Anda.

Gas dalam sistem pencernaan manusia sebagian besar terdiri dari nitrogen dan oksigen. Saat organ tubuh Anda mencerna makanan maka akan ada gas yang dikeluarkan untuk melakukan proses tersebut. Bentuk gas yang seringkali dilepaskan adalah hidrogen, metana, dan karbon dioksida. Saat gas-gas tersebut menumpuk, maka tubuh akan mengeluarkannya melalui mulut (sendawa) atau melalui saluran anus (kentut).

Baca Juga: Sering Buang Gas atau Kentut? Ketahui 8 Penyebabnya

Gejala

Gejala susah buang angin biasanya datang tiba-tiba dan mengganggu kenyamanan Anda. Rasa sakitnya bisa tajam dan menusuk bagian perut dan juga area dubur Anda. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin Anda alami saat menderita susah buang angin:

  • Perut kembung parah dan kram perut.
  • Nyeri di sisi kiri usus besar dan dapat menjalar ke bagian dada, jika telah parah Anda bisa merasa seperti terkena serangan jantung.
  • Nyeri pada bagian usus besar.
  • Mual dan Muntah.

Penyebab Susah Buang Angin

Kondisi kesusahan buang air dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya adalah:

Pencernaan

Masalah pada pencernaan Anda dapat menyebabkan kondisi susah buang angin. Hal ini dikarenakan pada proses pencernaan makanan, tubuh akan mengeluarkan gas-gas tertentu untuk membantu proses pencernaan. Akan tetapi, saat makanan atau minuman Anda mengandung gas yang berlebih, maka jumlah gas yang ada di tubuh Anda akan menumpuk dan menyebabkan rasa tidak nyaman di perut Anda.

Pada beberapa orang, juga terdapat kondisi lambatnya proses pembersihan gas di usus mereka. Ini dapat terjadi karena tubuh orang tersebut mengalami kekurangan enzim untuk mendorong gas keluar dari tubuh usai proses pencernaan makanan.

Intoleransi makanan

Pada kasus tertentu, terdapat sebagian orang yang tidak memiliki cukup laktase (enzim yang dibutuhkan untuk mencerna produk susu). Orang yang tidak memiliki laktase memiliki kondisi intoleransi produk susu, oleh karena itu mereka disarankan untuk tidak mengonsumsi produk susu beserta olahannya guna menghindari gas yang berlebih pada pencernaan. Pada lain kesempatan, Anda mungkin menemukan beberapa orang yang memiliki intoleransi makanan seperti gluten atau karbohidrat tertentu.

Pertumbuhan berlebih bakteri

Pertumbuhan bakteri berlebih pada usus halus (SIBO) terjadi ketika bakteri yang biasanya tumbuh di bagian lain usus mulai tumbuh di usus kecil. Ini dapat menyebabkan gas yang berlebih pada usus, dan rasa sakit pada perut.

Sembelit

Sembelit adalah salah satu masalah pencernaan, yang menyebabkan seseorang tidak dapat buang air besar secara rutin atau kurang dari tiga kali seminggu. Pada orang-orang yang sembelit, mereka akan memiliki tinja yang keras dan kering. Hal ini juga disertai dengan sulit buang angin.

Perilaku gaya hidup

Perilaku gaya hidup dapat menyebabkan produksi gas yang berlebih pada tubuh, diantaranya:

  • Menggunakan sedotan untuk minum.
  • Terlalu banyak bicara saat sedang makan.
  • Mengunyah permen karet.
  • Makan berlebihan.
  • Membuka mulut atau mendesah terlalu sering.
  • Merokok atau menggunakan tembakau kunyah.

Jika ketidaknyamanan akibat gas berkepanjangan, Anda mungkin mengalami masalah pencernaan yang lebih serius dan perlu mengkonsultasikannya ke dokter. Beberapa kemungkinan penyakit yang terjadi, antara lain:

  • Sindrom iritasi usus besar (IBS)
  • Penyakit Crohn (Radang usus kronis)
  • Kolitis ulseratif (Peradangan pada usus besar)
  • Tukak lambung

Cara Mencegah

Anda dapat menurunkan risiko susah buang angin yang menyakitkan dengan memperhatikan apa dan bagaimana Anda makan. Anda dapat memulainya dengan melacak makanan dan keadaan yang menyebabkan gas pada perut Anda. Setelah itu, hindari makanan atau perilaku yang tampaknya menimbulkan masalah bagi Anda.

Berikut beberapa saran yang dapat Anda perhatikan, ketika melakukan pencegahan kondisi susah buang angin, antara lain:

  • Menjaga cairan di dalam tubuh agar tetap tercukupi.
  • Menghindari minuman berkarbonasi, karena tingkat gas pada minuman ini cukup tinggi.
  • Menghindari untuk makan atau minum terlalu panas atau dingin.
  • Kurangi konsumsi pemanis buatan.
  • Mengunyah makanan dengan perlahan dan lembut.
  • Menghindari merokok.
  • Apabila Anda menggunakan gigi palsu, pastikan gigi Anda sesuai dengan rahang Anda. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir udara yang masuk saat Anda menggerakan bagian rahang Anda.

Baca Juga: Ketahui Penyebab dan Cara Mencegah Kentut Bau Busuk

Sumber

Healthline. (2019). Immediate Relief for Trapped Gas: Home Remedies and Prevention Tip. www.healthline.com 

Medical News Today. (2017). Flatulence. www.medicalnewstoday.com

Medicinenet. Intestinal Gas: Symptoms & Signs. www.medicinet.com

NHS. Flatulence. www.nhs.uk

Refinery29. (2019). What to do: When your stomach’s in knots. www.refinery29.com