Apa Bedanya? Sunscreen VS Sunblock

image : simple-beauty.com

Untuk melindungi kulit dari paparan dan efek sinar matahari (UV), pengaplikasian tabir surya sangat direkomendasikan. Tabir surya biasa diformulasikan dalam bentuk krim untuk memudahkan aplikasi ke kulit.

Pada produk tabir surya, biasanya kita menemukan istilah sunscreen dan sunblock. Beberapa orang mungkin juga menganggap keduanya sama. Memang keduanya memiliki kegunaan yang sama, yaitu menghalau sinar UV dari matahari. Namun, perlu diketahui juga kalau sunscreen dan sunblock cara kerjanya berbeda.

1. Cara Kerja

Cara kerja tabir surya dibagi menjadi dua jenis, yaitu chemical sunscreen dan physical blocker. Chemical sunscreen inilah yang biasa disebut sunscreen. Sunscreen bekerja dengan cara menyerap radiasi yang tinggi dari UV dan mengubahnya menjadi radiasi yang lebih rendah.

Sunscreen harus digunakan 15 hingga 30 menit sebelum paparan sinar matahari, karena memerlukan waktu untuk menyerap ke kulit. Sunscreen juga perlu pengulangan aplikasi setiap dua jam. Kalau sunscreen bekerja dengan menyerap dan mengubah radiasi, sunblock cenderung bekerja dengan memantulkan (reflects), dan menyebarkan (scatter) radiasi matahari.

Sangat cocok dengan namanya, fungsi sunblock memang untuk mengeblok radiasi UV. Sunblock sendiri dapat langsung bekerja setelah dioleskan. Karenanya, sunblock menjadi rekomendasi bagi anda yang suka beraktivitas lama di bawah sengatan matahari.

2. Tekstur

Sunscreen hampir tidak meninggalkan bekas atau residu. Kalu pun ada, pasti hanya tipis sekali. Teksturnya ringan dan transparan sehingga tidak mudah menggumpal, namun mudah luntur. Cocok diterapkan sebelum penggunaan makeup.

Lain halnya dengan tekstur sunblock yang lebih kental dan cenderung meninggalkan warna putih. Jadi, kurang cocok bagi anda yang memiliki masalah lain seperti berjerawat dan komedo. Untuk kulit yang bermasalah, baiknya konsultasikan dulu dengan dermatologi, supaya lebih tepat untuk pemilihan tabir surya yang cocok.

3. Kandungan Bahan Aktif

Bahan sunscreen yang biasa dipakai dapat digolongkan menjadi dua, yaitu untuk melindungi dari UVA dan UVB. UVA merupakan radiasi Ultra Violet yang dapat memicu penuaan (aging), dan UVB merupakan radiasi Ultra Violet yang memicu kulit gosong atau terbakar (burning).

Bahan yang digunakan untuk melindungi UVA diantaranya oxybenzone, avobenzene, maradimate, dan tetraphthalidine. Sedangkan untuk UVB, bahan yang sering dipakai yaitu padimate, octinoxate, octorylene, octisalate, dan ensulizole.

Dalam satu sunscreen bisa hanya melindungi dari UVA saja, atau UVB saja, atau keduanya. Bahan sunblock yang sering dipakai adalah titanium dioxide, dan zinc oxide. Kandungan sunblock biasanya lebih ringan dari sunscreen, sehingga lebih cocok untuk kulit sensitif.

Cara kerja yang berbeda tentu dikarenakan bahan yang berbeda pula. Jadi kesimpulannya yang membedakan sunscreen dan sunblock adalah dari cara kerjanya. Untuk membedakan sunscreen dan sunblock bisa dilihat dari kandungan bahan dari produknya. Lebih mudahnya, jika pada kandungan produk tidak ada titanium dioxide atau zinc oxide maka produk itu adalah sunscreen.

Baca Juga : Tips Memilih Sun Protection yang Tepat untuk Kulit Sensitif

 

Sumber :

Skinacea. (2012). Physical vs Chemical Sunscreen. skinacea.com

John D’Orazio. (2013). UV Radiation and the Skin. ncbl.nlm.nih.gov

Lisa Fayed. (2017). Should You Use Sunscreen or Sunblock?. verywellhealth.com

Dermatology Center for Skin Health. (2017). What’s the Difference Between Sunscreen and Sunblock? Does it Matter?. wvdermcenter.com

EPA. (2006). The Burning Facts. United States : Environmental Protection Agency