Apa Bedanya? LDL (Kolesterol Jahat) Vs HDL (Kolesterol Baik)

Image: iowaweightloss.com

Kata “kolesterol” terdengar menakutkan bagi sebagian orang. Ada konotasi negatif yang melekat erat pada kata tersebut. Padahal selain dari makanan, kolesterol diproduksi juga oleh tubuh, lho. Jadi kolesterol itu baik atau jahat? Simak penjelasannya!

1. Apa itu Kolesterol?

Kolesterol diproduksi oleh tubuh, bertempat di hati. Fungsi kolesterol adalah pengaturan hormon, membantu produksi vitamin D, pelindung sel, membantu penyerapan zat gizi, dan menjaga fungsi otak.

Sebenarnya produksi kolesterol oleh hati sudah tergolong cukup. Permasalahan mulai terjadi saat anda mengonsumsi makanan berkolesterol secara berlebihan.

Oleh karena itu mengatur asupan kolesterol baik untuk kesehatan diri. Olahraga yang teratur juga dapat seimbangkan kadar cadangan lemak tubuh.

2. LDL & HDL Punya Fungsi yang Berbeda

Dalam pembuluh darah, kolesterol diangkut oleh lipoprotein. Lipoprotein ini tersusun atas lemak dan protein. Berdasarkan jenisnya, terdapat 2 lipoprotein yaitu LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein).

LDL sering disebut sebagai “kolesterol jahat”. Padahal LDL juga punya fungsi khusus, yaitu mengangkut kolesterol dari hati ke pembuluh darah atau jaringan. Hanya saja jika terlalu banyak, LDL akan mengendap di pembuluh darah dan membentuk dinding yang disebut dengan plak.

Plak menutupi jalan pembuluh darah, sehingga organ-organ akan kekurangan suplai darah maupun oksigen. Tekanan darah pun jadi tinggi karena jantung memompa darah lebih kuat. Akibatnya resiko penyakit dan serangan jantung pun meningkat.

Berbeda dengan HDL yang punya fungsi untuk mengangkut kolesterol kembali ke hati. Kemudian, kolesterol tersebut akan dibuang dari tubuh. Tingkat HDL yang tinggi dapat turunkan resiko terkena penyakit dan serangan jantung.

3. Ingat Batas Minimal dan Maksimal

HDL punya batas minimal menurut jenis kelamin. Untuk wanita minimal 55 mg/dL sedangkan pria 45 mg/dL. Kekurangan HDL dapat tingkatkan resiko penyakit jantung dan degeneratif lainnya.

Sebaliknya, LDL punya batas maksimal yang tidak boleh dilewati. Semakin rendah nilanya, semakin baik untuk kesehatan. Maksimal level LDL pada orang sehat (tanpa penyakit jantung, dll) adalah 130 mg/dL. Sedangkan bagi orang dengan penyakit tertentu atau tinggi kolesterol, sebaiknya kadar LDL di bawah 100 mg/dL.

4. Makanan Peninggi HDL dan LDL

Agar level HDL meningkat, perbanyak makanan yang mengandung serat, asam lemak tidak jenuh, asam lemak esensial serta vitamin. Contohnya adalah buah-buahan, gandum utuh, kacang dan biji-bijian, ikan laut, sayuran, serta daging tanpa lemak.

Lain halnya dengan beberapa makanan yang justru harus dihindari karena dapat meningkatkan kadar LDL.Makanan tersebut biasanya mengandung asam lemak jenuh dan tinggi natrium. Misalnya berbagai jenis gorengan, daging penuh lemak, produk susu tinggi lemak, serta minyak yang dipakai berulang.

Jadi, sekarang harus lebih bijak dalam memilih makanan, ya! Selain itu, perlu rutin cek kadar kolesterol agar terus terpantau. Salam sehat!

 

 

Sumber:
What is Cholesterol? Understanding LDL and HDL Cholesterol. 2017. www.heartuk.org.uk
LDL and HDL Cholesterol: “Bad” and “Good” Cholesterol. 2017. www.cdc.gov/cholesterol
What’s The Difference Between LDL and HDL Cholesterol? 2017. www.healthline.com/health