Seputar Bau Badan: Penyebab & Cara Menghilangkannya

Seputar Bau Badan: Penyebab & Cara Menghilangkannya

Image: livestrong.com

Sama seperti jerawat, bau badan dianggap mengganggu dan tidak menyenangkan. Terkadang bikin rasa percaya diri turun sehingga malu untuk bersosialisasi.

Bau badan tidak menimpa semua orang. Beberapa ada yang sangat sulit untuk menghilangkannya, sementara ada pula yang tidak pernah merasakan bau badan. Lantas, kenapa bau badan bisa muncul?

Penyebab Bau Badan

Bau badan atau bromhidrosis timbul akibat aktivitas bakteri terhadap keringat. Bakteri tersebut memecah protein pada keringat menjadi zat asam.

Keringat sendiri dihasilkan oleh kelenjar yang disebut apokrin. Kelenjar ini terdapat pada  ketiak, sekitar payudara dan kelopak mata. Makanya, tidak heran jika bau badan sangat kuat tercium pada daerah tersebut.

Resiko Bau Badan

Terdapat beberapa resiko terjadinya bau badan. Misalnya masa pubertas saat remaja, dimana kelenjar apokrin sedang tumbuh pesat dan memproduksi banyak keringat.

Resiko lainnya adalah:

  • Jenis kelamin laki-laki

Laki-laki lebih banyak berkeringat daripada wanita. Oleh karena itu, resiko bau badan pun meningkat

  • Berat badan berlebih

Orang dengan berat badan berlebih cenderung punya banyak lipatan di tubuhnya. Lipatan tersebut bisa jadi sarang bakteri penyebab bau badan untuk tumbuh.

  • Kondisi kesehatan

Diabetes bisa jadi penyebab bau badan. Pada kondisi ketoasidosis, tidak hanya napas namun juga kulit penderita jadi berbau.

Penderita penyakit ginjal dan hati juga beresiko bau badan. Sebab racun yang seharusnya dibuang keluar tubuh, malah menumpuk dan sebabkan bau badan.

  • Hiperhidrosis

Pada kondisi hipertiroid, kelenjar keringat memproduksi keringat secara berlebih walau kegiatan yang dilakukan hanya sedikit. Hal ini picu lebih  banyak bakteri, sehingga tercium aroma bau badan.

Penanganan Sederhana Bau Badan

Ada banyak cara penanganan bau badan, namun intinya adalah menghilangkan bakteri penyebab bau. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

  • Mandi dengan air hangat 2 kali sehari

Air hangat dapat bunuh bakteri penyebab bau badan. Efeknya pun semakin meningkat bila pakai sabun anti bakteri. Perhatikan bagian ketiak lebih teliti, karena lebih banyak keringat pada bagian tersebut

  • Gunakan deodoran dan anti-perspirant

Deodoran menutup bau keringat dengan aroma parfum. Selain itu, deodoran juga buat ketiak lebih asam sehingga bakteri tidak bisa tumbuh. Sedangkan anti-perspirant mengandung aluminium klorida untuk kurangi produksi keringat berlebih.

  • Cukur rambut ketiak

Tujuannya agar keringat lebih cepat menguap, sehingga bakteri tidak punya waktu untuk berkembang

  • Pilih kain sebaik mungkin

Gunakan baju yang menyerap keringat seperti katun dan wol. Dengan begitu, keringat akan lebih cepat menguap. Pastikan baju yang dipakai bersih dan jangan pernah pakai baju tanpa dicuci terlebih dulu.

  • Hindari makanan pedas

Saat konsumsi makanan pedas, produksi keringat meningkat. Bertambahnya volume keringat tingkatkan resiko bau badan.

Bau badan memang bikin suasana hati berubah. Tapi kalau anda jaga kebersihan diri dengan baik, pasti bisa atasi masalah yang satu ini. Jika sudah terlampau parah, kunjungi dokter dan konsultasikan mengenai suntik botox atau operasi. Semoga berhasil!

Sumber:
Body Odor. 2016. www.nhs.uk
What’s to Know About Body Odor? 2017. www.medicalnewstoday.com
What’s Medical Condition That Cause Body Odor? 2017. www.livestrong.com