Bahaya Asap Rokok bagi Anak

rokok
Source : Emerging Europe

Penulis : Dita | Editor : Atsa

Hampir semua orang tahu bahaya apa yang diakibatkan oleh rokok. Walaupun Anda tidak merokok secara langsung, menghisap asap rokok orang lain ternyata sama berbahayanyaa. Perokok yang menghirup asap rokok secara tidak langsung ini lebih dikenal dengan sebutan perokok pasif. Menurut data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, ada setidaknya 96 juta perokok pasif di Indonesia dan 12 juta di antaranya adalah anak usia 0-4 tahun.

Saat ini di berbagai tempat di seluruh dunia, ada jutaan anak yang menghirup asap rokok dari perokok pasif. Bukan hanya di lingkungan bermain tapi juga di rumah mereka sendiri. Dampak menjadi perokok pasif sangat berbahaya bagi anak-anak. Terlebih paru-paru mereka biasanya masih dalam tahap perkembangan. Baik Anda yang merokok langsung di dekat anak ataupun anak terkena paparan asap di luar rumah, bahayanya mungkin lebih dari yang Anda pikirkan.

Baca Juga: Bahaya Junk Food Bagi Kesehatan dan Perkembangan Anak

Dampak Asap Rokok bagi Bayi dalam Kandungan

Kasus ibu hamil yang merokok juga bukan merupakan kasus yang sulit ditemui. Ada banyak wanita yang tidak bisa berhenti menghisap nikotin meskipun sedang dalam keadaan mengandung. Adapun bahaya yang bisa ditimbulkan antara lain:

  • Bayi yang selama masa kehamilan ibunya merokok, biasanya akan lahir dengan berat badan yang lebih rendah dibanding bayi yang lahir dari seorang ibu yang tidak merokok. Kelahiran dengan berat badan rendah bisa memicu kematian.
  • Bayi yang ibunya merokok selama mengandung lebih rentan terhadap gangguan keterlambatan perkembangan. Bisa berupa ketidakmampuan untuk mempelajari sesuatu hingga terkena cerebral palsy.

Dampak Asap Rokok bagi Kesehatan Anak

Bukan hanya selama dalam kandungan, Anda juga harus menjaga anak dari paparan asap rokok setelah kelahirannya. Ada berbagai dampak negatif yang akan terjadi jika anak menjadi perokok pasif:

  • Bayi atau anak yang terkena paparan rokok setelah lahir memiliki risiko 2 kali lipat lebih tinggi terhadap SIDS (Sudden Infant Death Syndrom/Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi) dibanding bayi yang tidak terkena asap rokok. Bayi yang ibunya merokok selama mengandung dan setelah melahirkan memiliki risiko 3 hingga 4 kali lebih tinggi terhadap SIDS.
  • Semakin mudahnya orang-orang mendapatkan rokok membuat risiko penyakit kanker paru-paru bagi perokok pasif naik 20-30%. Sementara itu risiko penyakit jantung juga mengalami kenaikan sebesar 25-35%. Perokok pasif yang dimaksud termasuk anak-anak.
  • Anak yang tinggal di tengah-tengah anggota keluarga yang merokok, memiliki risiko infeksi telinga. Asap rokok yang dihirup oleh anal bisa membuat saluran eustachius mengalami iritasi yang selanjutnya membengkak dan menyebabkan infeksi. Hal ini menjadi penyebab paling umum gangguan hingga kehilangan pendengaran pada anak-anak.
  • Anak yang secara rutin menghirup sisa asap rokok dari lingkungannya, cenderung mengalami perkembangan paru-paru yang lebih lambat.
  • Beberapa riset berhasil menemukan bukti yang menunjukkan bahwa menjadi perokok pasif ada hubungannya dengan kasus leukemia (kanker darah) pada anak, lymphoma hingga tumor otak.

Faktanya saat ini, ada lebih banyak anak-anak yang menjadi perokok pasif ketimbang orang dewasa. Yang lebih miris, 90% anak-anak menjadi perokok pasif karena orang tuanya adalah perokok aktif. Jika ditambah dengan aktivitas di luar rumah, Anda tentu bisa membayangkan sebanyak apa asap rokok yang akan masuk ke paru-paru anak-anak, bukan?

Merokok memang masih menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan oleh banyak orang. Namun sangat tidak bijak jika perokok aktif ini tidak mempertimbangkan keberadaan anak-anak di sekitarnya. Jika Anda masih belum bisa berhenti merokok, menghindari area yang banyak anak-anak saat sedang merokok adalah pilihan paling tepat yang bisa Anda ambil.

Baca Juga: Tips Efektif Berhenti Merokok

 

Sumber:
Healthy Children (2019). The Dangers of Secondhand Smoke. www.healthychildren.org
Kids Health (2016). Kids and Smoking. www.kidshealth.org
Verywell Mind (2018). How Secondhand Smoke Hurts Children. www.verywellmind.com
ANRF (2019). Health Effects of Secondhand Smoke on Children. www.no-smoke.org