Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sel Sperma Di Dalam Testis

Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sel Sperma Di Dalam Testis

Penulis: Anugrah | Editor: Handa

Spermatogenesis adalah produksi sperma dari sel germinal primordial, dengan kata lain proses pembentukan sperma di dalam tubuh manusia. Proses pembentukan sperma ini dapat menentukan kualitas sperma dan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembuahan sel telur hingga menjadi janin.

Istilah spermatogenesis diciptakan dari dua kata, yaitu spermato dan genesis yang artinya proses membentuk sperma. Spermatogenesis terjadi di dalam organ reproduksi pria, yaitu testis. Testis terdiri dari banyak tubulus melingkar rapat tipis yang dikenal sebagai tubulus seminiferus.

Mengenal Proses Pembentukan Sperma

Sel sperma diproduksi di dalam dinding tubulus. Di dalam dinding tubulus juga terdapat banyak sel yang tersebar secara acak yang disebut sel Sertoli, yang berfungsi untuk mendukung dan memberi makan sel sperma yang belum matang. Satu sel germinal yang belum matang membutuhkan waktu hingga 74 hari untuk mencapai pematangan akhir.

Ketika sel sperma sudah matang (spermatogonia), sel induk sperma (spermatogonium) akan memperbanyak diri dengan mitosis atau meiosis. Dari spermatogonium, sel sperma akan menjadi spermatosit primer. Kemudian spermatosit primer akan membelah secara meiosis menjadi spermatosit sekunder dengan ukuran sama.

Pada tahap meiosis kedua, spermatosit sekunder membelah diri lagi menjadi empat spermatid dengan ukuran dan bentuk yang sama. Spermatid merupakan tahap akhir sebelum akhirnya berubah menjadi sel sperma yang matang (spermatozoa) dan siap dikeluarkan bersama dengan air mani saat seorang pria mengalami ejakulasi.

Tingkat Produksi Sperma

Testis manusia terus-menerus menghasilkan sperma baru dalam spermatogenesis. Proses penuh membutuhkan waktu sekitar 64 hari. Selama spermatogenesis ini, testis Anda menghasilkan beberapa sel sperma, yaitu sekitar 1.500 sperma per detik.

Sementara ketika memasuki akhir siklusnya, produksi sperma yang penuh bisa meregenerasi sampai 8 miliar sperma. Kedengarannya memang banyak, tapi sekali Anda melepaskan sperma, maka ada sekitar 20 hingga 300 juta sel sperma dalam satu mililiter air mani. Meski begitu, tubuh Anda masih tetap menstabilkan surplus sperma yang memastikan pasokan sperma tetap baik untuk proses pembuahan.

Baca Juga : Selain Menambah Kesuburan Pria, Ini 7 Manfaat Toge Lainnya

Cara Menjaga Kesehatan Sperma

Jika Anda bermaksut melakukan program kehamilan, sudah pasti kondisi kesehatan sperma haruslah baik. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda perlu menjaga kualitas sel sperma Anda, salah satunya dengan melakukan olahraga secara teratur.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Trusted Source tahun 2014, menganalisis 433 sampel dari 231 peserta. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pria yang melakukan aktivitas di luar ruangan selama sekitar 3,2 jam seminggu memiliki jumlah sperma hingga 42 persen, lebih tinggi daripada yang tidak berolahraga sama sekali.

Selain itu, Anda juga perlu membatasi rokok. Sebuah tinjauan tahun 2015 dari 33 penelitian yang berasal dari tahun 1982 menemukan bahwa merokok memiliki efek nyata pada kualitas air mani dan fungsi sperma, terutama pada pia subur. Anda juga perlu membatasi asupan alkohol, karena semakin banyak mengonsumsi alkohol, bentuk sperma yang dihasilkan tidak teratur.

Sperma yang Normal

Anda juga perlu mengetahui sperma yang normal itu seperti apa dan bagaimana ciri-cirinya. Pertama, setelah sampel air mani Anda diambil, hasil tes akan siap dalam 24 jam hingga satu minggu, tergantung pada laboratorium yang Anda datangi.

Sperma yang normal, bergerak lebih dari 50 persen. Sehingga, jika seorang pria memiliki lebih dari 50 persen sel sperma tidak normal, kondisi ini bisa mengurangi kesuburannya.

Selain karena sperma tidak normal, bisa jadi gagalnya pembuahan sel telur diakibatkan sperma yang belum matang. Tingkat pH antara 7,2 dan 7,8 untuk mencapai hasil normal. Tingkat pH yang lebih tinggi dari 8 dapat mengindikasikan donor mengalami infeksi.

Hasil yang kurang dari 7.0 dapat mengindikasikan spesimen terkontaminasi atau saluran ejakulasi pria tersumbat. Pada kondisi tersebut, sperma yang tidak normal bisa menyulitkan terjadinya pembuahan karena tidak mampu menembus sel telur.

Baca Juga : Mengenal Organ Reproduksi Pria dan Fungsinya

Sumber

Britannica. Spermatogenesis. www.britannica.com
Healthline (2017). Semen Analysis and Test Results. www.healthline.com
NCBI. Spermatogenesis. www.ncbi.nlm.nih.gov
MedicineNet (2018). The Surprising Health Benefits of Sex. www.medicinenet.com