Atorvastatin: Fungsi, Cara Pemakaian, dan Efek Sampingnya

Atorvastatin: Fungsi, Cara Pemakaian, dan Efek Sampingnya

Penulis: Ratna

Atorvastatin termasuk dalam kelompok obat yang disebut HMG CoA reductase inhibitor, atau statin. Obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah (low-density lipoprotein, LDL) serta untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (high-density lipoprotein, HDL). Selain itu, obat ini juga dapat menurunkan trigliserida (sejenis lemak dalam darah).

Umumnya obat ini diresepkan untuk mengobati kolesterol tinggi, dan untuk menurunkan risiko stroke, serangan jantung, atau komplikasi jantung. Obat ini dikonsumsi bersama dengan pola makan yang benar, penurunan berat badan, dan olahraga.

Baca Juga: Waspadai 8 Penyakit Akibat Kolesterol Tinggi

Sebelum Penggunaan

Perhatikanlah hal-hal berikut untuk mencegah efek negatif sebelum Anda memutuskan mengonsumsi obat ini. Hal-hal tersebut, antara lain:

  • Anda tidak boleh minum obat ini jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini atau bahan- bahan lain yang tercantum pada kemasan.
  • Beritahu dokter tentang obat resep yang sedang Anda konsumsi. Konsultasikan juga jika Anda sedang atau berencana mengonsumsi vitamin, suplemen nutrisi dan produk herbal.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter tentang riwayat kesehatan Anda. Terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit hati dan ginjal.
  • Beritahu juga jika Anda memiliki riwayat nyeri atau kelemahan otot, diabetes, gangguan tiroid.
  • Beritahu dokter apabila Anda mengonsumsi alkohol. Mengonsumsi alkohol saat menggunakan obat ini dapat meningkatkan risiko penyakit hati.
  • Sebelum melakukan operasi termasuk operasi gigi, beritahu dokter jika Anda menggunakan obat ini.
  • Konsultasikan pada dokter jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil. Obat ini dapat mempengaruhi janin Anda. Segera hubungi dokter Jika Anda hamil saat mengonsumsi obat ini.
  • Konsultasikan juga pada dokter jika Anda sedang menyusui.
  • Orang dewasa lebih rentan terhadap efek samping obat ini, terutama pada masalah otot dan gagal ginjal.
  • Hindari penggunaan untuk anak usia kurang dari 10 tahun.

Baca Juga: 9 Tips Menurunkan Kolesterol Tinggi

Dosis dan Cara Pemakaian

Dosis pada obat ini berdasarkan pada usia dan kondisi medis pasien. Berikut ini dosis yang umumnya disarankan, antara lain:

  • Dewasa: antara 10 mg dan 80 mg satu kali dalam sehari.
  • Anak-anak (lebih dari 10 tahun): antara 10 mg hingga 20 mg sekali sehari.

Berikut ini cara penggunaan obat yang perlu Anda ketahui, antara lain:

  • Konsumsi obat sesuai dengan petunjuk dari dokter. Anda juga dapat mengikuti instruksi pada kemasan obat.
  • Jangan menambah atau mengurangi dosis obat yang sudah ditentukan. Hal tersebut untuk menghindari obat kurang berfungsi dengan baik atau menghindari overdosis.
  • Hindari menghancurkan tabletnya. Anda dapat mengunyah jika Anda mendapat tablet kunyah.
  • Terkadang dokter merekomendasikan meminumnya pada malam hari karena tubuh menghasilkan kolesterol paling banyak pada malam hari.
  • Usahakan meminumnya pada waktu yang sama setiap harinya.
  • Jika Anda lupa meminum obat, segera minumlah saat Anda ingat. Namun, jika Anda melupakan minum obat hingga tiba waktu setelahnya maka Anda dapat melewatinya.

Efek Samping

Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin Anda alami saat penggunaan obat ini, antara lain:

  • Mual
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Maag
  • Nyeri sendi atau punggung
  • Kehilangan ingatan
  • Kebingungan
  • Gejala seperti pilek (hidung tersumbat atau bersin)

Baca Juga: Ketahui Tanda Kolesterol Tinggi dan Cara Mengatasinya

Obat ini juga dapat menyebabkan efek samping yang parah. Hentikan penggunaan obat dan segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala seperti berikut, antara lain:

  • Nyeri otot atau kram. Hal ini bisa menjadi tanda kerusakan otot dan kerusakan ginjal.
  • Kulit kuning atau bagian putih mata menguning.
  • Kotoran dan kencing berwarna gelap. Hal ini bisa menjadi tanda masalah hati.
  • Ruam kulit terutama pada telapak tangan atau telapak kaki.
  • Sakit perut yang parah
  • Batuk, sesak nafas, dan penurunan berat badan. Hal ini bisa menjadi tanda penyakit paru-paru

Baca Juga: Simvastatin untuk Menurunkan Kolesterol dalam Darah

Sumber

Drugs.com. 2020. Atorvastatin . www.drugs.com

Medical News Today. 2018. Atorvastatin, oral tablet. www.medicalnewstoday.com

Medline Plus. 2015. Atorvastatin. www.medlineplus.gov

NHS. 2018. Atorvastatin . www.nhs.uk

WebMD. Atorvastatin Oral. www.webmd.com