Miss V Bau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Miss V Bau? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penulis: Devita | Editor: Handa

Bau pada vagina adalah hal yang wajar, asalkan tidak terlalu menyengat. Normalnya vagina mengeluarkan bau musky atau meaty, bau logam akan muncul pada periode menstruasi. Bau juga dapat berubah sementara saat melakukan hubungan seksual. Tidak perlu mengkhawatirkan bau tersebut karena merupakan hal normal yang disebabkan aktivitas alami vagina dalam menjaga PH dan melindungi dari bakteri jahat.

Bau yang perlu diwaspadai apabila sangat kuat disertai dengan rasa gatal, keputihan yang tidak wajar, dan iritasi di sekitar vagina. Bila tanda tersebut muncul, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter. Apa penyebab vagina bau dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut agar Anda lebih waspada.

Jenis-Jenis Bau pada Vagina

Bau menyengat pada vagina bisa menurunkan kepercayaan diri dan mengganggu kenyamanan. Kenali jenis bau pada vagina berikut ini supaya bisa segera mengambil tindakan, jika Anda mengalami bau vagina yang ditimbulkan tidak wajar.

1. Bau Amis

Bakteri berbahaya yang berada di luar vagina bisa berkumpul menimbulkan bau amis. Umumnya bakteri berbahaya tersebut dari jenis bakteri vaginosis yang banyak terdapat pada vagina wanita berusia 16-44 tahun. Beberapa bakteri vaginosis menyebabkan gatal.

2. Bau Manis seperti Bir

Pertumbuhan berlebih jamur di vagina bisa menyebabkan bau manis, seperti kue, madu, bir, tepung, atau roti. Jamur tersebut membuat vagina terasa seperti terbakar dan kering. Kondisi ini akan lebih parah jika keluar keputihan berwarna seperti keju cottage.

Penyebab Vagina Bau

Berikut ini beberapa penyebab vagina Anda bau, di antaranya:

  • Bakteri Vaginosis. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), vagina bau terjadi ketika ada terlalu banyak bakteri vaginosis mempengaruhi kondisi PH sehingga menyebabkan bau tidak sedap. Vaginosis merupakan penyebab paling umum vagina bau.
  • Trikomoniasis. Kondisi ini merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan parasit kecil bernama Trichomonas vaginalis (TV). Gejalanya keputihan abnormal yang kental, kuning dan berbusa, paha bagian dalam gatal serta sensasi perih saat buang air kecil.
  • Fistula Rektovaginal. Kondisi langka yang membuat tinja bocor ke dalam vagina.
  • Kanker Vagina. Kanker vagina ditandai dengan keputihan yang memiliki bau menyengat.
  • Kanker Serviks. Kanker pada leher rahim menyebabkan keluarnya cairan berdarah yang menimbulkan bau tidak sedap. Cairan ini berisi kumpulan sel kanker.
  • Keringat. Vagina yang berkeringat jelas berbau. Saat Anda berkeringat, terutama ketika berolahraga, kelenjar keringat di selangkangan mengeluarkan cairan berminyak yang dimetabolisme oleh bakteri di kulit. Proses ini menghasilkan bau yang dapat dirasakan setelah olahraga berat.

Selain beberapa hal yang telah dipaparkan di atas, menstruasi, perubahan hormon, serta mengonsumsi makanan tertentu, seperti bawang, keju, ikan, dan cabe, juga bisa menyebabkan vagina bau. Namun, sebaiknya periksa ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti vagina bau yang Anda alami.

Baca Juga : Menstruasi Tidak Lancar? Ketahui 7 Penyebabnya

Cara Mengatasi Vagina Bau

Kurang menjaga kebersihan daerah kewanitaan juga bisa menjadi pemicu vagina bau. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk mengatasi vagina bau.

1. Menjaga Kebersihan Vagina

Walaupun bisa membersihkan dirinya sendiri secara alami, Anda juga harus membersihkan vagina dari luar. Bersihkan area selangkangan saat mandi. Gunakan kain lap yang lembut untuk mencegah iritasi. Kain yang lembut membantu membersihkan kulit mati, keringat, dan kotoran.

Anda bisa menggunakan sabun, tapi sebatas area luarnya saja. Sebab, area labia minora sangat sensitif sehingga sabun bisa menyebabkan iritasi dan rasa perih seperti terbakar. Jangan menggunakan sabun yang mengandung pewangi. Pasalnya, aroma tambahan pada sabun bisa merusak kondisi PH dalam vagina. Cukup bersihkan dengan membiarkan air mengalir di area vagina.

2. Mengganti Pakaian Dalam

Pakaian dalam yang terlalu lama digunakan membuat vagina lembab dan bau. Ganti pakaian dalam Anda jika sudah terasa basah. Gunakan pakaian dalam yang berbahan katun.

Hal ini karena katun sangat baik dalam menyerap keringat dan cairan tubuh. Bahan ini juga membuat kulit lebih mudah bernapas sehingga tidak lembap.

3. Perawatan dengan Essential Oil

Minyak atsiri memiliki sifat antimikroba dan antijamur yang dapat mengurangi bakteri jahat di vagina. Sebaiknya gunakan essential oil hanya jika disarankan dokter. Penggunaan minyak ini tanpa diencerkan terlebih dahulu menyebabkan iritasi. Pilihan lainnya bisa menggunakan krim yang mengandung essential oil.

4. Mandi dengan Cuka

Berendamlah dengan air panas yang diberi larutan cuka. Tuangkan satu hingga dua cangkir cuka apel ke air mandi Anda. Biarkan tubuh Anda berendam selama 20 menit. Cuka secara alami dapat mengurangi bakteri penyebab bau.

5. Mengonsumsi Antibiotik

Antibiotik bermanfaat menyembuhkan infeksi penyebab bau pada vagina. Namun perlu diingat, bahwa obat ini harus diminum sesuai dengan resep dokter.

Baca Juga : Ingin Melakukan Perawatan Miss V dengan Ratus? Ketahui Dulu Fakta dan Faktor Risikonya

Sumber

Cleveland Clinic (2018). Vaginal Odor Possible Causes. my.clevelandclinic.org
Healthline (2020). 7 Tips When Dealing with Vaginal Odor. www.healthline.com
Medical News Today (2020). 6 ways to get rid of vaginal odor. www.medicalnewstoday.com
National Health Service. Trichomoniasis. www.nhs.uk
Self (2020). 11 Reasons Your Vagina Smells a Little…Off. www.self.com
Patient (2018). What Your Vagina Odor Could Mean. www.patient.info