Folavit: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Folavit: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Penulis: Lely | Editor: Handa

Folavit merupakan suplemen vitamin B kompleks dalam bentuk tablet asam folat yang mudah larut dalam air. Suplemen ini membantu mencegah dan mengobati defisiensi folat serta komplikasinya, termasuk darah rendah dan ketidakmampuan usus menyerap nutrisi dengan baik.

Selain itu, suplemen ini juga digunakan untuk kondisi lain yang umumnya berkaitan dengan folat, seperti penyakit hati, ulcerative colitis, dan dialisis ginjal. Biasanya, wanita hamil atau sebelum hamil mengonsumsi suplemen ini untuk mencegah keguguran dan cacat lahir.

Manfaat Folavit

Suplemen folavit biasanya digunakan untuk mempersiapkan kehamilan. Bahkan tidak hanya baik untuk kaum perempuan saja, tetapi untuk para laki-laki juga bagus karena dipercaya dapat meningkatkan kualitas sperma. Berikut ini adalah manfaat dan kegunaan paling umum dari suplemen folavit.

1. Pencegahan Komplikasi Kehamilan dan Cacat Lahir

Salah satu penggunaan suplemen folavit yang paling umum adalah pencegahan cacat lahir khususnya spina bifida, yaitu kondisi dimana cacat tabung saraf akibat terbentuknya tabung saraf selama janin dalam kandungan terganggu dan anencephaly, yaitu kondisi ketika bayi lahir tanpa tengkorak di bagian otak, meskipun kasus ini jarang terjadi.

2. Pengobatan untuk Defisiensi Asam Folat

Kekurangan asam folat dalam tubuh dapat menyebabkan kelainan kongenital atau kelainan bawaan pada masa perkembangan janin yang mempengaruhi fisik atau anggota tubuh. Efek samping yang serius ini, termasuk anemia megaloblastik, cacat lahir, gangguan mental, gangguan fungsi kekebalan tubuh hingga depresi

3. Untuk End-Stage Renal Disease (ESRD)

ESRD merupakan penyakit gagal ginjal stadium akhir. Orang dengan penyakit ginjal serius memiliki kadar asam amino (homosistein) yang tinggi dalam darah, yang meningkatkan penyumbatan dalam pembuluh darah.

Suplemen folavit ini dapat menurunkan kadar homosistein pada penderita gagal ginjal stadium akhir. Kadar homosistein yang tinggi juga dikaitkan dengan penyakit jantung dan stroke.

4. Mengurangi Faktor Risiko Penyakit Jantung

Penelitian telah menunjukkan bahwa suplemen yang mengandung asam folat dan vitamin B12 dapat membantu mengurangi kadar homosistein. Hal ini karena peningkatan kadar homosistein dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Mengonsumsi folavit dengan teratur dan sesuai dengan dosis dapat membantu mengurangi risiko faktor risiko penyakit jantung dan kesehatan jantung Anda.

5. Pengobatan untuk Stroke dan Hipertensi

Folavit ini juga dapat mengurangi risiko stroke dan tekanan darah tinggi. Penelitian juga menyatakan bahwa mengonsumsi asam folat setiap hari sesuai dengan dosis selama setidaknya 6 minggu, dapat mengurangi tekanan darah pada orang yang menderita hipertensi.

Namun, suplemen folavit ini tampaknya tidak menurunkan tekanan darah yang signifikan layaknya obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan hipertensi. Oleh sebab itu, Anda tetap harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika Anda mengidap stroke atau hipertensi.

Baca Juga : 7 Sumber Makanan Tinggi Folat untuk Ibu Hamil

Dosis dan Peringatan Penggunaan Folavit

Berikut ini dosis dan peringatan folavit yang perlu Anda ketahui sebelum mengonsumsinya, yaitu:

1. Ibu Hamil dan Menyusui

Suplemen folavit masih aman jika dikonsumsi oleh Anda yang tengah hamil atau menyusui bila diminum dengan dosis yang tepat. Mengonsumsi 300-400 mcg (mikrogram ) asam folat setiap hari disarankan selama kehamilan untuk mencegah cacat lahir, dengan jumlah dosis maksimum 800 mcg per hari untuk wanita di bawah usia 18 tahun dan 1000 mcg per hari untuk wanita di atas 18 tahun.

2. Anak-anak

Folavit dapat dikonsumsi anak-anak Anda sebagai asupan vitamin tambahan dalam jumlah dosis yang disarankan untuk setiap kelompok usia. Dengan batas asupan harian, yaitu:

  • Anak usia 1-3 tahun 300 mcg/hari
  • Anak usia 4-8 tahun 400 mcg/hari
  • Anak usia 9-13 tahun 600 mg/hari
  • Anak usia 14-18 tahun 800 mcg/hari

Efek samping dari Folavit

Sama halnya dengan penggunaan obat-obatan pada umumnya, suplemen vitamin ini juga dapat menyebabkan efek samping, seperti:

  • Mulut terasa pahit
  • Mual
  • Kehilangan selera makan
  • Merasa cemas
  • Depresi
  • Gangguan pola tidur

Reaksi alergi kemungkinan dapat terjadi terhadap suplemen asam folat. Tanda peringatan reaksi alergi, meliputi:

  • Ruam kulit
  • Gatal dan kemerahan
  • Mata berair
  • Sulit bernafas
  • Bengkak pada area wajah dan tenggorokan
  • Gangguan perut seperti perih, mual dan muntah

Baca Juga : 7 Sumber Makanan Tinggi Folat untuk Ibu Hamil

Sumber

Mayo Clinic. 2020. Folate (folic acid).www.mayoclinic.org
Healthline. 2020. Folic Acid: Everything You Need to Know. www.healthline.com
Central for Disease Control and Prevention. 2018. Folic Acid. www.cdc.gov
Web MD. FOLIC ACID. www.webmd.com