Kenali Perbedaan Nyeri Otot dan Cedera Otot

Kenali Perbedaan Nyeri Otot dan Cedera Otot

Penulis: Mustika | Editor: Handa

Meskipun terlihat mirip, nyeri otot dan cedera otot ternyata memiliki perbedaan yang signifikan. Cedera otot bisa terjadi pada siapa saja, baik orang awam maupun atlet profesional. Meski begitu, nyeri otot setelah berolahraga bukan berarti Anda mengalami cedera otot.

Nyeri dan cedera otot bukanlah suatu penyakit yang perlu dikhawatirkan, Namun, apabila frekuensi dan rasa sakit tersebut terus meningkat dalam kurun waktu yang cukup lama, maka Anda perlu waspada akan tanda-tanda penyakit. Berikut ini perbedaan nyeri otot dan cedera otot yang perlu Anda ketahui.

Apa Bedanya Nyeri Otot dan Cedera Otot?

Nyeri otot disebut dengan myalgia, yaitu rasa nyeri dan sakit yang melibatkan sebagian atau seluruh otot tubuh, mulai dari ringan hingga sangat berat. Otot merupakan jaringan lunak yang yang tersusun oleh filamen protein yang memiliki bentuk dan panjang fleksibel.

Otot berfungsi untuk mempertahankan dan mengubah postur, daya gerak, dan pergerakan organ dalam. Nyeri otot dapat berkembang di hampir semua bagian tubuh, termasuk leher, punggung, kaki, bahkan tangan.

Sedangkan cedera otot terjadi ketika otot Anda tertarik, tegang. atau robek. Hal ini disebabkan oleh penggunaan otot yang berlebihan atau tidak tepat. Cedera dapat terjadi pada otot mana pun, namun paling sering pada punggung bawah, leher, dan hamstring, yaitu otot bagian belakang paha.

Perlu diketahui bahwa cedera otot dapat menyebabkan nyeri yang hebat serta membatasi gerakan dalam aktivitas Anda. Cedera yang ringan sebenarnya dapat diobati hanya dengan mengompresnya menggunakan es, air panas, dan obat antiradang. Sedangkan cedera yang parah memerlukan perawatan medis.

Baca Juga : 8 Sumber Protein Alami untuk Membentuk Otot

Gejala pada Pengidap Nyeri Otot dan Cedera Otot

Gejala umum yang dialami oleh pengidap nyeri otot, meliputi rasa tidak nyaman pada otot (seperti nyeri dan kejang). Kondisi ini bisa saja hanya terjadi pada beberapa otot tertentu atau menyebar dari satu bagian ke bagian tubuh lainnya. Selain itu, nyeri otot juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti:

  • Fibromyalgia, terutama jika nyeri berlangsung lebih dari 3 bulan
  • Sindrom kelelahan
  • Sindrom nyeri myofascial
  • Infeksi (sepeti flu, polio, atau infeksi bakteri)
  • Gangguan autoimun (seperti lupus, dermatomiositis, dan polymyositis)
  • Tiroid (seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme
  • Hipokalemia (kalium rendah)

Sedangkan pada gejala pengidap cedera otot akan timbul setelah melakukan aktivitas berat. Nyeri yang dirasakan akan semakin hebat, jika otot tersebut dipaksakan untuk digunakan kembali. Bahkan, bisa jadi daerah tersebut menjadi keras dan bengkak. Apabila terjadi perdarahan di dalam otot, biasanya akan timbul memar.

Gejala yang timbul akibat cedera otot tidak hanya terjadi saat beraktivitas, tetapi juga dapat muncul keesokan harinya setelah beraktivitas. Nyeri muncul bisa berupa nyeri seperti tertusuk jarum.

Apa Penyebab Nyeri Otot dan Cedera Otot?

Keduanya terjadi saat otot mengalami tekanan atau stres pada otot, yaitu ketika otot tidak mampu menahannya. Nyeri dan cedera pada otot bisa disebabkan oleh otot yang tidak siap untuk menerima tekanan melebihi kekuatan otot itu sendiri. Selain itu, otot yang sering digunakan juga bisa menyebabkan nyeri atau cedera otot.

Faktor lain yang bisa menyebabkan kedua kondisi tersebut, yaitu:

  • Penggunaan otot berlebihan selama aktivitas fisik
  • Adanya otot tegang di salah satu atau lebih area tubuh
  • Mengidap beberapa infeksi atau radang otot
  • Cedera otot saat bekerja atau berolahraga berat

Hal-hal lain yang bisa jadi penyebab kedua kondisi ini, yaitu penggunaan otot berlebihan selama aktivitas fisik, adanya otot tegang di salah satu atau lebih area tubuh, mengidap beberapa infeksi atau radang otot, serta cedera otot saat bekerja atau berolahraga berat.

Beberapa Cara untuk Mencegah Nyeri Otot dan Cedera Otot

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya nyeri otot dan cedera otot, seperti:

  • Menjaga kekuatan dan kelenturan otot dengan melakukan peregangan sebelum berolahraga ringan maupun berat
  • Melakukan pemanasan sebelum olahraga agar otot menjadi lebh lentur dan peredaran darah menjadi lancar
  • Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat untuk memberikan cadangan energi yang cukup ketika hendak melakukan aktivitas fisik. Selain itu, perbanyak minum air putih yang banyak agar tidak mengalami dehidrasi

Baca Juga : Cara Mengatasi Cedera Otot Tegang (Keseleo)

Sumber


Hospital for Special Surgery. Muscle Strain: Causes, Symptoms, Treatment. www.hss.edu 
Healthline. 2019. Muscle Strains. www,healthline.com
Harvard Health Publishing. Muscle Strain. www.health.harvard.edu
MedicineNet. Muscle Pain (Myalgia): Symptoms & Signs. www.medicinenet.com
Muscle Strain. 2019. What to know about muscle strain. www.medicalnewstoday.com
National Centre for Biotechnology Information. Myalgia and Fatigue. www.ncbi.nih.gov