Ketahui Gejala, Penyebab, dan Faktor Risiko Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Ketahui Gejala, Penyebab, dan Faktor Risiko Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Penulis: Novi | Editor: Handa

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah suatu penyakit yang muncul karena adanya pergeseran bantalan ruas pada tulang belakang sehingga menekan atau mengiritasi saraf di sekitar tulang belakang. Hernia nukleus pulposus (HNP) dikenal dengan beberapa istilah lain, yaitu hernia diskus intervertebralis, slipped disc, prolapsed disc, dan reptur disc. Di Indonesia, HNP lebih dikenal dengan istilah ‘saraf terjepit’.

Tekanan pada saraf di sekitar tulang belakang karena HNP dapat menyebabkan rasa nyeri dan sakit pada bagian leher, punggung hingga bagian bawah pinggang. Posisi tubuh yang dirasa nyeri tersebut, tergantung pada posisi saraf yang mengalami tekanan. Lalu, bagaimana cara mengidentifikasi HNP atau saraf terjepit? Simak penjelasan berikut.

Gejala Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Hernia nucleus pulposus (HNP) atau saraf terjepit dapat menimbulkan gejala yang beragam pada setiap penderitanya. Gejala tersebut dipengaruhi oleh posisi saraf yang terjepit dan tingkat keparahannya. Berikut gejala-gejala umum dari HNP, meliputi:

  • Nyeri pada bagian punggung
  • Nyeri leher yang menjalar ke bahu hingga lengan
  • Nyeri pada satu sisi tubuh
  • Kesemutan, adanya sensasi terbakar, bahkan mati rasa pada posisi saraf yang tertekan atau terjepit.
  • Mengalami kejang atau kelemahan otot yang berpengaruh pada kemampuan tubuh untuk memegang atau mengangkat benda
  • Mengalami masalah keseimbangan tubuh
  • Merasa nyeri saat duduk, tetapi tidak memengaruhi kemampuan berdiri, berjalan dan juga membungkuk
  • Mengalami pincang karena kelemahan otot atau rasa sakit
  • Sulit bangun dari posisi duduk
  • Memiliki postur tubuh yang buruk.
  • Refleks yang lambat
  • Tidak mampu bertahan pada satu posisi dalam waktu lama
  • Berkurangnya atau hilangnya kontrol terhadap usus dan kandung kemih (kondisi darurat media)

Baca Juga : Bagaimana Diagnosis dan Pengobatan untuk Hidrosefalus?

Penyebab Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Sama halnya dengan gejalanya yang beragam, penyebab dari HNP juga beragam. Berikut faktor-faktor penyebab HNP yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Pertambahan usia atau penuaan
  • Degenerasi (penurunan) fungsi sel atau jaringan pada tubuh
  • Kebiasaan merokok
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Cedera akut karena jatuh, aktivitas olahraga, atau kecelakaan
  • Obesitas
  • Posisi mengangkat benda yang tidak benar
  • Gangguan tulang belakang bawaan sejak lahir
  • Kelainan perkembangan pada tulang belakang
  • Periode persalinan yang lama dan berulang
  • Predisposisi genetik atau suatu kecenderungan terjadinya kondisi yang disebabkan oleh faktor genetik

Faktor Risiko Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Berikut faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami HNP, yaitu:

  • Usia. Usia merupakan faktor utama penyebab HNP. Sejalan dengan bertambahnya usia, tubuh berangsur-angsur mengalami penurunan fungsi bantalan yang berada di antara ruas tulang belakang (annulus fibrosus) sehingga lama kelamaan akan kehilangan elastisitasnya. Penurunan fungsi  ini dapat memengaruhi pergerakan tulang belakang dan keadaan saraf di sekitar tulang belakang, sehingga seseorang yang berusia lanhut rentan menderita HNP.
  • Gender. Pria lebih rentan terkena HNP dibandingkan wanita. Hal tersebut dilandasi oleh aktivitas dan pekerjaan pria yang lebih banyak melakukan aktivitas fisik. Sebagian besar, aktivitas tersebut melibatkan pergerakan tulang belakang yang umumnya menjadi tempat terjadinya HNP
  • Pekerjaan. Pekerjaan yang membuat Anda banyak mengangkat benda yang berat pun dapat meningkatkan risiko terjadinya HNP. Terlebih, cara atau posisi mengangkat benda yang salah akan semakin menambah besar risiko HNP.
  • Trauma. Trauma pada tulang belakang yang diakibatkan oleh kecelakaan, seperti terjatuh dapat meningkatkan seseorang berisiko mengidap HNP.

Komplikasi Hernia Nukleus Pulposus (HNP)

Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit perlu ditangani secara cepat dan sejak dini. Jika tidak ditangani dengan segera, HNP dapat membuat penderitanya mengalami kesulitan menjalani aktivitas. Hal tersebut disebabkan HNP dapat menimbulkan gejala nyeri dan sakit yang membuat tidak nyaman.

Bahkan, jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan saraf karena HNP akan semakin parah dan menimbulkan komplikasi lain, seperti:

  • Kerusakan saraf permanen
  • Kelumpuhan
  • Mati rasa pada beberapa bagian tubuh
  • Terjadinya sindrom cauda equina yang menyebabkan gangguan fungsi pada usus dan saluran kemih, sehingga penderita akan mengalami susah buang air kecil dan buang air besar
  • Kompresi sumsum tulang belakang

Baca Juga : Ketahui Penyebab Sakit Tulang Belakang dan Cara Mengatasinya

Sumber

Spine Universe. Herniated Disc: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment. www.spineuniverse.com
National Center for Biotechnology Information. 2020. Nucleus Pulposus Herniation. www.ncbi.nlm.nih.gov
National Center for Biotechnology Information. 2020. Disc Herniation. www.ncbi.nlm.nih.gov 
Healthline. 2020. Slipped (Herniated) Disc. www.healthline.com
Synergy Orthopedics. Herniated Nucleus Pulposus (HNP) – Causes & Symptoms. synergyorthopedics.com
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Bahan Ajari Hernia Nucleus Pulposus. med.unhas.ac.id