Amankah Melakukan Pijat Pada Ibu Hamil?

Amankah Melakukan Pijat Pada Ibu Hamil?

Penulis: Umi Fatimah

Pijat pada ibu hamil adalah salah satu bentuk perawatan yang ada di banyak budaya Asia, termasuk Indonesia. Pijat kehamilan (juga disebut sebagai pijat prenatal) biasanya dilakukan untuk tujuan kesehatan dan untuk menghilangkan rasa tidak nyaman seiring berjalannya kehamilan.

Hal ini biasanya dipandang positif oleh para ibu hamil karena menawarkan solusi alami untuk mengatasi berbagai keluhan yang dirasakan selama kehamilan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai keamanan pijat pada ibu hamil, manfaatnya, dan tips memilih terapis pijat untuk ibu hamil.

Baca Juga: Biskuit untuk Ibu Hamil, Apakah Bermanfaat?

Amankah Pijat pada Ibu Hamil?

Beberapa dokter mungkin ragu untuk menyarankan pijat selama kehamilan karena khawatir berdampak pada janin. Standar sertifikasi nasional terhadap terapis pijat juga masih kurang. Hal ini terutama berlaku untuk spesialisasi pijat kehamilan.

Selain itu, seperti banyak bentuk pengobatan alternatif lainnya, terapi pijat pada ibu hamil belum diteliti secara mendalam dengan metode penelitian klinis berkualitas tinggi. Salah satu kontroversi adalah apakah aman melakukan pijatan selama trimester pertama.

Pada dasarnya, berdasarkan tinjauan penelitian tahun 2021 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine menyimpulkan bahwa ibu hamil yang sehat tanpa komplikasi dapat dengan aman menerima pijatan selama masa kehamilan mereka.

Selain itu, terlepas dari mitos yang mungkin pernah Anda dengar, belum ada bukti ilmiah yang menguji bahwa rangsangan pada titik akupresur atau titik refleksi tertentu selama kehamilan akan menginduksi persalinan.

Namun, tindakan pencegahan tertentu harus dilakukan untuk menghindari komplikasi yang jarang, tetapi berpotensi parah yang dapat terjadi akibat pijat pada ibu hamil. Beberapa terapis pijat kehamilan menghindari titik-titik tekanan tertentu, termasuk titik antara tulang pergelangan kaki dan tumit, karena khawatir hal tersebut dapat memicu kontraksi.

Dengan demikian, pijat pada ibu hamil umumnya dianggap aman, selama Anda mendapatkan izin dari dokter kandungan untuk memastikan apakah Anda dan janin Anda cukup sehat secara fisik. Dokter biasanya menyarankan ibu hamil menunggu hingga usia kehamilan memasuki trimester kedua (atau usia kehamilan 13 minggu) untuk melakukan pijat kehamilan.

Hal ini karena melakukan pijatan kehamilan selama trimester pertama dapat menyebabkan mual di pagi hari dan memicu pusing. Belum lagi, 12 minggu pertama dianggap sebagai masa kritis di mana terdapat risiko keguguran. Meskipun keguguran hampir tidak disebabkan oleh pijatan, yang terbaik adalah menghindari kemungkinan bahaya.

Menggunakan posisi yang tepat dan teknik pijat yang disetujui untuk kehamilan juga perlu diperhatikan. Beberapa terapis pijat akan menghindari pijat perut karena dapat membuat ibu hamil tidak nyaman dan/atau mengacaukan posisi janin.

Ibu hamil juga disarankan agar tidak berbaring telentang saat dipijat karena dapat menekan pembuluh darah dan mengurangi sirkulasi plasenta yang membawa oksigen ke janin. Biasanya Anda akan diminta oleh terapis untuk berbaring miring.

Selalu komunikasikan dengan terapis tentang apa yang Anda rasakan selama melakukan pijat kehamilan, terutama jika Anda merasa tidak nyaman saat dipijat.

Cara Memilih Terapis Pijat untuk Ibu Hamil

Setelah mendapat persetujuan dokter, Anda bisa mulai mencari terapis pijat yang memenuhi syarat untuk melakukan pijat kehamilan. Untuk memastikan Anda mendapatkan pijat kehamilan yang aman, pastikan terapis pijat:

  • Berpengalaman dan tersertifikasi dalam pijat kehamilan
  • Menyediakan lingkungan yang bersih
  • Tidak menggunakan minyak esensial yang tidak aman digunakan selama kehamilan. Beberapa minyak esensial yang aman untuk ibu hamil, seperti lavender, geranium, dan peppermint.

Di sisi lain, ada beberapa kondisi pada ibu hamil yang sebaiknya menghindari melakukan pijat kehamilan, termasuk:

  • Semua jenis kehamilan berisiko tinggi, termasuk preeklampsia, masalah plasenta, trombosis vena dalam
  • Ibu hamil yang menderita diabetes gestasional
  • Pernah mengalami komplikasi kehamilan sebelumnya (seperti persalinan prematur atau keguguran)
  • Mengalami mual di pagi hari, pembengkakan parah, tekanan darah tinggi, atau sakit kepala parah.

Baca Juga: Tidur Siang dan Cara Lain untuk Meredakan Kelelahan Saat Hamil

Manfaat Pijat Ibu Hamil

Studi dan bukti anekdotal menunjukkan beberapa manfaat potensial dari pijat pada ibu hamil, antara lain:

1. Meredakan Nyeri dan Ketidaknyamanan

Kehamilan menyebabkan nyeri terutama di punggung, perut, area selangkangan, paha, dan bisa juga terjadi di kaki. Penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute menemukan bahwa pijat ibu hamil dapat mengurangi rasa sakit pada kaki dan punggung.

Pijat pada ibu hamil dapat meredakan nyeri saraf skiatik dengan mengendurkan otot-otot tegang yang terkena. Selain itu, pijatan pada wajah, leher, dan bahu juga dapat membantu meringankan sakit kepala akibat ketegangan.

2. Mengurangi Pembengkakan

Pembengkakan pada tungkai dan kaki saat hamil merupakan kondisi yang umum terjadi. Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa pijatan dapat mengurangi penumpukan cairan yang menyebabkan kaki membengkak.

Studi lain juga menunjukkan bahwa pijat kaki selama 20 menit setiap hari dapat memperbaiki pembengkakan pergelangan kaki dan kaki selama kehamilan.

3. Meningkatkan Kualitas Tidur

Gangguan tidur merupakan keluhan umum pada kehamilan trimester kedua. Sebuah studi menunjukkan bahwa pijat pada ibu hamil dapat meningkatkan pola tidur dan kualitas tidur.

Pijat ibu hamil melemaskan sistem saraf dan melepaskan hormon endorfin, sehingga membuat ibu hamil lebih rileks dan membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

4. Mengurangi Kecemasan dan Depresi

Melansir dari Live Science, ibu hamil yang menikmati sesi pijat secara teratur selama kehamilannya tidak hanya melaporkan penurunan depresi dan kecemasan pada periode kehamilan, tetapi juga mengalami penurunan tingkat depresi pasca melahirkan.

Penelitian tahun 2020 menunjukkan bahwa pijat kehamilan mungkin lebih efektif dibandingkan bentuk terapi lain untuk ibu hamil yang mengalami depresi.

Ingatlah bahwa meski pijat ibu hamil memiliki manfaat, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum penting bagi ibu hamil memutuskan mencoba pijat kehamilan. Dokter akan memberikan kejelasan mengenai kondisi fisik Anda dan menentukan apakah pijat kehamilan aman dilakukan di usia kehamilan Anda.

Baca Juga: Amankah Seks Oral Saat Hamil?

 

Sumber

Cleveland Clinic. Prenatal Massage Benefits and Safety. health.clevelandclinic.org

Live Science. Prenatal massage: what are the benefits and risks?. livescience.com

National Childbirth Trust. Pampering in pregnancy: massages, facials and spas. nct.org.uk

Verywell Health. What Is a Pregnancy Massage?. verywellhealth.com

WebMD. Pregnancy Massage. webmd.com