Alasan Olahraga Bisa Atasi Insomnia

Image: livesciene.com

Sering dengar istilah insomnia? Orang dengan insomnia sangat sulit untuk tidur atau sering terbangun tiba-tiba. Insomnia bikin badan dan pikiran anda kusam serta tidak segar. Ada kalanya insomnia menandakan atau memicu suatu penyakit, lho.

Banyak orang atasi insomnia kronis dengan menegak obat tidur. Padahal obat tidur punya efek samping jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Cara atasi insomnia yang paling efektif sekaligus murah adalah dengan berolahraga.

Olahraga dan Insomnia

Olahraga merupakan aktivitas dengan berjuta manfaat. Seperti untuk kesehatan, stress, relaksasi, bahkan kecantikan kulit. Manfaat olahraga juga terasa pada orang dengan insomnia. Manfaat tersebut telah dibuktikan melalui berbagai penelitian.

Penelitian di Brazil, Inggris, dan Amerika simpulkan bahwa orang yang rutin berolahraga mengalami insomnia lebih sedikit atau tidak pernah sama sekali dibandingkan dengan orang yang jarang berolahraga.

Ada pula penelitian yang menyatakan, bahwa penderita insomnia kronis dapat tidur lebih cepat dan lama walaupun baru satu kali olahraga saja. Olahraga yang dimaksud adalah jenis aerobik dengan intensitas sedang-berat.

Setelah 4-24 minggu rutin berolahraga penderita insomnia dapat tidur lebih cepat, lama, dan pulas. Hasilnya, kualitas hidup dan suasana hati penderita pun jadi lebih baik.

Baca Juga: Manfaat Olahraga Terhadap Kinerja dan Fungsi Otak Anda

Stimulasi Pelepasan Serotonin

Hormon serotonin memiliki banyak fungsi, salah satunya untuk atur rasa ngantuk dan suasana hati. Pada penderita insomnia, kadar serotonin terbilang rendah. Efeknya, penderita mudah terbangun tiba-tiba dan sulit tidur.

Beruntungnya, olahraga dapat bantu tingkatkan kadar serotonin otak secara tidak langsung. Hasilnya, penderita jadi mudah mengantuk dan tidur lebih pulas.

Mengurangi Rasa Cemas dan Stress

Rasa cemas berlebihan dan stres bisa jadi penyebab anda insomnia. Dengan anda olahraga, tubuh melepaskan hormon beta-endorphin. Hormon ini memicu rasa senang dan rileks pada tubuh. Kualitas tidur, kepercayaan diri, dan anti-depresi pun meningkat dengan olahraga sedang-berat secara rutin.

Baca Juga: Olahraga Rutin untuk Hilangkan Stress Berlebih

Efek Termogenik

Penelitian menyebutkan bahwa salah satu pemicu tidur nyenyak adalah penurunan suhu tubuh di malam hari dan kelancaran aliran darah. Sayangnya, penderita insomnia miliki gangguan regulasi suhu tubuh di malam hari, sehingga tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Pada saat olahraga, suhu tubuh meningkat. Namun, setelah selesai maka otot akan rileks dan terjadi penurunan suhu tubuh. Aliran darah pun semakin lancar ke setiap jaringan tubuh. Oleh sebab itu, beberapa teori menyebutkan penurunan suhu tubuh setelah olahraga bisa memicu tidur lebih pulas.

Olahraga yang Dianjurkan

Jenis olahraga yang dianjurkan untuk penderita insomnia adalah latihan aerobik dengan intensitas sedang-berat. Contohnya senam, berjalan kaki, jogging, renang, dan bersepeda. Aktivitas rumahan seperti menyapu dan berkebun juga termasuk latihan aerobik.

Durasi yang direkomendasikan adalah 150 menit per minggu. Namun, jika belum terbiasa bisa disesuaikan dengan kemampuan. Asal terus meningkat dan rutin dilakukan.

Tentu insomnia punya efek yang buruk terhadap kesehatan tubuh maupun mental. Kegiatan harian juga bisa terhambat karena tubuh yang tidak bugar. Maka dari itu, rutin lah berolahraga untuk kualitas hidup yang lebih baik. Yuk, mulai!

 

Sumber :
Effects of Moderate Aerobic Exercise Training on Chronic Primary Insomnia. 2011. Sleep Medicine. Vol 12: 1018-1027
Is Exercise an Alternative Treatment for Chronic Insomnia?. 2012. Clinics. Vol 67(6): 653-659
How Does Exercise Help Those with Insomnia?. 2012 .www.sleepfoundation.org
10 Tips to Beat Insomnia. 2016. www.nhs.uk