7 Hal Penting yang Wajib Diketahui Soal Menstruasi Pertama Kali

7 Hal Penting yang Wajib Diketahui Soal Menstruasi Pertama Kali

Penulis: Meimei | Editor: Opie

Seiring terjadinya periode haid pertama, akan ada banyak perubahan yang dialami oleh seorang perempuan. Kondisi hormonal ini bukan hanya mempengaruhi kondisi fisik namun juga emosional seseorang.

Untuk itu, ada baiknya para orang tua untuk mempersiapkan anak perempuannya dalam menghadapi momen menstruasi untuk pertama kalinya.

Jika Anda berniat menjelaskan soal menstruasi pada anak perempuan yang akan beranjak remaja, ada beberapa hal yang harus digaris bawahi, yaitu:

Baca Juga: Perempuan Wajib Tahu Fakta Seputar Menarche, Menstruasi Pertama 

1. Apa penyebab menstruasi?

Darah yang mendadak keluar dari area intim bisa menjadi momen yang mengejutkan dan menakutkan bagi anak perempuan Anda. Oleh sebab itu, jelaskan soal penyebab terjadinya menstruasi dan fungsinya bagi tubuh perempuan.

Lalu, apa penyebab menstruasi? Berikut adalah poin-poin yang dapat menjawab pertanyaan tersebut:

  • Terjadi akibat pubertas. Menstruasi merupakan akibat dari pubertas yang dialami oleh tubuh yang mulai mampu bereproduksi.
  • Meningkatnya kadar estrogen. Ketika siklus menstruasi dimulai, kadar estrogen Anda meningkat sehingga menyebabkan lapisan rahim menebal.
  • Lapisan rahim menebal. Lapisan rahim yang menebal ini berguna untuk mendukung sel telur yang telah dibuahi dan berkembang menjadi kehamilan.
  • Sel telur yang tidak dibuahi. Jika tidak ada sel telur yang dibuahi, tubuh akan memecah lapisan tersebut dan mendorongnya keluar dari rahim Anda.

Rangkaian kejadian inilah yang memicu pendarahan di area kewanitaan yang disebut periode menstruasi.

Menstruasi terjadi selama bertahun-tahun pada perempuan sampai usianya lanjut nanti.

Tidak ada yang bisa memperkirakan kapan seseorang akan mulai mengalami menstruasi dan kapan hal itu akan berhenti.

2. Kapan menstruasi terjadi?

Sulit memperkirakan kapan seorang anak perempuan akan mendapatkan periode haid pertamanya. Umumnya, mereka akan mengalami ketika berusia 12 sampai 13 tahun.

Jangan khawatir jika anak Anda mengalaminya lebih cepat atau lebih lambat karena hal itu sangat wajar. Biasanya, menstruasi akan datang setelah dua tahun tumbuhnya payudara.

Perubahan fisik yang amat menonjol tersebut seringkali akan diikuti oleh perubahan hormonal tubuh.

3. Tanda-tanda terjadinya menstruasi

Ada sejumlah gejala akan terjadi menstruasi yang sebenarnya bisa dikenali pada perempuan. Kondisi ini dikenal pula dengan istilah  premenstrual syndrome (PMS). Namun, tidak semua orang mengalaminya dan gejalanya juga bisa berbeda-beda.

Beberapa jenis gejala PMS yang paling sering dirasakan yakni:

  • Jerawat
  • Perut kembung
  • Rasa sakit di payudaramu
  • Sakit punggung
  • Sembelit
  • Diare
  • Merasa lebih lelah dari biasanya (kelelahan)
  • Lebih emosional, sensitif atau mudah tersinggung
  • Mengidam makanan, terutama untuk yang manis-manis
  • Keputihan bening atau putih

Baca Juga: Kenali Gangguan Pada Saat Menstruasi

4. Apa yang harus dilakukan ketika mengalami menstruasi?

Menstruasi bisa datang pada anak perempuan Anda kapan saja dan di mana. Sebaiknya, persiapkan kemungkinan tersebut dan sampaikan penanganan yang tepat agar mereka tidak panik.

Berikut adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan:

  • Sediakan pembalut darurat. Senyediakan pembalut atau tampon di tas anak agar sewaktu-waktu bisa dipakai.
  • Ajarkan untuk minta tolong. Ajari mereka untuk tidak panik dan bergegas mencari pertolongan.
  • Jika terjadi di sekolah. Jika mengalaminya di sekolah, beritahu anak Anda untuk meminta pembalut kepada guru atau perawat di sekolah.
  • Beri pengertian. Beritahu anak bahwa hal ini adalah kondisi yang normal dan mereka tidak perlu malu karena mengalaminya.
  • Membuat pembalut darurat. Ajarkan anak membuat pembalut darurat dari kertas toilet untuk menahan darah menstruasi sampai anak Anda bisa mendapatkan pembalut sungguhan. Jika cara ini dianggap terlalu ekstrem, coba diskusikan dengan anak soal kemungkinan lainnya yang bisa ditempuh.

5. Berapa lama menstruasi akan terjadi?

Menstruasi pertama biasanya hanya akan berlangsung singkat, yakni sekitar tiga sampai empat hari.

Pada bulan-bulan berikutnya, durasinya mungkin akan berbeda-beda dan itu adalah hal yang normal.

Biasanya kondisi ini membutuhkan waktu beberapa bulan sampai durasinya stabil, berkisar dua sampai tujuh hari lamanya.

Bimbing anak Anda untuk menyesuaikan diri dengan jadwal, keluhan dan gejala yang dirasakan pada fase penting ini.

6. Berapa banyak darah yang keluar?

Anak Anda mungkin saja punya kekhawatiran berlebih soal jumlah darah yang keluar selama masa menstruasi.

Bagi yang belum terbiasa, ketakutan ini sangat normal dirasakan, khususnya jika mereka takut akan mempengaruhi kondisi tubuh dan aktivitasnya.

Sampaikan kepada anak jika pendarahan yang terjadi sangat normal dan memang dibutuhkan tubuh.

Berdasarkan penelitian, rata-rata orang kehilangan hingga 6 sendok makan darah selama menstruasi. Jumlahnya bisa lebih banyak atau lebih sedikit setiap bulannya, khususnya di fase awal.

Periode bulanan seseorang akan mengikuti pola yang lebih konsisten setelah hormon menjadi lebih stabil.

Meski demikian, ajari anak Anda untuk mengantisipasi kondisi yang tidak biasa seperti pendarahan berat. Hal ini harus dicurigai jika anak merasa kehilangan terlalu banyak darah sehingga mempengaruhi kondisi tubuhnya. Ingatkan anak untuk memberi tahu Anda, guru, perawat atau orang dewasa lainnya.

Gejala akan adanya pendarahan berat yakni:

  • Harus mengganti pembalut setiap satu hingga dua jam
  • Kepala terasa seperti mengambang
  • Merasa pusing
  • Jantung terasa berdebar kencang
  • Mengalami menstruasi yang berlangsung lebih dari tujuh hari

7. Apa yang harus dilakukan jika mengalami kebocoran?

Kejadian bocor alias darah yang merembes ke pakaian atau celana menjadi momen memalukan bagi semua perempuan. Sayangnya, hal ini mungkin saja terjadi pada semua perempuan yang mengalami menstruasi.

Beritahu anak Anda bahwa itu normal terjadi dan insiden ini bukan hal yang memalukan ataupun sebuah aib.

Berikan tips penting untuk menanganinya seperti mengikatkan jaket atau kaus di pinggang untuk membantu menutupi noda darah. Bisa pula menggunakan tisu basah untuk menghilangkan noda tersebut.

Baca Juga: 7 Fakta Tentang Haid Pertama Setelah Melahirkan

Sumber

Healthline. (2019). What to Expect from Your First Period (Menarche). www.healthline.com

Teens Health. All About Periods. kidshealth.org

Grow by WebMD. Your Daughter’s First Period: Help Them Be Ready. www.webmd.com

Medical News Today. (2021). First period: Early signs and what to expect. www.medicalnewstoday.com