7 Aturan Olahraga untuk Penderita Penyakit Jantung

Image: hopepaige.com

Penyakit jantung banyak macamnya seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, aterosklerosis, penyakit jantung bawaan, dan stoke.

Meski menderita penyakit jantung, anda harus tetap berolahraga untuk menguatkan otot jantung, menstabilkan tekanan darah dan mengontrol kadar kolesterol tubuh.

Tapi,olahraga bagi penderita penyakit jantung ada aturannya, lho! Simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: Sederet Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Jantung

1. Harus rutin

Hal terpenting dalam olahraga adalah rutinitas. Sedikit demi sedikit, intensitas dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, mulai dari olahraga yang paling mudah menurut anda.

Olahraga aerobik seperti bersepeda, jogging, berjalan kaki, dan penggunaan treadmill adalah pilihan bagus untuk memulai. Jika sebelumnya anda punya hobi olahraga, coba lah mulai kembali hobi tersebut.

Sebagai pemula, cukup berolahraga 3-4 kali seminggu selama 30 menit per latihan. Jangan lupa diawali dengan pemanasan dan diakhiri pendinginan, ya!

2. Hindari olahraga berat yang bisa sesakkan nafas

Penderita penyakit jantung biasanya punya nafas yang pendek. Oleh karena itu hindari olahraga yang menuntut tahan nafas atau buat anda sesak. Misalnya sit up, push up, dan naik turun tangga.

Hindari pula olahraga yang cepat menghabiskan energi seperti bulu tangkis. Jangan paksakan diri saat nafas mulai cepat. Terlalu lelah berarti batasan anda berolahraga. Seiring berjalannya waktu, anda bisa perlahan tingkatkan durasi waktu olahraga.

3. Beri jeda antara makan dan olahraga

Isi perut anda sebelum olahraga. Namun jangan langsung bergerak, beri jeda waktu sekitar 1 jam agar makanan tercerna dengan baik.

Berikan juga waktu istirahat di sela-sela olahraga. Misalnya istirahat 1 menit setiap berjalan 10 menit. Ini bantu kondisi jantung anda tetap rileks dan tidak shock.

Selalu bawa minum dan sempatkan minum di sela istirahat. Dehidrasi saat olahraga tentu tidak baik. Kekurangan cairan dapat turunkan tekanan darah dengan drastis. Terlebih bila anda olahraga saat cuaca panas, minum lah lebih banyak air.

Baca Juga: 7 Pantangan Makanan untuk Penyakit Jantung

4. Olahraga di waktu paling berenergi

Olahraga bebas dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam. Anda bisa pilih waktu mana yang paling berenergi. Untuk sebagian besar orang, pagi hari adalah waktu yang paling segar untuk berolahraga.

Tapi bila anda bekerja atau cenderung sesak di pagi hari, bisa sempatkan olahraga saat malam. Pastikan anda sudah makan minimal satu jam yang lalu, ya!

5. Cari partner olahraga

Tidak ada salahnya berolahraga bersama teman atau keluarga. Adanya partner bisa jadi penyemangat untuk rutin berolahraga.

Selain itu, jika anda butuh pertolongan atau bantuan di jalan, teman anda bisa menolong dengan segera. Hal ini cegah berbagai hal yang tidak diinginkan, misalnya serangan jantung mendadak.

6. Jangan memaksakan olahraga saat sakit

Tahan diri untuk tidak berolahraga saat sakit. Sebab sesak nafas bisa saja melanda jika anda tetap bersikeras.

Saat rutinitas olahraga terganggu beberapa hari (karena sakit maupun perjalanan jauh), mulai lagi olahraga dengan intensitas rendah. Perlahan mulai naikan kembali frekuensi maupun intensitas latihan.

Jika penyebab sakit, berarti adalah olahraga, berarti ada yang salah dengan olahraga anda. Segera hubungi dokter untuk konsultasi lebih dalam.

7. Pilih olahraga dalam ruangan

Saat cuaca ekstrim (terlalu panas atau lembab) sebaiknya pilih olahraga yang bisa dilakukan dalam ruangan.  Anda bisa berolahraga di rumah atau pusat kebugaran.

Hal ini dikarenakan kelembapan yang tinggi akan buat anda cepat lelah. Suhu udara yang terlalu tinggi maupun rendah dapat mengganggu peredaran darah, cepat lelah, sulit bernafas, dan nyeri dada.

Aktivitas sederhana seperti bersih-bersih rumah juga bisa terhitung sebagai aktivitas fisik.

Kapan Harus Berhenti?

Tidak semua penderita penyakit jantung mampu berolahraga meski sudah ikuti aturan. Alasannya karena keterbatasan fungsi fisik. Jika anda merasakan hal berikut, segera berhenti olahraga pada saat itu:

  • Lemas
  • Pusing
  • Badan bengkak
  • Nyeri dada atau bahu
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Sesak napas
  • Mual

Baik orang sehat maupun sakit tetap perlu rutin berolahraga. Manfaatnya banyak tanpa resiko yang terlalu berat. Akan lebih baik bila dibarengi dengan pola makan dan hidup yang sehat pula!

 

Sumber:
How Heart Failure Patients Can Safely Exercise. 2018. https://www.everydayhealth.com/heart-failure
Exercise and Activity With Heart Failure. 2018. https://www.hfsa.org/patient/patient-tools
Safe Exercise for Someone with Heart Disease. 2018. https://www.webmd.com/heart-disease
Being Active When You Have Heart Disease. 2018. https://medlineplus.gov