5 Fakta Tentang Penyakit Jantung yang Sering Tidak Disadari Orang

5 Fakta Tentang Penyakit Jantung yang Sering Tidak Disadari Orang

Penulis: Meimei | Editor: Opie

Penyakit jantung merupakan penyakit tidak menular yang kejadiannya bisa dicegah dengan pola hidup sehat.

Oleh sebab itu, penting menambah wawasan Anda soal penyakit ini agar mampu melakukan pencegahan dan pengendalian risiko penyakit ini dengan lebih baik.

Selain itu, Anda juga dapat meningkatkan kesehatan organ penting tubuh ini agar terhindar dari penyakit ini.

Baca Juga: 7 Cara Alami Mengatasi Jantung Berdebar

1. Vaksin flu tahunan bisa bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung

Vaksin flu tahunan untuk orang dewasa memang bukan hal yang lazim dilakukan di Indonesia.

Namun sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris menganjurkan vaksin ini bagi warga negaranya tanpa terkecuali.

Faktanya, vaksinasi flu secara rutin dapat menekan risiko penyakit jantung terjadi pada diri Anda.

Penyakit jantung dapat menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk melawan flu dan meningkatkan kemungkinan mengalami komplikasi serius, seperti serangan jantung, pneumonia, dan gagal napas.

Selain itu, pemberian vaksin flu juga dapat mencegah komplikasi dari infeksi dan mencegah gejala penyakit jantung Anda memburuk.

2. Menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga dapat menurunkan risiko serangan jantung

Siapa sangka aktivitas bersantai bersama orang terdekat seperti teman, sahabat dan keluarga dapat berdampak baik bagi kesehatan Anda.

Hal ini bahkan bisa menekan risiko kemunculan penyakit jantung pada diri Anda.

Fakta ini didukung hasil penelitian yang menemukan bahwa orang yang tinggal sendiri dua kali lebih mungkin mengalami serangan jantung daripada orang yang tinggal dengan teman sekamar atau pasangan.

Selain itu, penelitian sejak lama telah menunjukkan bahwa interaksi sosial yang teratur dan keterhubungan sosial memainkan peran penting dalam kesehatan secara keseluruhan, serta kesehatan jantung.

Ada satu hipotesis yang mendukung fakta ini, yakni  menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga dapat mengurangi stres dan menangkis depresi.

3. Serangan jantung sering terjadi pada Senin pagi

Senin pagi menjadi waktu yang tidak menyenangkan bagi banyak orang, mungkin saja termasuk Anda.

Hal ini diperparah dengan fakta tentang serangan jantung yang kebanyakan terjadi pada Senin pagi. Penelitian telah membuktikan hal ini, khususnya terjadi selama musim gugur dan musim dingin di negara-negara yang memiliki empat musim.

Kemungkinan, hal ini terjadi karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk memompa darah yang lebih kental di pagi hari.

Selain itu, hormon stres tubuh seperti kortisol melonjak pada rentang waktu ini. Sejumlah penelitian lain juga membuktikan, serangan jantung yang terjadi pada pagi hari cenderung lebih berbahaya karena tingkatannya lebih parah.

4. Manfaat mengunyah aspirin ketika terjadi serangan jantung

Penting untuk mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan ketika mengalami serangan jantung. Sayangnya, tidak banyak orang memiliki kemampuan tersebut khususnya untuk meminimalisasi kerusakan yang terjadi.

Salah satu hal yang dianjurkan adalah mengunyah aspirin segera setelah serangan jantung muncul. Hal ini berfungsi mencegah kerusakan jantung yang lebih parah dan komplikasinya.

Segera lakukan hal ini sembari menunggu pertolongan dari tenaga medis. Pastikan untuk mengunyah obat ini, bukan menelannya dalam bentuk utuh. Disarankan mengunyah aspirin 325 miligram agar manfaatnya lebih optimal.

Obat ini dapat memecah gumpalan dalam aliran darah menghalangi peredarannya ke jantung dan berisiko menyebabkan sel-sel otot jantung mati. Memecah gumpalan ini dapat mencegah terjadinya kematian pada lebih banyak sel otot jantung.

5. Olahraga raket seperti tenis dan squash berguna mencegah kematian akibat penyakit jantung

Penggemar olahraga dengan raket seperti tenis, bulutangkis dan squash memiliki risiko kematian terendah dari sebab apa pun. Hal ini didapatkan dari penelitian yang dilakukan selama sembilan tahun.

Penelitian ini juga menemukan bahwa berenang, aerobik, dan bersepeda juga memiliki manfaat serupa meski tidak seoptimal olahraga sebelumnya.

Para peneliti berpendapat hal ini disebabkan gerakan tubuh yang maksimal, mulai dari atas hingga bagian bawah ketika berolahraga.

Gerakannya membuat jantung Anda bekerja lebih keras sehingga tubuh lebih terlatih sehingga menekan risiko penyakit ini.

Baca Juga: Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Jantung

Sumber

Northeast Georgia Health System. (2019). 6 Surprising Facts About Heart Disease. www.nghs.com.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Penyakit Jantung Penyebab Kematian Terbanyak ke-2 di Indonesia. www.kemkes.go.id.

Centers for Disease Control and Prevention. Heart Disease Facts. www.cdc.gov.

World Health Organization. (2021). Cardiovascular diseases (CVDs). www.who.int