5 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Bayi Sering Kentut

5 Hal yang Harus Dilakukan Ketika Bayi Sering Kentut

Penulis: Silvia | Editor: Umi

Kentut merupakan salah satu hal normal yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi. Namun, pernahkah bayi Anda kentut terus-menerus? Jika iya, apa yang harus Anda lakukan sebagai orang tua?

Baca Juga: Bayi Muntah Setelah Minum ASI, Penyebab dan Cara mengatasinya

Penyebab Bayi Sering Kentut

Bagi Anda yang baru menjadi orang tua mungkin agak bingung, ketika bayi sering kentut. Anda tak perlu khawatir karena kentut pada bayi termasuk hal yang sangat wajar.

Ketika bayi Anda kentut dalam frekuensi yang sering, hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya gas yang ada di dalam perutnya.

Biasanya, banyaknya gas pada perut bayi terjadi karena sistem pencernaan mereka masih belum matang sehingga sedang beradaptasi dan belajar bagaimana caranya bekerja secara efisien.

Jadi, organ tubuhnya masih belum sempurna dalam memindahkan makanan dan mencernanya dengan baik. Selain itu, dibandingkan dengan anak-anak yang usianya lebih besar, bayi cenderung menelan lebih banyak udara sehingga mereka memiliki gas berlebih di dalam tubuh.

Hal ini terjadi ketika bayi Anda tidak memiliki pelekatan yang baik ketika menyusui. Posisi menyusui yang salah itulah yang membuat bayi mendapatkan terlalu banyak udara, sehingga menyebabkan penumpukan gas di perut.

Lantas, adakah cara tertentu yang harus Anda lakukan ketika bayi kentut?

Baca Juga: Jangan Khawatir Saat Bayi Cegukan, Ketahui Cara Mengatasinya

Tips Mengatasi Bayi Sering Kentut

Kentut pada bayi memang hal yang wajar terjadi, tetapi kondisi ini bisa membuat bayi merasa tidak nyaman. Bayi juga bisa mengalami perut kembung jika bayi sering kentut akibat menelan banyak udara.

Berikut ini langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bayi yang sering kentut:

1. Membantu Bayi Sendawa agar Gas Keluar

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi bayi yang sering kentut adalah dengan coba membantu Si Kecil bersendawa. Cara ini dilakukan untuk membuang gas di perut pada bayi sehingga tidak menumpuk dan membuatnya terasa kembung.

Lakukan cara ini dengan menepuk atau mengusap punggung bayi secara lembut. Bila bayi belum bersendawa, baringkan Si Kecil dalam posisi telentang selama beberapa menit, kemudian tepuk punggungnya kembali.

Dengan sendawa, udara berlebih yang tertelan bayi pun akan keluar. Jadi sebaiknya, Anda selalu membantu bayi sendawa usai menyusui. Jangan langsung membaringkannya, ya.

2. Melatih Bayi untuk Olahraga dengan Gerakan yang Ringan

Ketika bayi Anda sering kentut, coba bantu Si Kecil mengeluarkan gas berlebih di perut dengan beberapa gerakan olahraga ringan.

Berikut beberapa gerakan olahraga untuk bayi yang sederhana:

  • Baringkan bayi dan pegang kedua kakinya, kemudian buat gerakan seperti mengayuh sepeda.
  • Baringkan bayi selama beberapa saat dan ubah posisinya menjadi tengkurap, lakukan cara ini selama beberapa kali.
  • Posisikan bayi untuk berdiri tegak di atas pangkuan Anda, lalu goyangkan tubuh bayi, seperti sedang menari secara perlahan.

Gerakan tersebut akan membantu saluran pencernaan bayi membuang gas yang terperangkap di dalam perut sehingga membantu Si Kecil merasa lebih baik dan tidak kembung.

3. Pastikan Posisi Menyusui Bayi Sudah Tepat

Posisi menyusui yang salah bisa memicu bayi memiliki gas berlebih di dalam tubuhnya, sehingga sering kentut.

Oleh sebab itu, Anda perlu memastikan bahwa posisi menyusui bayi sudah tepat. Usahakan bayi memiliki pelekatan yang tepat pada payudara Anda saat menyusui sehingga Si Kecil tidak menelan udara berlebihan.

Selain itu, pastikan Anda memegang kepala bayi dengan lembut ketika menyusui sehingga posisi pelekatan bayi sudah benar. Sedangkan untuk bayi yang menyusui melalui botol, hindari menggunakan botol susu yang terlalu besar. Sesuaikanlah ukuran botol dengan usia bayi Anda.

Pastikan juga lubang pada botol susu tidak terlalu kecil agar bayi tidak menyusui terlalu cepat, yang bisa menyebabkan Si Kecil menelan terlalu banyak udara.

Hindari juga menggunakan botol susu dengan lubang yang terlalu besar agar bayi tidak menyusu terlalu berlebihan. Jadi, pilihlah ukuran lubang botol susu yang sesuai sehingga aliran susu formula tetap stabil.

4. Jangan Menyusui Bayi Terlalu Kenyang

Menyusui bayi memang memiliki banyak manfaat, tetapi sebaiknya Anda tidak membuat Si Kecil terlalu kenyang. Pasalnya, bayi yang terlalu kenyang bisa menyebabkan tidakseimbangnya jumlah ASI yang didapatkan pada awal dan akhir menyusui.

Bayi juga dapat mengalami perut kembung sehingga Si Kecil akan sering kentut. Maka, penting bagi Anda untuk menyesuaikan jadwal menyusui bayi. Caranya, dengan memperhatikan isyarat kapan bayi merasa lapar.

Jika bayi Anda masih dalam usia yang sangat muda, seperti 1–2 bulan, cobalah untuk menyusui setiap 2–3 jam sekali.

Namun, untuk lebih pastinya, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak mengenai kebutuhan susunya karena setiap bayi bisa saja berbeda.

5. Perhatikan Pola Makan Ibu Menyusui

Saat dalam masa menyusui, Anda dianjurkan untuk memperhatikan pola makan. Hal ini karena nutrisi yang Anda makan akan ikut dicerna bayi melalui ASI.

Jadi, ketika bayi sering kentut setelah Anda mengonsumsi makanan tertentu, sebaiknya hindari makanan tersebut selama beberapa waktu hingga kondisinya membaik.

Ada beberapa makanan yang bisa menyebabkan bayi sering kentut sehingga alangkah lebih baik bagi Anda untuk menghindarinya, seperti:

  • Susu sapi
  • Produk olahan susu
  • Keripik
  • Makanan ringan olahan
  • Makanan pedas
  • Minuman manis
  • Kacang-kacangan
  • Paprika
  • Kubis
  • Bawang putih

Meski dianggap normal, Anda perlu waspada jika bayi sering kentut disertai demam, darah pada feses, mual, dan muntah. Bila bayi mengalami kondisi tersebut, sebaiknya segera periksakan bayi ke dokter.

Baca Juga: Variasi Menu Makan Balita agar Bayi Makan Lahap

Sumber