3 Bahan Alami Bantu Obati Diabetes

Image : www.organicfacts.net

Penulis : Unik Fa | Editor : Atsa

Tubuh penderita diabetes tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, yang menyebabkan terlalu banyak glukosa dalam darah. Diperlukan insulin agar sel dapat menggunakannya untuk energi.

Berbagai obat-obatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu penderita diabetes menjalani kehidupan yang sehat. Tetapi banyak orang dengan diabetes juga tertarik pada makanan yang dapat membantu menurunkan gula darah.

Tidak selalu berbahan kimia, beberapa bahan alami juga ampuh untuk mengontrol kadar gula darah. Berikut daftar dan pembahasannya.

1. Pare

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pare dapat mencegah tubuh Anda dari mengubah nutrisi yang disimpannya menjadi glukosa dan kemudian melepaskannya ke dalam darah. Beberapa studi menunjukkan pare dapat menurunkan gula darah dan kadar A1c pada orang dengan diabetes tipe 2. A1c merupakan  komponen kecil pada haemoglobin yang berikatan terhadap gula darah.

Pare mengandung setidaknya tiga zat aktif dengan sifat anti-diabetes, yaitu charantin yang merupakan suatu bahan primer dalam mengurangi regulasi glukosa darah, vicine dan senyawa seperti insulin yang dikenal sebagai polypeptide-p. Zat-zat tersebut bekerja secara individu atau bersama-sama untuk membantu mengurangi kadar gula darah.

2. Kayu Manis

Kayu manis sebenarnya telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional, karena mengandung sejumlah besar antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk mengurangi stres oksidatif. Hal ini berpotensi melindungi diri terhadap diabetes dengan menurunkan gula darah.

Kayu manis dapat membantu menurunkan gula darah dan melawan diabetes dengan meniru efek insulin dan meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel. Ini juga dapat membantu menurunkan gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan resistensi insulin, dan membuat insulin lebih efisien dalam memindahkan glukosa ke dalam sel.

Mengonsumsi kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas insulin segera setelah dikonsumsi, dengan efek yang bertahan setidaknya 12 jam. Dalam 2 minggu konsumsi kayu manis secara teratur juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Namun semua itu tetap tergantung pada porsi makanan dan berapa banyak karbohidrat yang dikandungnya.

Kadar gula darah dapat naik secara dramatis setelah Anda makan. Kayu manis dapat membantu menjaga lonjakan gula darah ini setelah makan. Kayu manis juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit yang berhubungan dengan diabetes, seperti penyakit jantung dan penyakit alzheimer.

3. Teh Hijau

Teh hijau (Camellia sinensis) adalah salah satu minuman paling populer di dunia, terutama di negara-negara Asia termasuk Korea, Cina, dan Jepang. Penelitian telah menunjukkan bahwa teh hijau efektif dalam menurunkan tekanan darah, LDL, stres oksidatif, dan penanda peradangan kronis (chronic inflammation).

Bagi orang yang sudah didiagnosis menderita diabetes, teh hijau dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Menurut tinjauan komprehensif, konsumsi teh hijau dikaitkan dengan penurunan kadar glukosa puasa dan kadar A1C, serta penurunan kadar insulin puasa, yang merupakan pengukuran kesehatan diabetes.

Jika Anda menderita diabetes dan ingin memperoleh manfaat dari teh hijau, hindari penambahan gula, krim, dan sejenisnya yang dapat menyebabkan perubahan glukosa darah. Yang terbaik adalah meminum teh hijau murni yang rasanya ringan, tanpa tambahan apapun.

Baca Juga : Perbedaan Diabetes Mellitus dan Insipidus

 

Sumber :
Web MD. (2018). Does Bitter Melon Help With Diabetes?. www.webmd.com
Web MD. (2019). Does Cinnamon Help Diabetes?. www.webmd.com
HealthLine. How Cinnamon Lowers Blood Sugar and Fights Diabetes. www.healthline.com
Hyun Min Kim, dan Jaetaek Kim. (2013). The Effects of Green Tea on Obesity and Type 2 Diabetes. Diabetes and Metabolism Journal. www.ncbi.nlm.nih.gov